HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi IX JUNI 2008

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 01 Juli, 2008

 

 

 

 

Oleh : Miftah Ariep

 

 

UNTAIAN kalimat tersebut sangat pas untuk dilekatkan pada rasa persaudaraan antara Indonesia dan Arab Saudi, sebuah jalinan yang telah diretas sejak lama oleh para penisepuh kedua bangsa, yang tercermin kuat hingga kini. Kehangatan Gahwa (kopi arab) yang disajikan sehangat rasa persau-daraan berlandaskan ikatan emosional yang kuat yang tercermin dalam diri H.E. Abdulrahman Mohammed Amen A. Al Khayyath, Duta Besar Kingdom of Saudi Arabia (KSA) untuk Indonesia, pada saat kunjungan AKSES ke Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Berikut petikan wawancara AKSES dengan sang Duta Besar.

   

Apa pendapat Anda mengenai hubungan perdagangan bilateral?

Volume perdagangan RI-KSA tahun 2006 sebesar US$ 2.4 milyar, terkait dengan hal ini kita terus berupaya meningkatkan volume tersebut di mana saat ini Arab Saudi memiliki likuiditas keuangan yang berlebih dan Indonesia memiliki banyak sekali potensi investasi yang dapat dikembangkan di berbagai lini seperti sektor perikanan, pariwisata, perindustrian, pertanian, perdagangan. Hal ini dapat kita lakukan dengan meningkatkan intensitas kunjungan pejabat dan pengusaha dari kedua negara.

 

Produk Indonesia apa saja yang telah dan dapat masuk ke pasar KSA?

Indonesia sangat kaya dengan berbagai produk hasil alam seperti buah-buahan (nanas, mangga, manggis, rambutan), berbagai jenis hasil laut (ikan, cumi, udang), produk-produk unggulan lainnya yang menjadikan Indonesia terkenal sebagai produsen utama di dunia seperti kelapa sawit, coklat, karet, garmen, pakaian, sepatu, furnitur, alat-alat rumah tangga dan dapur, karena tingkat konsumsi serta daya beli warga KSA dan pendatang yang cukup tinggi dan baik khususnya pada musim haji.

KSA sangat memperhatikan faktor-faktor terkait dengan kualitas dan higienitas  produk impor melalui mekanisme pengawasan oleh Otoritas khusus yang menangani dan menilai serta memberikan izin bagi produk impor, tapi secara prinsipil KSA selalu merujuk pada peraturan dan kriteria yang telah ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia. Khusus untuk produk makanan, KSA sangat menekankan wajibnya produk hasil hewan untuk diolah sesuai dengan hukum shariah.

 

Apakah KSA memiliki kebijakan khusus mengenai UKM?

Kita tidak memiliki kebijakan khusus mengenai UKM, namun pada prinsipnya pemerintah KSA memberikan fasilitas yang cukup memadai bagi pengembangan berbagai sektor perekonomian termasuk yang dikategorikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai usaha kecil dan menengah. KSA saat ini terus mendorong sektor swasta untuk terus ikut serta menciptakan dan mengembangkan dunia usaha baik kecil maupun menengah seperti usaha konveksi, retail, produk makanan olahan, dll. dengan memberikan berbagai fasilitas seperti lahan usaha gratis di kawasan industri, fasilitas sewa tempat untuk periode yang cukup lama, kemudahan dalam instalasi listrik, air, pembangunan kawasan industri baru, pendirian berbagai perusahaan dalam skala kecil dan menengah, dll.

 

Apakah Indonesia merupakan pasar potensial bagi investasi Indonesia?

Investor KSA saat ini telah melirik Asia sebagai lahan potensial termasuk Indonesia, kendala yang ada adalah kurangnya informasi yang utuh tentang potensi pasar di Indonesia, dan hal ini merupakan tugas dan kewajiban Kantor Perwakilan untuk dapat mempromosikan potensi masing-masing negara dan menjembatani kepentingan para investor tersebut, apalagi skala nominal untuk berinvestasi disini sudah sangat beragam dan tidak hanya terbatas pada jenis usaha berskala besar namun juga pada jenis usaha kecil dan menengah. Dua hal yang perlu diperhatikan untuk menarik minat investor KSA ke Indonesia adalah upaya Indonesia dalam memberikan informasi yang utuh dan komprehensif tentang iklim dan potensi investasi kepada para investor KSA serta kemudahan dalam birokrasi serta perlindungan investasi.

 

Sektor apa di Indonesia yang digemari oleh investor KSA?

Banyak sekali sektor yang memiliki potensi besar dan disukai oleh investor KSA di Indonesia seperti sektor pariwisata (pembangunan dan akuisisi hotel, pengembangan daerah wisata yang potensial seperti Bali, dll.), sektor properti, pertanian (sawah, kelapa sawit, produk-produk pertanian), perindustrian, dll.

Jenis usaha apapun baik skala kecil maupun menengah tidak menjadi masalah bagi para investor KSA, selama jenis usaha tersebut memiliki potensi yang baik untuk dapat dikembangkan. Terkait dengan hal ini, pasar KSA sangat welcome dengan berbagai produk dari negara manapun termasuk Indonesia. Salah contoh produk makanan Indonesia yang berhasil di pasar KSA adalah indomie, di mana Indofood saat ini telah berhasil mengambil hati warga KSA dengan produk makanan instant tersebut. Selain itu, produk-produk hasil pertanian seperti makanan kaleng, pakaian, barang-barang rumah seperti furnitur dan alat-alat dapur juga sangat mendapat tempat di KSA.

 

Hal-hal apa saja yang menjadi kendala bagi investor KSA untuk berinvestasi di Indonesia?

Dua hal yang perlu diperhatikan adalah upaya Indonesia dalam memberikan informasi yag utuh dan komprehensif tentang iklim dan potensi investasi kepada para investor KSA serta kemudahan dalam birokrasi serta perlindungan investasi.