|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Petikannya: Apa prioritas yang ingin dicapai selama menjabat Dirjen Aspasaf? Secara umum tentunya mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik dan harmonis antara Indonesia dan negaranegara di Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf). Hal ini penting sekali mengingat hampir semua negara besar ada di kawasan ini. Tapi hal yang juga menjadi perhatian saya adalah mendorong UKM kita agar bisa melakukan penetrasi pasar tidak hanya di Asia Pasifik yang gemuk, tapi juga di Afrika. Mengapa Afrika? Kita ini seringkali terlena terhadap pasar yang sudah established. Memang di tempat itu usaha terasa lebih mudah, tapi persaingan juga semakin ketat. Nah, kita harus berani mengambil risiko, karena di tempattempat yang terpencil pun bisa menghasilkan devisa. Jangan lupa, Pasar Tanah Abang telah lama menjadi pusat rendezvous pedagang kita dengan pedagang Afrika. Tetapi secara politis banyak negara di Afrika terlihat kurang stabil. Saya kira, Afrika dewasa ini sudah jauh dari yang kita pahami beberapa dekade lalu. Banyak kemajuan yang dicapai dan tingkat kemakmuran penduduknya juga terus meningkat. Apalagi, kebanyakan negara di sana memiliki kaitan emosional dengan Indonesia dalam kaitan dengan Konferensi Asia Afrika yang baru tahun lalu kita peringati bersama. Ini adalah aset yang cukup besar dan harus dimanfaatkan, termasuk oleh para pedagang kita. Bagaimana dengan mafia yang sangat dikenal di beberapa negara? Kalau bicara mafia, di mana tidak ada mafia atau semisalnya. Jangan takut dong. Di setiap tempat kita ingin menguasai pasar, pastilah ada pihak-pihak yang ingin menghalangi. Lumrah, mereka ingin terus dominan dan khawatir tersaingi. Untuk itu, kata kuncinya adalah: pelajarilah medan dengan baik sebelum terjun lapangan agar persaingan dagang dapat kita menangkan. Veni, vidi, dan vici. Apa peran Departemen Luar Negeri? Saat ini kita memiliki 16 perwakilan Pemerintah Indonesia di Afrika. Mulai ujung utara, tengah, hingga selatan. Salah satu tugas diplomat kita di sana adalah membantu mempromosikan dan mengamankan kegiatan perdagangan Indonesia. Perwakilan kita pada dasarnya adalah kantor RW-nya seluruh rakyat Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, jangan sungkan-sungkan untuk berkomukinasi guna mendapatkan peluang usaha, termasuk untuk mengikuti berbagai acara pameran dagang setempat Upaya lainnya?
Ya, penerbitan majalah AKSES ini.
Coba
bayangkan, berapa banyak biaya yang rakyat Indonesia keluarkan untuk
operasional perwakilan di luar negeri guna mendapatkan informasi. Lalu,
kalau info itu hanya mandek di file, kan jadi kurang berguna. Lebih
baik disebarluaskan dengan cara yang elegan agar mudah dicerna dan
dimanfaatkan para pelaku ekonomi, khususnya UKM.
|