|
Edisi IX JUNI 2008
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 01 Juli, 2008
|
Oleh : Miftah Ariep
Apa pendapat Anda mengenai hubungan perdagangan bilateral? Volume perdagangan RI-KSA tahun 2006 sebesar US$ 2.4 milyar, terkait dengan hal ini kita terus berupaya meningkatkan volume tersebut di mana saat ini Arab Saudi memiliki likuiditas keuangan yang berlebih dan Indonesia memiliki banyak sekali potensi investasi yang dapat dikembangkan di berbagai lini seperti sektor perikanan, pariwisata, perindustrian, pertanian, perdagangan. Hal ini dapat kita lakukan dengan meningkatkan intensitas kunjungan pejabat dan pengusaha dari kedua negara.
Produk Indonesia apa saja yang telah dan dapat masuk ke pasar KSA? Indonesia sangat kaya dengan berbagai produk hasil alam seperti buah-buahan (nanas, mangga, manggis, rambutan), berbagai jenis hasil laut (ikan, cumi, udang), produk-produk unggulan lainnya yang menjadikan Indonesia terkenal sebagai produsen utama di dunia seperti kelapa sawit, coklat, karet, garmen, pakaian, sepatu, furnitur, alat-alat rumah tangga dan dapur, karena tingkat konsumsi serta daya beli warga KSA dan pendatang yang cukup tinggi dan baik khususnya pada musim haji. KSA sangat memperhatikan faktor-faktor terkait dengan kualitas dan higienitas produk impor melalui mekanisme pengawasan oleh Otoritas khusus yang menangani dan menilai serta memberikan izin bagi produk impor, tapi secara prinsipil KSA selalu merujuk pada peraturan dan kriteria yang telah ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia. Khusus untuk produk makanan, KSA sangat menekankan wajibnya produk hasil hewan untuk diolah sesuai dengan hukum shariah.
Apakah KSA memiliki kebijakan khusus mengenai UKM? Kita tidak memiliki kebijakan khusus mengenai UKM, namun pada prinsipnya pemerintah KSA memberikan fasilitas yang cukup memadai bagi pengembangan berbagai sektor perekonomian termasuk yang dikategorikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai usaha kecil dan menengah. KSA saat ini terus mendorong sektor swasta untuk terus ikut serta menciptakan dan mengembangkan dunia usaha baik kecil maupun menengah seperti usaha konveksi, retail, produk makanan olahan, dll. dengan memberikan berbagai fasilitas seperti lahan usaha gratis di kawasan industri, fasilitas sewa tempat untuk periode yang cukup lama, kemudahan dalam instalasi listrik, air, pembangunan kawasan industri baru, pendirian berbagai perusahaan dalam skala kecil dan menengah, dll.
Apakah Indonesia merupakan pasar potensial bagi investasi Indonesia? Investor KSA saat ini telah melirik Asia sebagai lahan potensial termasuk Indonesia, kendala yang ada adalah kurangnya informasi yang utuh tentang potensi pasar di Indonesia, dan hal ini merupakan tugas dan kewajiban Kantor Perwakilan untuk dapat mempromosikan potensi masing-masing negara dan menjembatani kepentingan para investor tersebut, apalagi skala nominal untuk berinvestasi disini sudah sangat beragam dan tidak hanya terbatas pada jenis usaha berskala besar namun juga pada jenis usaha kecil dan menengah. Dua hal yang perlu diperhatikan untuk menarik minat investor KSA ke Indonesia adalah upaya Indonesia dalam memberikan informasi yang utuh dan komprehensif tentang iklim dan potensi investasi kepada para investor KSA serta kemudahan dalam birokrasi serta perlindungan investasi.
Sektor apa di Indonesia yang digemari oleh investor KSA? Banyak sekali sektor yang memiliki potensi besar dan disukai oleh investor KSA di Indonesia seperti sektor pariwisata (pembangunan dan akuisisi hotel, pengembangan daerah wisata yang potensial seperti Bali, dll.), sektor properti, pertanian (sawah, kelapa sawit, produk-produk pertanian), perindustrian, dll. Jenis usaha apapun baik skala kecil maupun menengah tidak menjadi masalah bagi para investor KSA, selama jenis usaha tersebut memiliki potensi yang baik untuk dapat dikembangkan. Terkait dengan hal ini, pasar KSA sangat welcome dengan berbagai produk dari negara manapun termasuk Indonesia. Salah contoh produk makanan Indonesia yang berhasil di pasar KSA adalah indomie, di mana Indofood saat ini telah berhasil mengambil hati warga KSA dengan produk makanan instant tersebut. Selain itu, produk-produk hasil pertanian seperti makanan kaleng, pakaian, barang-barang rumah seperti furnitur dan alat-alat dapur juga sangat mendapat tempat di KSA.
Hal-hal apa saja yang menjadi kendala bagi investor KSA untuk berinvestasi di Indonesia? Dua hal yang perlu diperhatikan adalah upaya Indonesia dalam memberikan informasi yag utuh dan komprehensif tentang iklim dan potensi investasi kepada para investor KSA serta kemudahan dalam birokrasi serta perlindungan investasi.
|