HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XII OKTOBER 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Statistik kunjungan

Free counter and web stats

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 04 October, 2009

 

 

 

Peluang Emas di Jantung Teluk Arab

Oleh : Fientje Suebu & Rukmini Tri Setiati

Qatar, negeri kaya di Jazirah Arab ini membutuhkan banyak tenaga kerja untuk kelangsungan laju pertumbuhan perekonomian dan kesinambungan pembangunannya.

PESATNYA pertumbuhan ekonomi negeri yang disebut sebagai The Heart of Arabian Gulf ini membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya di sektor formal. Dengan penduduk yang hanya berjumlah 1,45 juta jiwa dan terbatasnya jumlah penduduk usia produktif, Qatar membuka diri untuk menerima tenaga kerja asing dan menawarkan banyak lapangan pekerjaan yang mengggiurkan bagi tenaga kerja di sektor formal.

 

Dari Miskin Menjadi Kaya

Qatar, pada mulanya adalah salah satu negara termiskin di kawasan Teluk yang hanya mengandalkan pada mutiara. Kini, negara tersebut telah menjelma menjadi salah satu negara terkaya di kawasan setelah eksploitasi ladang minyak dan gas dimulai pada tahun 1940-an.

Pertumbuhan ekonomi negara ini berkembang pesat karena didukung oleh peningkatakan produksi minyak dan gas (migas) yang merupakan penyumbang terbesar devisa negara. Pemasukan negara dari sektor ini tercatat mencapai US$ 34.614 milyar, sedangkan pemasukan dari sektor  non-migas mencapai US$ 23.076 milyar.    

 Dengan memanfaatkan cadangan migasnya yang melimpah, Pemerintah Qatar sedang mengembangkan industri lain seperti Qatar Fertilizer Company (QAFCO), Qatar Fuel Additives Company (QAFAC), Qatar Plastic Products Company (QPPC), Qatar Petrochemical Company (QAPCO), Qatar Steel Company, Qatar Vinyl Company (QVC) dan Qatar Chemical Company (Q-Chem).

 Kini, pemerintah Qatar terus berupaya untuk menjadikan Qatar sebagai tujuan wisata bagi wisatawan mancanegara, selain sebagai pusat penyelenggaraan konferensi regional. Adakah peluang tenaga kerja profesional Indonesia di negeri tersebut?

 

Peluang Tenaga Kerja Profesional

Naiknya harga minyak dunia dua tahun terakhir ini, tentu ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Qatar dan terciptanya lapangan pekerjaan baru terutama di sektor konstruksi, industri, manufaktur, supermarket, penerbangan,  perhotelan, restoran, bahkan terapi spa.

 Saat ini, tercatat sekitar 24.600 tenaga kerja Indonesia di Qatar. Mereka bekerja di sektor migas, industri, penata laksana rumah tangga dan perhotelan. 

 Permintaan pasar Qatar terhadap tenaga kerja Indonesia, khususnya tenaga  terampil (skilled) di sektor perminyakan dan gas terus meningkat. Dalam hal ini, tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengirim tenaga kerja terampil ke Qatar yang sedang membangun dan melaju pesat mengejar kemajuan yang dicapai Uni Emirat Arab.

 Dalam sebuah kesempatan, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Mohammad Jumhur Hidayat mengaku terkejut oleh besarnya minat beberapa negara Timur Tengah terhadap tenaga terampil Indonesia di bidang industri, manufaktur, perhotelan, dan restoran. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2009, BNP2TKI mendorong lebih banyak pengiriman tenaga kerja sektor formal (terampil) ke Timur Tengah.

 Tenaga profesional bidang perminyakan dari Indonesia banyak yang  bergabung dengan perusahaan-perusahaan gas dan minyak di Qatar seperti Qatar Gas, Ras Gas dan Qatar Petrochemical Company (QAPCO). Kesejahteraan mereka makin meningkat seiring dengan kenaikan gaji dan tunjangan-tunjangan yang diberikan perusahaan sebagai langkah penyesuaian biaya kebutuhan hidup akibat adanya inflasi di Qatar.

 Upaya pemanfaatan pasar tenaga kerja Indonesia di Qatar tercermin dalam kesepakatan tentang ketenagakerjaan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Qatar. Bahkan, kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam bentuk perjanjian (agreement) yang ditandatangani pada 20 Januari 2008 lalu.  Perjanjian tersebut berlaku tidak hanya bagi tenaga kerja sektor formal tetapi juga informal.

 Dalam perjanjian tersebut, kedua negara sepakat untuk menghargai peraturan perundang-undangan masing-masing negara, terutama yang berkaitan dengan penempatan dan perlindungan tenaga kerja, termasuk juga hak-hak gaji, asuransi dan hak-hak politik.  

 Jika anda memiliki keterampilan dan profesi yang memenuhi kriteria pasar kerja di Qatar, kesempatan emas terbuka lebar untuk menjadi kaya.