|
Edisi VII Desember 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 20 December, 2007
|
Rasanya, kalangan pebisnis tidak ada yang tak mengenal Timur Tengah. Inilah kawasan yang membentang di Asia sebelah barat dan Afrika sebelah utara. Daerah ini agak unik dalam segi batas wilayahnya. Tidak seperti kawasan lain yang dibatasi oleh benua--seperti Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika, kawasan Timur Tengah lebih mengacu pada wilayah yang berbahasa pengantar dan ras yang sama: Arab. Di kawasan Timur Tengah terdapat 19 negara, yaitu Irak, Jordania, Palestina, Suriah, Lebanon, Arab Saudi, Oman, Kuwait, Bahrain, Persatuan Emirat Arab, Yaman, Qatar, Mesir, Libya, Sudan, Maroko, Mauritania, Aljazair, dan Tunisia. Bagi orang Indonesia, kawasan ini selalu jadi pusat perhatian. Bukan hanya karena faktor sentimen keagamaan atau dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina yang masih berlanjut, melainkan juga karena dampak negatif dari pengiriman TKI ke sana. Banyak di antara mereka yang membawa pulang ke Tanah Air dengan duka cerita nestapa. Selain sisi buruk tersebut, sebenarnya, kawasan Timur Tengah merupakan pasar ekspor non migas yang cukup potensial bagi Indonesia. Banyak produk kita yang diminati dan bertebaran di kawasan tersebut. Misalnya, ekspor non migas Indonesia ke Mesir (kawasan Timur Tengah di Afrika) dan Suriah (kawasan Timur Tengah di Asia). Mesir yang dikenal memiliki Universitas Al-Azhar, merupakan negara cukup besar di kawasan Timur Tengah. Negeri berperadaban tinggi ini berpenduduk 78 juta jiwa (tahun 2007) dengan pendapatan per kapita US$ 1.350 (2006), Artinya, Mesir adalah pasar yang cukup menjanjikan. Di Mesir, tekstil dan produk turunannya seperti pakaian jadi (kemeja, jaket, dan pakaian muslim) merupakan salah satu primadona ekspor non migas Indonesia. PT Indorama dari Indonesia, misalnya, bahkan telah berinvestasi langsung di bidang tersebut dengan total nilai US$500 juta. Selain itu, Mesir juga menyerap kayu dan produk olahannya seperti furniture, kayu lapis dan bubur kertas. Peralatan-peralatan dan mesin-mesin pertanian, obatobatan, vaksin dan multivitmin untuk ternak, minyak nabati, antibiotik dan obatobatan herbal (jamu) juga laku keras di negara ini (tabel 1).
Tak berbeda jauh dengan Mesir adalah Suriah, yang berpenduduk 18,5 juta jiwa (tahun 2005) dengan pendapatan per kapita US$3.724 (2005). Suriah adalah salah satu negara di Timur Tengah yang cukup kaya. Pada tiga tahun terakhir ini, Indonesia selalu surplus dalam neraca perdagangannya dengan Suriah. Di Suriah, tekstil, kayu dan produk olahannya, seperti furniture dan kayu lapis, ikan tuna, minyak nabati, karet, kertas dan produk-produk kaca (glassware) sangat diminati. Pakaian jadi, sepatu, ikan dan udang kaleng serta buah-buahan, kopi dan teh, juga punya peluang pasar cukup besar untuk dimasuki.(table 2).
Mudah-mudahan info ini bermanfaat bagi para pengusaha dan eksportir Indonesia yang bergerak di bidang-bidang tersebut.
|