HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XII OKTOBER 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Statistik kunjungan

Free counter and web stats

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 04 October, 2009

 

 

 

Pulang kampung

LEBARAN nggak pulang kampung? “Wah, nggak kebayang tuh, karena aku biasanya selalu pulang kampung kalau lebaran” ujar Yanti, gadis asal Malang yang bekerja di Jakarta. Pagi itu Yanti tengah berdesakan dengan calon penumpang lainnya di stasiun Gambir. Kereta api Gajayana jurusan Malang belum juga nampak namun wajah sanak famili dan ibunda tercinta telah membayang di pelupuk mata. Yanti masih enak naik kereta api eksekutif yang cukup nyaman. Banyak pemudik lain menggunakan kereta api kelas ekonomi yang terkadang harus lompat lewat jendela karena pintu penuh sesak. Kereta barang pun ditumpangi. Puluhan ribu pemudik berjubel di dalam bis dan tersuruk di geladak-geladak kapal. Tidak sedikit yang mudik mengendarai sepeda motor menempuh ratusan kilometer bersama anak istri. Wah repotnya. Ngapain sih pulang kampung?

Budaya pulang kampung menjelang lebaran telah dilakoni selama puluhan dekade oleh masyarakat Indonesia. Kalau jaman dulu ke kampung perlu waktu lama maka sekarang lebih mudah karena sarana transportasi semakin canggih. Apakah kegiatan mudik bagian dari ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri? Nggak juga sih, tapi memang ada hubungannya. Setelah berpuasa sebulan penuh, perayaan hari kemenangan lebih afdhol rasanya kalau dilakukan bersama orang tua dan sanak keluarga di kampung. Sungkem sama orang tua wajib dilakukan karena tanpa ridho orang tua makna fitri akan berkurang.

Sejumlah peneliti masalah sosial mengatakan alasan utama orang untuk mudik adalah ikatan kekeluargaan dan cinta kampung halaman masyarakat Indonesia yang sangat kuat. Fenomena ini juga merupakan ciri khas budaya Indonesia yang selalu mengingat asal usulnya. Dengan pemikiran itu, mudik artinya kembali ke ibu, ke kampung halaman tempat ia dilahirkan. Lalu apa kaitannya dengan Lebaran? Karena lebaran adalah momentum yang tepat untuk pulang ke kampung, kembali ke orang tua. Walau hanya beberapa hari, bersilaturahmi dengan keluarga di kampung terasa sangat berharga.

Namun mudik tidak selalu harus pulang kampung. Ada yang tidak mempunyai sanak keluarga di luar tempat domisilinya, misalnya semua keluarga ada di Jakarta. Untuk kasus ini makna pulang kampung adalah bertemu dan bersilaturahmi dengan orang tua dan keluarga walaupun secara fisik tidak ada kegiatan perjalanan mudik. Namun hakikat “kembali” sudah terpenuhi karena semua sanak famili dan handai taulan telah ditemui.

Tujuan untuk pulang kampung ternyata tidak mempunyai titik berat yang sama bagi para pemudik. Bagi yang telah mempunyai kedudukan mapan seperti Yanti yang bahkan sudah beberapa kali bertugas di luar negeri, aktifitas pulang kampung akan sarat dengan makna lebaran, saling memaafkan dengan sanak keluarga. Namun bagi sebagian orang, tujuan mudik lebih diutamakan sebagai bentuk eksistensi diri. Saat yang tepat untuk memamerkan kekayaan dan keberhasilan di rantau kepada kerabat di kampung dilakukan pada saat mudik. Ada juga yang hanya terbawa rutinitas belaka, lebaran berarti pulang kampung tapi yang dikunjungi malah tempat wisata.

Apapun alasannya, pulang kampung adalah fenomena menarik. Rela berdesak-desakan, panas-panasan dan gerah berkeringat demi mudik. Eh, ternyata kegiatan mudik tidak hanya ada di Indonesia lho. Di beberapa belahan dunia lain ada juga yang pulang kampung pada waktu tertentu. Misalnya di Korea, semua jalan tol keluar kota padat pada saat perayaan chuseok. Mereka juga mengenakan baju baru namun corak tradisional yang disebut hanbok. Anehnya, hal yang dilakukan di kampung mereka juga sama yaitu sungkem sama orang tua, bersilaturahmi dengan sanak famili dan berdoa di makam nenek moyang. Masa sih?