|

Pesona
Luxor
Oleh : Cut Dinawati
Hidayat
Luxor
kota tua di Mesir yang dibangun oleh Raja Amenothep III dan Ramses II
ini dikenal sebagai the World Open-Air Museum (Museum Terbuka di dunia),
yang banyak dikunjungi oleh turis-turis mancanegara
Penemuan
bersejarah peninggalan kerajaan Firaun (Pharaoh) pada masa lalu, semakin
menambah daya tarik Mesir. Disamping keunikan monumen-monumen keagamaan
dan budaya, Mesir juga mempunyai letak geografi yang menguntungkan dan
iklim yang bersahabat sepanjang tahun, khususnya disepanjang garis
pantai yang tenang dan luas.
Mesir,
negara yang terletak di benua Afrika ini, pada tahun 2007 telah
memperoleh peringkat kedua diantara 5 (lima) negara terbaik di Timur
Tengah, yang menjadi tujuan para wisatawan mancanegara, pelaksanaan
konferensi dan festival yang sifatnya internasional. Sektor wisata di
Mesir mewakili 11,3% dari GDP Mesir.
Luxor
Kali ini
kita akan mengunjungi salah satu obyek wisata terkenal yaitu luxor. Kota
Tua di Mesir ini memiliki sejarah yang begitu luar biasa dan di dalamnya
terdapat banyak sekali peninggalan-peninggalan bersejarah yang usianya
mencapai ribuan tahun. Di dalam kota ini terdapat hampir sepertiga dari
jumlah peninggalan bersejarah (barang-barang antik) dunia.
Luxor
dahulu kala merupakan ibukota negara Mesir yang bernama Wasset. Kemudian
berubah nama menjadi Thebes. Orang-orang Arab menyebutnya dengan Luxor,
yang dalam bahasa Arab al-aqsor atau al-uqsur, yang
artinya adalah “The City of Palace” (Kota Istana) karena mereka
terkesan dengan bangunan-bangunan bersejarah yang sangat indah, megah
dan besar yang ada di sekitar Luxor.
Luxor,
ditempat ini banyak sekali tempat-tempat wisata bersejarah yang dapat
dilihat oleh para Turis Mancanegara. Luxor terbagi ke dalam dua bagian
kota, yaitu Luxor Barat dan Timur. Luxor Bagian Barat merupakan tempat/lokasi
pemakaman dan kuil penyembahan dewa kematian. Bila kita masuk ke Luxor
bagian barat maka akan ditemui sejumlah peninggalan bersejarah yaitu:
Mummifucation
Museum, museum ini merupakan satu-satunya museum di dunia dan merupakan
tempat penyimpanan 150 jenis peninggalan mumi, peti mayat (coffins),
peralatan yang biasa digunakan tabib/dokter pada masa Mesir Kuno, serta
lukisan-lukisan yang menceritakan tentang upacara ritual keagamaan pada
masa itu.
The
Clossi Memnon, di tempat ini terdapat dua patung raja Amenophis III yang
masing-masing berukuran tinggi 23 meter, berat 1000 ton dan terletak di
pintu masuk menuju kuil tersebut. Luas kuil ini meliputi 385.000
square meter dan bahkan lebih besar dari kuil Amon Ra di Kuil Karnak.
Med net
Habu Temple, dibangun oleh Raja Ramses II dalam bentuk kota yang
dibentengi dan di dalamnya terdapat kuil, tempat dan beberapa
chapels. Semua kejadian dilukiskan di atas dinding, memperingati
kemenangannya terhadap Libya, Sarinian, the Cretan dan lainnya
serta relief unik mengenai peperangan di laut.
Queen
Hatshepsut’s Temple, Hastshepsut adalah satu-satunya wanita yang
memerintah Mesir sebagai Pharaoh. nama kuilnya adalah “ Djeser-Djeseru”
the splendor of the splendor. Hatshepsut, wanita yang berbusana
pria karena khawatir rakyatnya tidak menerima dirinya sebagai wanita.
Hatshepsut memerintah Mesir selama 20 tahun dan konon kabarnya, pada
masanyalah Mesir mengalami puncak kemakmuran dan kestabilan negara. Di
kuil ini kita dapat melihat gambaran Hatshepsut yang terefleksi/tercermin
pada patung-patung yang berada di sekitar kuil ini.
Valley of
the Kings and the Queens, lembah ini merupakan kompleks pemakaman para
raja, ratu, keluarga kerajaan dan para bangsawan. Namun demikian, di
makam ini hanya berupa kuburan kosong saja karena semua mumi para raja,
ratu, keluarga kerajaan dan bangsawan, sudah dipindahkan ke Museum Mummi
atau Museum Besar di Cairo. Di antara raja dan ratu yang dimakamkan di
lembah ini adalah Tut Ankh Amon’s, Seti I, Ramses III dan Ramses II,
Queen Nefertari, isteri Raja Ramses II.
Luxor
Timur merupakan pusat kehidupan dan aktivitas peradaban dan beberapa
peninggalan yang ada di wilayah ini antara lain:
Luxor
Temple, kuil ini terletak di jantung kota Luxor dan khusus
dipersembahkan untuk dewa Amon Ra. Kuil ini dibangun pada masa
Kerajaan Baru Pharaoh Amenophis III dan kemudian diperluas oleh
raja-raja Mesir termasuk raja Ramses II, Tit dan Alexander Yang Agung.
Di salah satu sudut kuil Luxor terdapat bangunan masjid bernama “Abu Al
Haggag” yang dibangun pada masa pemerintahan Arab di Abad ke-13. Di
gerbang utama kuil ini terdapat satu obelisk yang terbuat dari
batu merah muda setinggi 25 meter. Pada abad
19, Obelisk ini terdapat sepasang, namun salah satunya kini berada di
Perancis.
Karnak
Temple, kuil ini menujukkan keagungan dari Theban God Amon,
simbol Dewa Kesuburan dan Pertumbuhan. Karnak terdiri dari
bermacam-macam kuil, chapel, dan bangunan-bangunan lain. Nama
Karnak diambil dari desa disekitar yaitu El-Karnak. Bagian terbesar dan
terpenting dari tempat ini adalah pusat kuil terbesar dari dewa Amon.
Layout dan kuil besarnya terdiri dari serangkaian phylons
(tonggak menara), yaitu phylons IV dan V yang dibangun
oleh Tuhtmosis I dan sejak saat itu, kuil Karnak diperbesar ke arah
Barat dan Selatan.
Luxor
Museum, museum ini terletak diantara Kuil Luxor dan Karnak dan merupakan
tempat peninggalan pusaka Firaun yang ada di Luxor dan daerah-daerah
sekitarnya, serta petunjuk/informasi seputar monumen-monumen yang akan
dikunjungi berikutnya. Asik kan?
Tips
berwisata ke Luxor
Perhatikan
musim dan cuaca di Mesir karena bulan November s/d April suhu setempat
antara 20 s/d 26 derajat celcius. Sementara bulan Mei s/d Oktober, panas
di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Bawa perlengkapan yang
dibutuhkan seperti
sun lotion
karena di daerah gurun angin terasa panas dan kering,
sun
glasses,
topi atau sorban penutup kepala. Banyak minum dan gunakan
gunakan
sepatu yang sesuai.
|