HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XII OKTOBER 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Statistik kunjungan

Free counter and web stats

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 05 Oktober, 2009

 

 

 

 

Uniknya pasar China

Oleh : Nuradi Noeri

Potensi pasar China sangat besar seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemakmuran penduduknya. Persaingan dengan produk lokal sangat tinggi namun hal ini dapat disiasati dengan meningkatkan produk khas Indonesia.

BARANG apa yang tidak bisa ditiru oleh China? Tidak ada. Produk apapun apalagi yang masuk ke pasar mereka pasti dengan mudah diproduksi di negeri tirai bambu itu. Dunia usaha Republik Rakyat Tiongkok atau China memang dikenal sangat jeli melihat peluang suatu produk dan dengan cepat dapat menirunya kadang dengan kualitas lebih baik. Duta Besar RI Beijing Sudrajat mengungkapkan hal itu dalam Dialog dengan para Duta Besar pada kegiatan konvensi Pekan Produk Kreatif Indonesia Juni 2009 lalu. Sebagai contoh, Pak Dubes menceritakan mebel ukiran Jepara yang ia bawa dari Indonesia retak ketika musim dingin di Beijing. Tukang kayu setempat yang dipanggil menyanggupi membuat duplikasi mebel itu dalam waktu dua minggu. Pak Dubes tercengang ketika ukiran Jepara made in China itu selesai. “Duplikasi mebel Jepara yang dibuat tukang kayu setempat persis seperti aslinya!” ujar Sudrajat.

 

Industri kreatif

Apakah kemampuan China dalam meniru itu adalah bagian dari industri kreatif mereka? Entahlah. Yang jelas China mempunyai keunggulan komparatif yang diakui dunia yaitu berlimpahnya tenaga buruh yang murah. Jumlah penduduk usia produktif yaitu 20-40 tahun mencapai sepertiga dari total jumlah penduduk yang berjumlah 1,3 milyar jiwa. Jadi, angkatan kerja China lebih dari 400 juta orang, hampir dua kali lipat dari jumlah penduduk Indonesia! Disamping itu potensi alam dan budaya sebagai salah satu basis industri kreatif juga sangat besar.

“Tapi China tak hanya ingin menjadi pabrik dunia, mereka sadar akan sejarah peradaban dan kebudayaan mereka yang tinggi, sehingga hal ini telah merubah pola pikir dan berdampak pada transformasi industrinya dari made in China menjadi designed in China” ujar Sudrajat. Oreintasi pembangunan pun diarahkan pada inovasi iptek yang menjadi seni kreatifitas di bidang seni dan industri sebagai salah satu misi nasional. Dalam rencana pembangunan lima tahun China sekarang ini, industri kreatif disebut sebagai pilar industri dalam memperkuat struktur ekonomi.

 Kemajuan yang dicapai China dalam perkembangan industri kreatif terlihat pesat dalam semua aspek. Peran pemerintah cukup besar dalam menumbuhkan peran industri kreatif dalam perekonomian nasional. Kontribusi pemerintah tersebut terlihat dari jumlah peraturan yang diterbitkan dan meningkatnya anggaran untuk membantu perkembangan industri kreatif ini. “Dalam masa krisis global sekarang ini, industri kreatif China mengalami pertumbuhan fantastis khususnya di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai dan Shenzen” tambah Sudrajat. Nilai tambah industri kreatif China pada tahun 2008 mencapai US$ 72 milyar.

Dalam menggenjot kemajuan disegala bidang, perhatian pemerintah untuk sektor pendidikan sangat besar. Sudrajat menyatakan bahwa China saat ini mempunyai sekitar 1,2 juta institusi pendidikan. Untuk mendorong industri kreatif, terdapat sekitar 1200 lembaga pendidikan yang mempunyai program studi terkait dengan industri kreatif. “Sekarang ini terdapat sekitar 100 ribu mahasiswa yang sedang belajar mengembangkan industri kreatif di lembaga-lembaga pendidikan tersebut” ujar Sudrajat.

Satu lagi hal penting yang mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan industri kreatif China adalah daya serap pasar domestik yang sangat tinggi. Penduduk dengan usia produktif yang merupakan sepertiga dari total penduduk China juga merupakan pasar yang potensial. Dubes Sudrajat menginformasikan bahwa rata-rata usia dari 400 orang terkaya di China adalah 46,5 tahun, bandingkan dengan Amerika Serikat yaitu 65,7 tahun. Jadi, dengan daya beli pasar lokal sudah demikian tinggi ditambah dengan ekspor yang juga meningkat pesat. Itulah beberapa faktor pendorong majunya industri kreatif di China.

 

Berdagang dan bersaing

Berdagang berarti persahabatan atau mitra, sedangkan bersaing artinya berseberangan bahkan bermusuhan. Komninasi dua hal ini terjadi dalam banyak hubungan dagang sesama negara berkembang. Tidak hanya dengan China, hubungan dagang Indonesia dengan negara tetangga terdekat seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan lainnya pasti dibumbui oleh dua kata itu. Prosentase persaingan akan lebih besar ketimbang perdagangan bila jenis produk yang dilempar ke pasar internasional hampir sama.

Dalam memasuki pasar China, disamping meraup keuntungan besar karena daya serap yang tinggi, tapi kemampuan mereka dalam meniru merupakan ancaman. Barang yang kita jual di pasar China apalagi produk industri kreatif akan cepat ditiru dan dijual dengan harga bersaing dengan produk aslinya. “Seorang pengusaha China pernah meminta baju batik kepada saya karena bagus katanya, namun beberapa hari kemudian batik yang sama bermunculan di pasar setempat” kenang Sudrajat.

Namun disisi lain, pemerintah China terlihat serius dalam melindungi keaslian budayanya, bahkan ada Undang-undang khusus yang mengatur perlindungan terhadap seni budaya China. Budaya apa yang dilindungi? Ada beberapa jenis, misalnya Sichuan Mask yang tidak boleh dipelajari oleh orang asing. Orang yang mempunyai kepandaian memainkan Sichuan Mask mempunyai kontrak dengan pemerintah untuk tidak mengajarkannya kepada orang asing dan tidak membawanya ke luar negeri.

Walaupun demikian, potensi pasar yang ada perlu dimanfaatkan. Lajunya pertumbuhan ekonomi diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dubes RI Beijing mengungkapkan bahwa peluang produk industri kreatif Indonesia di pasar China cukup besar. Khususnya produk-produk high end untuk kelas menengah keatas seperti spa, arsitektur modern, home interior dan lainnya.

Produk kreatif China dikenal sebagai produk yang murah meriah, maka dalam bersaing dengan mereka perlu ditingkatkan kapasitas untuk memproduksi barang industri kreatif dengan kualitas tinggi. Corak produk kreatif Indonesia dapat lebih beragam dan terus berkembang dengan kualitas bagus. Ciri khas Indonesia harus terus ditonjolkan dan ditingkatkan kualitasnya. Perlunya pelatihan yang lebih serius untuk mengembangkan kemampuan daya kreasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas industri kreatif Indonesia.