HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

AGENDA EDISI III 2006

 

Pameran sambil berdagang di Mumbai

Oleh: Djoko Agung Rahardjo

Mumbai terkenal dengan julukan Bollywood. Merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia. Expo Indonesia 2007 di Mumbai, India, sebagai wahana ajang kampanye dan jendela informasi serta membangun jaringan bisnis.

BAGI para penggemar film atau musik India, pasti tidak asing lagi dengan Mumbai. Kota ini punya daya tarik tersendiri dan terkenal karena sebagai pusat industri film dan televisi yang dijuluki Bollywood. Kota bintang film Sharukhan ini merupakan salah satu kota terbesar di India, dulu dikenal dengan nama Bombay. Tahun 1995 nama kota ini diubah menjadi Mumbai.

Kota Mumbai berpenduduk kurang lebih 13 juta orang. Terletak di Pulau Shasti dan berada di ujung Sungai Ulhas yang bermuara di tepi pantai barat India. Kota Mumbai, Ibu Kota Provinsi Maharashtra, juga terkenal sebagai pusat hiburan dan kota dagang di India. Berbagai institusi keuangan berada di Mumbai. Seperti the Reserve Bank of India (RBI), the Bombay Stock Exhcange (BSE), the National Stock Exchange of India (NSE) dan banyak kantor pusat perusahaan besar India bermarkas di sana.

Sejarah mencatat hubungan dagang Indonesia-India telah berlangsung lama. Sejak abad ke-8 para pedagang India dari Provinsi Gujarat melakukan perniagaan dengan penduduk Indonesia. Hubungan ini semakin meningkat di abad ke 16. Bahkan, saat ini, banyak warga India yang menetap dan menjadi warga negara Indonesia. Jika Anda mengunjungi kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, misalnya, pasti akan menjumpai banyak warga keturunan India membuka toko dan berjualan di kawasan ini, dan mungkin di kawasan lain di pelosok Indonesia.

Menilik sejenak nilai perdagangan Indonesia dengan India dari tahun ke tahun terjadi kecenderungan peningkatan. India memandang Indonesia sebagai negara tujuan ekspor terbesar kedua di negara-negara ASEAN, setelah Singapore. Menurut catatan KJRI Mumbai, pada sembilan bulan pertama tahun 2005, nilai perdagangan Indonesia dengan India naik 20% atau mencapai US$ 2,85 milyar dibandingkan periode yang sama tahun 2004.

India negara terbesar mengimpor crude palm oil (CPO) dari Indonesia di samping produk pertambangan, minyak, dan pulp dan kertas serta produk tekstil. Sedangkan Indonesia mengimpor produk minyak yang sudah disuling, gandum, beras, gula, makanan ternak, besi, dan produk besi.

Mumbai sebagai kota bisnis dan keuangan India membuka peluang dan kesempatan bagi pasar 300 juta konsumen di seluruh India. Saat ini konsumen India telah menjalankan transformasi dramatis pada gaya hidup orang India. Hal ini ditandai dengan meningkatnya daya beli orang India, sehingga konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup meningkat secara pesat.

“Oleh karena itu perlu langkah-langkah strategis untuk untuk memberikan informasi yang benar, lengkap dan terarah kepada para pengusaha dan masyarakat India secara berkala tentang keunggulan produk-produk yang dihasilkan Indonesia, termasuk potensi perdagangan, investasi dan pariwisata,” ungkap Ahcri Jumanto, pejabat fungsi ekonomi KJRI Mumbai yang dihubungi AKSES.

Kondisi ini merupakan salah satu tantangan dan mendorong Konsulat Jenderal RI di Mumbai bekerja sama dengan Economic Association of Indonesia and India (EAII) dan KADIN Indonesia untuk mengadakan Expo Indonesia 2007, yang akan diselenggarakan di Gedung World Trade Center (WTC) Mumbai, 6-8 April 2007.

WTC Mumbai terletak di jantung kota yang beralamat di Centre 1 Building, 31st Floor, WTC Complex, Cuffe Parade, Mumbai 400 005, India. Achri Jumanto menuturkan, “Expo Indonesia 2007 ini akan menampilkan berbagai produk Indonesia, seperti furniture, handicrafts, Gifts dan barang-barang dekorasi, batik, produk fashion, produk dan mainan anakanak, jamu dan produk kecantikan, makanan dan minuman, produk kulit, sepatu dan peralatan rumah tangga.”

Achri Jumanto menambahkan, “Produk yang dipamerkan tersebut dapat dijual kepada pengunjung, namun sesuai ketentuan setempat dikenakan pajak.” Ditargetkan ada 100 perusahaan Indonesia turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Setiap peserta mengisi stand minimal 3 m x 3 meter. Expo Indonesia ini diharapkan KJRI Mumbai menjadi wahana pameran dan penjualan langsung produk unggulan Indonesia.

