|
Edisi XI APRIL 2009
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 29 April, 2009
|
Potensi Qatar Meski baru berusia 20 tahun, Qatar merupakan negara yang kekayaan dan standar kehidupannya menyamai negara-negara di Eropa Barat. Sebuah celah bisnis yang sayang untuk dilewatkan para UKM Indonesia. Qatar terletak di pesisir sebelah barat wilayah Teluk dengan luas sekitar 11.473 km2. Menurut perhitungan resmi, Qatar memiliki GDP per kapita tertinggi di luar negara-negara Eropa Barat pada tahun 2007 yaitu sebesar US$ 70.754. Pertumbuhan ekonomi Qatar yang kuat dan stabil akhir-akhir ini sebagian besar disumbang oleh ekspor sumber daya minyak dan gas. Cadangan minyak bumi Qatar mencapai 26,2 milyar barel. Dengan rata-rata produksi 740.000 barel per hari maka cadangan minyak bumi Qatar diperkirakan baru akan habis dalam kurun waktu 97 tahun kedepan. Sementara untuk sektor gas alam, cadangan yang dimiliki oleh Qatar diperkirakan mencapai lebih dari 910 trillion cubic feet (tcf), sama jumlahnya dengan ±164 milyar barel minyak bumi. Cadangan gas alam ini akan mencukupi 20% kebutuhan gas dunia dan dapat dieksploitasi hingga lebih dari 200 tahun kedepan. Selain minyak bumi dan gas alam, pendapatan Qatar juga diperoleh dari industri-industri terkait lainnya seperti petrokimia, fertilizer, refinery dan sejenisnya. Menyadari pendapatan dari minyak bumi dan gas alam tidak dapat diandalkan, dalam beberapa tahun belakangan ini Qatar mulai berusaha mendiversifikasi pendapatan negaranya. Dengan kelebihan dana yang sangat besar dari keuntungan penjualan minyak bumi dalam 2 (dua) tahun terakhir, Qatar menginvestasikan kelebihan dana tersebut di luar negeri. Pasar saham, sektor real estate dan properti, sektor jasa keuangan, sektor komunikasi adalah beberapa jenis investasi yang dipilih pengusaha Qatar. Masyarakat Qatar menggunakan bahasa Arab dan Inggris. Penduduk Qatar tahun 2008 diperkirakan mencapai 1.45 juta jiwa. Pertambahan penduduk yang cukup pesat di Qatar lebih disebabkan oleh kedatangan para pekerja asing dalam jumlah besar. Tenaga asing asal Asia Selatan hampir mengisi seluruh lini kehidupan bisnis di Qatar. Dari negara Asia Tenggara, tercatat baru warga negara Philipina dan Indonesia yang ikut mencari peruntungan di negara Teluk ini. Berdasarkan catatan Departemen Perindustrian RI, produk-produk utama Indonesia yang diekspor ke Qatar meliputi mesin dan peralatan listrik, kayu dan produk kayu, besi dan baja, kertas dan paperboard, kendaraan dan suku cadangnya, mineral fuels, produk keramik, garam, sulfur dan kapur, furnitur, lampu, permesinan dan peralatan mekanik. Dengan banyaknya kebutuhan Qatar akan produk-produk non migas dari seluruh penjuru dunia, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor ke negara terkaya di kawasan Teluk ini. Produk yang berpeluang antara lain bahan-bahan bangunan, seperti semen, besi, baja, kayu, keramik, dan bahan konstruksi lainnya. Produk-produk lainnya yang berpotensi tinggi adalah kebutuhan pokok sehari-hari. Mulai dari makanan, minuman, sayur-sayuran, buah-buahan, minyak goreng, pakaian, sepatu dan lain lain. Ditengah kelesuan permintaan ekspor di Amerika dan Jepang, Qatar bisa dijadikan alternatif pasar ekspor yang cukup menjanjikan. Nah, tunggu apalagi? Saatnya berburu riyal di Qatar!
|