|
Edisi VII Desember 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 18 Desember, 2007
|
MESKI D. Djumala berkantor cukup jauh dari headquarter, bukan berarti dia bisa berleha-leha. Kesibukan sebagai Kepala Pusdiklat, Deplu, sambung menyambung, alias tak pernah henti. Semua berkutat pada masalah peningkatan SDM diplomat. Bukan hanya bagi diplomat Indonesia, namun juga manca negara. Bahkan, banyak hari liburnya sering diisi dengan kegiatan yang terkait erat dengan pekerjaan kantor. “Kalo keluarga sepakat untuk tidak jalan keluar, hari Sabtu dan Minggu saya pakai untuk menyelesaikan PR kantor,” ujarnya. Menurut pria yang senantiasa berpakaian chic dengan rambut yang disisir kebelakang ini, pengembangan SDM merupakan jawaban atas berbagai tantangan di masa depan, termasuk di dalamnya urusan diplomasi. Baginya, mengurus pendidikan diplomat adalah amanat yang Maha Berat yang harus ditekuni dan diseriusi. Dengan rekruitmen yang baik dan benar lalu ditambah pendidikan yang memadai, maka diplomat keluaran Pusdiklat Deplu layaknya setelan jas pas yang siap dipakai. Atau seperti makanan yang siap dihidangkan. “Tinggal bagaimana menggunakannya karena bahan dasar sudah cukup dan siap dipakai.” Untuk mencari terobosan bagi pendidikan diplomat, mantan Deputy Chief of Mission pada Perwakilan RI untuk Uni Eropa dan penulis artikel di berbagai media cetak ini tidak segan-segan untuk mengundang sparring partner dari negara lain seperti ASEAN dan Asia-Afrika. Mereka dididik bersama-sama dengan diplomat Indonesia agar terjadi sinergi dan kompetisi serta terbentuk jaringan kerja di masa datang. Dari yang pernah dilakukan, ternyata SDM diplomat Indonesia mampu bersaing dan relative handal. Bahkan, untuk mencari model pendidikan yang pas bagi diplomat masa kini, dilakukan suatu pertemuan para pendidik diplomat dari beberapa negara Asia Afrika. Mereka memaparkan aneka model pendidikan yang selama ini dilakukan sehingga terjadi proses berbagi pengalaman. “Hal ini penting untuk mengukur apakah model pendidikan kita sudah on the right track atau mesti perlu polesan lanjutan,” kata penggemar olahraga golf ini santai.
|