Selain itu, Expo juga memberikan kesempatan untuk menciptakan hubungan jangka panjang dengan para eksportir, agen, pedagang, penyalur, tengkulak, pengecer dan para pakar di India guna mewakili kepentingan perluasan usaha Indonesia. Untuk kelancaran Expo tersebut, bagi para peserta Indonesia, menurut infor-masi yang diperoleh, KJRI Mumbai akan memberikan bantuan fasilitas seperti pemesanan tempat dan pembuatan stand di WTC Mumbai; pengaturan untuk pe-laksanaan acara pembukaan expo; penyediaan fasilitas pameran lain yang diperlukan; penyediaan bahan promosi, cetak undangan dan lain-lain; pemberi-tahuan di surat-surat kabar setempat; pemasangan iklan di radio, TV dan tempat-tempat sentra bisnis lainnya. Selain itu, KJRI Mumbai akan memberikan dukungan logistik (pemesanan hotel, urusan penanganan barang-barang di airport dan pela-buhan serta transportasi); dan pengaturan pelaksana-an kegiatan business meeting/One on one meeting antara pengusaha Indonesia dengan calon mitra bisnis India. Untuk informasi lebih lanjut yang menyangkut stand, registrasi, dan biaya pengiriman barang dari Jakarta - Mumbai sampai ke tempat pameran dan lain-lainnya, dapat meng-hubungi: Konsulat Jenderal RI Mumbai, 19 Altamount Road, Cumballa Hill Mumbai - 400026 India Telp: (+91) 22-2351 1678/2353 0940/ 2353 0900, Fax. : (+91) 22-2351 0941/2351 5862/2353 6958, E-mail: kjrimumb-@bom3.vsnl.net.in atau India Indonesia Business Association (IIBA), Machinery House, 2nd Floor, 11 B, Bharucha Road, Kalaghoda, Mumbai 400 001 India, Tel/Fax: (+91) 22-2269 3214, E-mail: i2b@vsnl.com. Kesempatan emas untuk mempromo-sikan produk Indonesia pada Expo Indonesia 2007 di Mumbai, India ini, merupakan peluang baik yang tentunya tidak perlu disia-siakan oleh para peng-usaha Indonesia. Kapan lagi ikut pamer-an sambil berdagang, sekaligus jalan-jalan menikmati Negeri Bollywood. Selain berpameran ke Mumbai, India, Anda bisa merencanakan mengadakan pameran ke negara-negara lain. Untuk merealisasikan rencana ini, tentunya harus disesuaikan dengan jenis pameran dan produk yang akan dipamerkan serta waktu penyelenggaraan, sehingga Anda bisa menghemat kocek yang harus dikeluarkan. Apabila tertarik, Anda dapat mengikuti berbagai agenda pameran di Jordania, dan China.

YORDANIA “Rebuild Iraq 2007”. Expo Jordan bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan dan Kerja sama Internasional, Yordania, pada 16 - 19 April 2007 akan menyelenggarakan “4th International Trade Exhibition for the Rebuilding of Iraq/Rebuild Iraq 2007” di Amman, Yordania. Produk-produk yang akan dipamer-kan, antara lain, bahan bangunan, alat-alat listrik, alat-alat berat, mesin, teleko-munikasi, alat-alat transportasi, mobil, produk sanitasi dan penyulingan air, plastik, minyak dan gas, alat-alat kesehat-an, informasi teknologi, bahan makanan, alat-alat pertanian, tekstil, alat-alat rumah tangga, furniture, alat cetak dan per-kapalan.

Informasi lebih lanjut dapat meng-hubungi EXPO JORDAN, telp. (+962-6) 5829771/2/3, fax. (+962-6) 5829774, e-mail: info@expojordan.org, website: www.rebuild-iraq2007.com

CHINA “MICE” (Meetings, Incentives, Con-ventions & Exhibitions). TTG Asia Media Pte Ltd bekerja sama dengan MP International akan menyelenggarakan pameran dagang mengenai Incentive Travel and Conventions, Meetings, pada 23 - 25 April 2007, bertempat di INTEX Exhibition Hall, Shanghai, RRT. Pameran ini ditujukan untuk mempromosikan kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conven-tions & Exhibitions) Internasional kepada publik RRT dan sebaliknya. Diperkirakan sekitar 300 stand pameran dan 1.200 pelaku industri MICE dari dalam dan luar negeri akan berpartisipasi dalam pameran ini. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Ms. Tess Chia Project Executive - IT&CM China 2007, TTG Asia Media Pte Ltd, 6 Raffles Quay #16-02 Singapore -048580, telp. (+65) 6395 7544, Fax. (+65) 6536 0896, e-mail: tess.chia@ttgasia.com. Website: www.itcmchina.com. Atau ke MP International (Shanghai) Pte Ltd, Fl 11 E Jinming Building No. 8 South Zunyi Road, Shanghai 200336 China, telp. (+86) 021 6295 990, fax. (+86) 021 6270 6030, E-mail: sales-sh@mpinetwork.com website: www.mpinetwork.com

“BITE 2007”. Beijing Tourism Administration tanggal 21 - 23 Juni 2007 akan menyelenggarakan the 4th Beijing International Tourism Exposition (BITE) 2007 bertempat di Beijing Exhibition Center. Untuk informasi BITE 2006 diikuti 667 peserta pameran dari perwakilan daerah di Tiongkok ter-masuk 60 negara yang menempati lokasi pameran seluas lebih dari 20 ribu meter persegi. Menurut pengamatan pihak Keduta-an Besar RI di Beijing, secara profesional BITE 2007 dapat dijadikan sebagai sarana penting untuk menjual berbagai produk unggulan pariwisata Indonesia. Informasi selengkapnya mengenai BITE 2007 dapat diperoleh melalui website: www.bite-china.com.cn.