|

Peluang
Emas di Jantung Teluk Arab
Oleh : Fientje
Suebu & Rukmini Tri Setiati
Qatar,
negeri kaya di Jazirah Arab ini membutuhkan banyak tenaga kerja untuk
kelangsungan laju pertumbuhan perekonomian dan kesinambungan
pembangunannya.
PESATNYA
pertumbuhan ekonomi negeri yang disebut sebagai The Heart of Arabian
Gulf ini membutuhkan banyak tenaga kerja, khususnya di sektor
formal. Dengan penduduk yang hanya berjumlah 1,45 juta jiwa dan
terbatasnya jumlah penduduk usia produktif, Qatar membuka diri untuk
menerima tenaga kerja asing dan menawarkan banyak lapangan pekerjaan
yang mengggiurkan bagi tenaga kerja di sektor formal.
Dari
Miskin Menjadi Kaya
Qatar,
pada mulanya adalah salah satu negara termiskin di kawasan Teluk yang
hanya mengandalkan pada mutiara. Kini, negara tersebut telah menjelma
menjadi salah satu negara terkaya di kawasan setelah eksploitasi ladang
minyak dan gas dimulai pada tahun 1940-an.
Pertumbuhan ekonomi negara ini berkembang pesat karena didukung oleh
peningkatakan produksi minyak dan gas (migas) yang merupakan penyumbang
terbesar devisa negara. Pemasukan negara dari sektor ini tercatat
mencapai US$ 34.614 milyar, sedangkan pemasukan dari sektor non-migas
mencapai US$ 23.076 milyar.
Dengan
memanfaatkan cadangan migasnya yang melimpah, Pemerintah Qatar sedang
mengembangkan industri lain seperti Qatar Fertilizer Company
(QAFCO), Qatar Fuel Additives Company (QAFAC), Qatar Plastic
Products Company (QPPC), Qatar Petrochemical Company (QAPCO),
Qatar Steel Company, Qatar Vinyl Company (QVC) dan
Qatar Chemical Company (Q-Chem).
Kini,
pemerintah Qatar terus berupaya untuk menjadikan Qatar sebagai tujuan
wisata bagi wisatawan mancanegara, selain sebagai pusat penyelenggaraan
konferensi regional. Adakah peluang tenaga kerja profesional Indonesia
di negeri tersebut?
Peluang
Tenaga Kerja Profesional
Naiknya
harga minyak dunia dua tahun terakhir ini, tentu ikut mendorong
pertumbuhan ekonomi Qatar dan terciptanya lapangan pekerjaan baru
terutama di sektor konstruksi, industri, manufaktur, supermarket,
penerbangan, perhotelan, restoran, bahkan terapi spa.
Saat ini,
tercatat sekitar 24.600 tenaga kerja Indonesia di Qatar. Mereka bekerja
di sektor migas, industri, penata laksana rumah tangga dan perhotelan.
Permintaan pasar Qatar terhadap tenaga kerja Indonesia, khususnya
tenaga terampil (skilled) di sektor perminyakan dan gas terus
meningkat. Dalam hal ini, tentu menjadi peluang besar bagi Indonesia
untuk mengirim tenaga kerja terampil ke Qatar yang sedang membangun dan
melaju pesat mengejar kemajuan yang dicapai Uni Emirat Arab.
Dalam
sebuah kesempatan, Kepala
Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
(BNP2TKI),
Mohammad Jumhur Hidayat mengaku terkejut oleh besarnya minat beberapa
negara Timur Tengah terhadap tenaga terampil Indonesia di bidang
industri, manufaktur, perhotelan, dan restoran. Ia menambahkan bahwa
pada tahun 2009, BNP2TKI mendorong lebih banyak pengiriman tenaga kerja
sektor formal (terampil) ke Timur Tengah.
Tenaga
profesional bidang perminyakan dari Indonesia banyak yang bergabung
dengan perusahaan-perusahaan gas dan minyak di Qatar seperti Qatar Gas,
Ras Gas dan Qatar Petrochemical Company (QAPCO). Kesejahteraan
mereka makin meningkat seiring dengan kenaikan gaji dan
tunjangan-tunjangan yang diberikan perusahaan sebagai langkah
penyesuaian biaya kebutuhan hidup akibat adanya inflasi di Qatar.
Upaya
pemanfaatan pasar tenaga kerja Indonesia di Qatar tercermin dalam
kesepakatan tentang ketenagakerjaan antara pemerintah Indonesia dengan
pemerintah Qatar. Bahkan, kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam
bentuk perjanjian (agreement) yang ditandatangani pada 20 Januari
2008 lalu. Perjanjian tersebut berlaku tidak hanya bagi tenaga kerja
sektor formal tetapi juga informal.
Dalam
perjanjian tersebut, kedua negara sepakat untuk menghargai peraturan
perundang-undangan masing-masing negara, terutama yang berkaitan dengan
penempatan dan perlindungan tenaga kerja, termasuk juga hak-hak gaji,
asuransi dan hak-hak politik.
Jika anda
memiliki keterampilan dan profesi yang memenuhi kriteria pasar kerja di
Qatar, kesempatan emas terbuka lebar untuk menjadi kaya.
|