HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

JALAN-JALAN EDISI V 2007

Ketagihan Didjeridoo

Oleh: Djoko Agung Rahardjo

 

KALAU menyebut nama Darwin, orang mungkin akan teringat pada teori asal usul manusia yang dicetuskan Charles Robert Darwin pada 1930. Tapi yang ini adalah kota Darwin di benua Australia. Mungkin banyak orang Indonesia yang mengenal Australia, namun belum banyak yang mengenal Darwin.

Sebelum bangsa Eropa masuk benua Australia, penduduk asli yakni Aborigin yang berbahasa Larrakia hidup dan tinggal di Darwin. Mereka memiliki rute dan melakukan perdagangan  termasuk mengimpor barang dengan bangsa-bangsa di Asia Tenggara dan bagian selatan serta barat Australia.

Dulu Darwin adalah pelabuhan yang diambil dari nama Charles Darwin. Seorang naturalis bangsa Inggris yang turut berlayar pada ekspedisi kedua bersama kapten kapal Clements Wickham. Ekpedisi ini diberi nama “Beagle’’ diambil dari nama kapal HMS Beagle yang ditumpanginya pada 1839. Dibawah administrasi Commonwealth Inggris, pada 1911, Darwin menjadi nama resmi kota di utara benua Australia tersebut.

Ibukota Negara Bagian Northern Territory ini dapat dikatakan kota yang paling dekat dengan Indonesia. Dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dapat ditempuh kurang lebih satu setengah jam dengan pesawat. Kalau dari Denpasar, Bali, dapat ditempuh dalam 4 jam. Karena kedekatan jarak dan hubungan masyarakat Darwin dan wilayah Indonesia Timur, setiap tahun diadakan lomba kapal layar Ambon - Darwin Yacht Race.

Pusat kota Darwin hanya ditempuh 20 menit dari bandara. Kesan pertama waktu tiba di Darwin, adalah kota yang tidak padat penduduknya, rapi, dan teratur, tapi udaranya panas menyengat. Dengan jumlah penduduk sekitar 111 ribu, Darwin tergolong berpenduduk terbesar di Negara Bagian Northern Territory, tapi terkecil dibandingkan jumlah penduduk di Ibukota Negara Bagian Australia lain. Hiruk pikuk kendaraan sepanjang jalan tidak nampak ramai apalagi sampai bikin macet seperti di Jakarta. Suasana lengang sangat terasa di jalan,apalagi kalau di hari libur. Biar jalan raya sepi tapi tidak ada yang kebut-kebutan.

Suasana sedikit ramai, terasa di downtown (pusat kota). Cobalah menelusuri jalan antara Smith Street dan Mitchel Sreet, dua jalan utama di pusat kota, dan dibatasi Bennett Street dan Daly Street. Disepanjang jalan ini terdapat toko suvenir, rumah makan, pusat informasi pariwisata, tempat nongkrong anak-anak muda sambil minum kopi dan bir, pusat perbelanjaan dan keperluan lainnya.

Kalau ingin suasana yang alami, coba berjalan-jalan ke Darwin Botanic Garden, seperti Kebun Raya Bogor. Di sini bisa dijumpai berbagai jenis tumbuhtumbuhan di Australia yang rindang dan alami. Letaknya tidak jauh dari Garden Park Golf Link. Kalau ingin sedikit jauh, bisa juga pergi Taman Nasional Charles Darwin. Bagi yang senang menonton film sambil menikmati suasana alam terbuka dan melihat laut lepas, bisa pergi ke Deckchair Cinema. Letaknya tidak jauh dari pelabuhan Darwin dan Gedung Parlemen. Tapi bagi yang tidak punya kendaraan, untuk sampai ke Deckchair Cinema sebaiknya naik taksi. Disarankan para penonton siap bawa payung untuk jagajaga, karena gedung bioskopnya misbar, gerimis bubar.

 

MONUMENPEMBOMAN JEPANG

Darwin juga dikenal sebagai kota perjuangan bangsa Australia melawan Jepang pada Perang Pasifik tahun 1942. Pada pagi hari tanggal 19 Februari 1942, 183 pesawat tempur Jepang menyerang dan membom pertama kali Darwin dalam dua gelombang. Pesawat yang digunakan menyerang Darwin, adalah pesawat yang sama dengan yang membom Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Hawaii.

Serangan Jepang ini mengakibatkan 243 orang Australia tewas dan kerusakan kota yang parah. Untuk mengenang pemboman dan menghormati arwah warga yang meninggal akibat serangan Jepang tersebut, Pemerintah Australia membuat monumen yang terletak di Esplanade, tidak jauh dari Gedung Parlemen dan Government House (tempat tinggal resmi Gubernur).

Kalau beruntung dan waktunya tepat berkunjung ke Darwin, setiap Jum’at dan Sabtu malam pada akhir bulan April sampai bulan Oktober, biasanya warga Darwin berbondong-bondong ke Mindil Markets. Pasar malam Mindil tidak jauh dari pantai Mindil dan Skycity Darwin Casino Hotel. Pembukaan biasanya pada sore hari, masyarakat penuh sesak dan jalan raya sekitarnya yang biasanya sela (sepi lancar) menjadi pamer (padat merayap).

Di tengah pasar malam tersebut, orang berdesakkan seperti haus hiburan sambil menikmati makanan yang dijual. Di pasar malam ini, masyarakat menjual berbagai barang hasil kerajinan tangan, seperti cincin, gelang, bumerang (sejenis senjata tradisional suku Aborigin) maupun kebutuhan sehari lainnya dan makanan siap saji. Malam juga dimeriahkan kesenian dan hiburan rakyat serta alat musik didgeridoo. Ini adalah alat musik tiup tradisional masyarakat Aborigin yang terbuat dari cabang pohon pinus yang dilubangi sampai tembus dan diberi dekorasi serta biasanya ada satu atau lubang untuk menentukan jenis nada yang diinginkan. Untuk dapat terampil memainkan jenis alat musik ini perlu waktu dan keahlian. Didgeridoo seringkali membuat orang ketagihan untuk kembali ke Darwin.