HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XII OKTOBER 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Statistik kunjungan

Free counter and web stats

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 04 October, 2009

 

 

 

 

Berjabatan tangan dengan Afrika

Oleh : Elfani T. Prassanti & Nuradi Noeri

Ada gula ada semut, ada orang China pasti ada untung. Mungkin itulah gambaran mengenai potensi pasar Afrika dimana pengusaha China sudah cukup mendulang laba disana. Peluang yang perlu diamati dan direbut oleh dunia usaha Indonesia.

Afrika adalah pasar masa depan yang tidak dapat disepelekan begitu saja. Pasar Afrika terbentang mulai dari Cape Town sampai Tunisia dan dari Dakar ke Mogadishu. Sebagian negara Afrika mempunyai potensi sumber daya alam melimpah seperti minyak bumi, gas, uranium dan lainnya. Secara perlahan bebeberapa negara di Kawasan Sub Sahara Afrika mulai menikmati pertumbuhan yang positif yang juga ditandai oleh mulai masuknya investor asing ke setiap negara. Namun pendatang baru di pasar Afrika akan berhadapan dengan pengusaha Eropa yang telah bercokol disana ratusan tahun lamanya. Kehadiran investor dan pedagang Eropa erat kaitannya dengan hubungan sejarah sejak mereka menjajah Afrika. Saat ini, ribuan pengusaha China, Jepang dan Korea Selatan mulai merambah pasar Afrika.

 Indonesia mempunyai hubungan khusus dengan Afrika terutama setelah Konperensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hubungan tersebut terus semakin erat baik dalam kerangka bilateral maupun multilateral. Dalam peringatan KAA tahun 2005 di Jakarta lahirlah suatu forum baru yang dapat sebagai sarana untuk semakin mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Afrika yaitu Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika.

 

Etika bisnis

Nah, dalam melihat pasar Afrika dengan penduduk sekitar 700 juta jiwa ini, ada beberapa hal yang harus diketahui. Namun yang terpenting pengusaha asing yang masuk pasar benua hitam ini harus mengerti betul budaya bisnis setempat. Bagaimana cara mengenalkan diri pada pengusaha Afrika? Ini pertanyaan penting  karena keberhasilan dan kegagalan dalam berbisnis dengan Afrika tergantung pada kemampuan untuk membaca dinamika pasar Afrika. Konflik politik yang terjadi di sebagian negara Afrika juga mempunyai pengaruh dalam etika berbisnis dengan pengusaha Afrika.

 Ada beberapa hal yang harus diingat dalam berkomunikasi dengan pengusaha Afrika, pertama: mereka sangat sensitif terhadap kesalahan yang dilakukan orang asing dalam mengeja nama mereka, kedua: jangan bersikap merendahkan atau berprasangka buruk terhadap mereka, bersikap ragu-ragu, namun jangan pula bersikap merendahkan diri.

 Sejak kecil, masyarakat Afrika dididik untuk tidak menatap mata orang dewasa karena hal itu merupakan tindakan tidak sopan. Itulah sebabnya orang Afrika jarang menatap mata orang yang dihormatinya saat berbicara. Namun demikian dalam komunikasi bisnis tentu saja eyes contact diperlukan tapi tidak seperti pada masyarakat Timur Tengah dimana menatap mata lawan bicara sesering mungkin merupakan isyarat kepercayaan dan hormat.

 Masyarakat Afrika tidak menggunakan tangan kiri untuk menerima atau memberi hadiah karena dianggap tidak sopan. Hampir seluruh masyarakat Afrika suka memberi salam seperti ucapan selamat datang yang dilakukan berulang kali disertai jabatan tangan yang umumnya sangat erat. Tidaklah biasa bagi anak muda dan wanita untuk mengulurkan tangan terlebih dahulu, mereka umumnya menerima jabatan tangan dari orang lebih dewasa atau laki-laki.

