HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

INFO PASAR EDISI III 2006

Karakter pasar Arab Saudi

Oleh: Djoko Agung Rahardjo

KATA peribahasa, ‘’Tak kenal maka tak sayang’’. Untuk urusan jualan, ada istilah lain, ‘’Tak kenal maka tak laku’’. Sebelum anda melakukan ekspor barang, maka langkah pertama menuju sukses adalah, kenali pasar yang anda tuju. Setiap negara mempunyai karakteristik yang berbeda. Mengenal dan mengetahui karakteristik pasar suatu negara sangat diperlukan oleh eksportir, terlebih bagi pengusaha pemula. Mengenal pasar negara tujuan ekspor, dapat mengurangi resiko kerugian.

Bagaimana karakter pasar Arab Saudi? Fauzi E. Nugroho, yang akrab dipanggil Fauzi, Pejabat Fungsi Ekonomi Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi, secara panjang lebar menuturkannya pada AKSES. Mulai perilaku konsumen Arab Saudi, iklim atau cuaca, pengaruh iklim terhadap produk ekspor anda, serta komoditi potensial untuk pasar Arab Saudi.

Menurut pengamatannya, “masyarakat Arab Saudi cenderung membeli barang dalam jumlah  banyak, untuk barang yang sama, namun mereka cenderung memilih barang buatan negara-negara Barat (Eropa), walaupun harganya lebih mahal dibanding barang buatan negara Timur (Asia).”

Lebih jauh Fauzi memerinci: “untuk fashion, masyarakat Arab Saudi cenderung mencari barang bermerek terkenal dan biasanya diperdagangkan di toko-toko/butik khusus”.

Sedangkan untuk barang sehari-hari non-fashion, mereka cenderung mencari harga yang murah dan biasanya di jual di supermarket terkenal seperti Carrefour, Giant, serta pertokoan lain yang sifatnya menjual barang umum.

Harap diingat, pengusaha Arab Saudi cukup rajin melakukan perjalanan keluar negeri mencari barang bagus yang trendy namun harganya murah. ‘’Bila menemukan barang bagus dan murah, kontrak bisnis barang yang sama, namun lebih mahal, dapat dibatalkan secara sepihak,” tutur Fauzi.

Dikatakannya lagi, pedagang kecil cenderung tidak meminta kontrak jual beli tertulis. Pada umumya para pedagang Arab Saudi menghendaki jawaban cepat atas suatu permintaan barang dan mengejar kalau membutuhkan. ‘’Tapi kurang peduli kalau tidak ada keperluan,’’ katanya.

Faktor iklim sangat mempengaruhi karakter konsumen Arab Saudi. Sebagaimana diketahui bahwa Arab Saudi beriklim gurun, ekstra panas, dingin dan kering. Musim panas berkisar pada bulan Juni - Agustus dengan suhu rata-rata 45C dan maksimal mencapai 52C, sedangkan musim dingin pada bulan Desember - Februari dan suhu rata-rata berkisar 12C dan terendah mencapai 4C. “Udara lebih kering sepanjang waktu musim panas dan musim dingin, sedangkan hujan terjadi tidak merata pada bulan Januari - Februari dan April -Mei”, tuturnya lebih lanjut.

Terdapatnya perbedaan suhu udara yang menyolok itu, sangat berpengaruh terhadap kwalitas barang. Fauzi memberi contoh, “daya produk makanan menjadi lebih pendek; produk kayu dapat cepat retak dan pecah; produk yang di lem, perekatnya mudah lepas; produk dari bahan plastik dapat cepat melengkung, retak dan pecah”. Hal yang sama juga terjadi terhadap produk untuk kendaraan. “Tyre cord pada ban kendaraan melemah kekuatan-nya; komponen kendaraan dari karet mudah retak atau pecah dan logam lebih cepat berkarat” jelasnya lebih lanjut.

Waktu yang tepat untuk menjual barang, merupakan salah satu hal yang perlu dicermati dan diketahui oleh para pengusaha. Di Arab Saudi kita harus mengenal waktu atau musim belanja, sehingga kita bisa menjual barang yang tepat sesuai waktunya dan kapan kita harus mengirim produk tersebut.

Fauzi menjelaskan bahwa “kebiasaan di Arab Saudi ada tiga musim belanja. Pertama, tahun ajaran baru (September). Pada bulan September mereka banyak membutuhkan peralatan sekolah dan buku, sepatu, pakaian dan tas. Kedua, bulan Ramadhan, banyak dicari produk makanan, pakaian, sepatu, asesoris, pakaian, interior rumah dan furniture. Ketiga, bulan Haji/musim pernikahan banyak dicari furniture, asesoris rumah, peralatan dapur dan rumah tangga, barang hadiah/kerajinan”.

Sebelum menutup pembicaraan, Fauzi menjelaskan komoditi potensial untuk pasar Saudi Arabia, antara lain seperti “makanan dan minuman, mesin peralatan elektronik dan listrik, produk kimia, kendaraan bermotor dan komponennya, logam dan produk logam, tekstil dan pakaian jadi, perhiasan, obatobatan, kayu dan produk kayu”.

Seperti diungkap di muka mengenal karakter pasar bisa mengurangi resiko kerugian. Setelah selintas mengenal karakter pasar Arab Saudi, sekarang mudah-mudahan anda bersiap menjadi eksportir untuk negeri kaya minyak tersebut.