 Masyarakat Afrika mempunyai beragam kebudayaan yang harus diketahui. Untuk masuk ke pasar Afrika, seseorang harus memahami pentingnya hubungan pribadi dalam kaitan bisnis dengan pengusaha Afrika serta pandangan mereka jenjang hirarki, pangkat dan umur. Satu hal lagi yang perlu dipelajari adalah African Time, istilah ini menjadi terkenal karena kebiasaan orang Afrika selalu santai dan umumnya telat dalam menepati janji. Kebiasaan ini harus agak ditolerir agar urusan bisnis dapat berjalan. Masyarakat Afrika juga terkadang membutuhkan waktu lama untuk memutuskan sesuatu apalagi menyangkut bisnis. Menunggu suara bulat dari kelompok bisnisnya sebelum melakukan sesuatu dan cenderung menghindari pertentangan terbuka dengan mitra bisnisnya.

 

Kiat masuk pasar Afrika

Pelajari negara atau sektor yang mempunyai potensi bisnis, hubungi Kedutaan Besar RI di negara tersebut dan kantor KADIN setempat. Lakukan identifikasi calon mitra bisnis dengan bantuan KBRI atau KADIN setempat. Dari data yang terkumpul, buatlah konsep strategi pemasaran yang nantinya akan dilengkapi setelah datang langsung ke lapangan.

Lakukan kunjungan ke negara tersebut dan atas bantuan KBRI dan KADIN setempat, adakan beberapa pertemuan dengan pengusaha di sektor yang akan dimasuki. Pelajari semua kebiasaan bisnis dan peraturan negara setempat.

 Tingkatkan kesabaran karena komunikasi dengan pengusaha Afrika tidak selancar seperti berbisnis di Asia. Gunakan terus bantuan KBRI terutama untuk memahami kebiasaan bisnis setempat, kalau perlu sewa konsultan profesional untuk lebih mengerti pasar Afrika. Pengusaha Eropa mengenal tiga P dalam berbisnis di Afrika yaitu pensiveness (berpikir secara mendalam), patience (kesabaran) dan perseverance (keteguhan hati). Dalam menghadapi keunikan budaya Afrika ini, inilah tiga kunci sukses pengusaha Eropa dalam mengeruk keuntungan selama ratusan tahun di benua hitam.

 Untuk meningkatkan jaringan bisnis, ikuti berbagai pameran internasional di Afrika. Masukan perusahaan Anda dalam katalog bisnis setempat kalau bisa juga memuat keterangan lengkap mengenai bidang usaha dan peluang bisnis yang ditawarkan.

 Nah, itulah sedikit cerita tentang peluang dan kiat bisnis di pasar Afrika. Dinamika pembangunan di benua ini perlu dipelajari, sebagian memang masih ada konflik namun di belahan lain menawarkan peluang besar. Ingat saja, kalau orang alias China sudah sampai disana pasti ada sesuatu yang menguntungkan.

 

Pasar potensial di Afrika

Dalam African Competitiveness Report yang diterbitkan oleh World Economic Forum, terdapat sejumlah negara Afrika yang mempunyai potensi bagus untuk berbisnis. Untuk tahun 2009, peringkat daya saing negara-negara Afrika adalah : 1.Tunisia, 2.Afrika Selatan, 3. Botswana, 4. Mauritius, 5. Maroko, 6. Namibia, 7. Mesir, 8. Gambia, 9. Kenya, 10. Nigeria.

 Laporan tersebut memuat tingkat daya saing negara-negara di Afrika berdasarkan estimasi pertumbuhan ekonomi jangka menengah dan perkembangan pendapatan perkapita. Peringkat ini juga didasarkan pada karakteristik perekonomian yang paling terkait dengan dunia bisnis seperti tingkat transparansi kebijakan nasional, kepemerintahan yang baik, sektor keuangan, ketersedian angkatan kerja, infrastruktur dan institusi.