|

Bicara
usaha kecil di forum besar
Oleh:
Nuradi Noeri
Forum
kerjasama ekonomi Asia Pasifik (APEC) ternyata menyimpan agenda besar
untuk memajukan usaha mikro, kecil dan menengah. UKM Indonesia dapat
menimba ilmu dari kegiatan pelatihan APEC SME.
PERHELATAN
besar itu diadakan di Jakarta dan Bogor. Puluhan kepala pemerintahan dan
delegasi negara sahabat memadati Jakarta. Sebagian masyarakat Jakarta
pasti ingat waktu itu banyak mobil mewah impor berseliweran di jalan
raya. Ya, waktu itu kita menjadi tuan rumah rangkaian pertemuan dan KTT
APEC tahun 1994. Itu terjadi lima belas tahun lalu, tapi sebenarnya
forum APEC itu ngomongin apa sih?
Kerjasama
Ekonomi
APEC
singkatan dari Asia Pacific Economic Cooperation (kerjasama ekonomi
negara-negara di kawasan Asia Pasifik). Gagasan pendirian APEC
dilontarkan pertama kali oleh Perdana Menteri Australia Bob Hawke tahun
1989. Setahun kemudian 12 negara termasuk Indonesia mendirikan forum
APEC. Karena forum ini menitik beratkan kerjasama ekonomi maka setiap
anggota termasuk negara disebut entitas Ekonomi. Termasuk negara? Ya,
karena ada anggota APEC yang bukan negara yaitu Hongkong. Saat ini APEC
beranggotakan 21 Ekonomi dan telah melaksanakan pertemuan puncak
sebanyak 16 kali yang diadakan setiap tahun sejak 1993.
Indonesia
menjadi tuan rumah pertemuan puncak APEC kedua setelah Amerika Serikat
pada tahun 1994. Pertemuan APEC di Bogor melahirkan sebuah deklarasi
yang disebut dengan Bogor Goals berisikan tekad APEC untuk
mewujudkan liberilasi perdagangan dan investasi pada tahun 2010 untuk
Ekonomi maju dan tahun 2020 untuk Ekonomi berkembang. “Untuk mencapai
Bogor Goals, kerjasama forum APEC didasarkan pada tiga pilar yaitu
Liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi serta kerjasama
ekonomi dan teknik” ujar Ibnu Hadi, Direktur Kerjasama Intra Kawasan
Asia Pasifik dan Afrika Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika
Departemen Luar Negeri.
Lebih lanjut
Ibnu Hadi menjelaskan bahwa liberalisasi perdagangan dan investasi ini
ditujukan untuk mengurangi proteksi yang dapat menyebabkan biaya tinggi.
Sehingga pasar anggota APEC akan lebih terbuka untuk perdagangan dan
investasi antar Ekonomi tanpa adanya hambatan baik tarif atau bukan
tarif. Sedangkan fasilitasi perdagangan dan investasi lebih difokuskan
pada pengurangan biaya transaksi dan peningkatan akses terhadap
informasi kebijakan dan penyelarasan kebijakan. Pilar terakhir adalah
kerjasama ekonomi dan teknik yang menyediakan pelatihan dan kerjasama
bidang pembangunan di seluruh Ekonomi anggota APEC.
Sejauh ini,
langkah konkrit apa yang telah ditempuh APEC dalam meningkatkan
kerjasama ekonomi diantara anggotanya? Forum ini ternyata telah
menelurkan sejumlah langkah konkrit yaitu antara lain adalah
mengupayakan penurunan cukai/tarif dan hambatan non tarif, memudahkan
proses imigrasi dengan menerbitkan APEC Business Travel Card,
kemudahan proses kepabeanan dan standardisasi serta menciptakan kondisi
perekonomian yang lebih efisien.
UKM dalam
APEC
Bagaimana
dengan peran APEC dalam pengembangan UKM? Ternyata masalah pengembangan
UKM dalam forum APEC cukup siginifikan. “Kerjasama dan pengembangan UKM
adalah agenda penting dalam forum APEC” ujar Ibnu Hadi. Untuk urusan UKM
ini dibentuk sebuah kelompok kerja bahkan terdapat pertemuan tingkat
Menteri khusus UKM. Bila melihat skala perdagangan Ekonomi anggota APEC,
tidaklah mengherankan bila perhatian para Ekonomi APEC begitu besar bagi
pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah. UKM ternyata memainkan
peran penting dalam perekonomian di sebagian besar Ekonomi anggota APEC,
termasuk negara besar seperti Amerika Serikat.
Kelompok
kerja UKM APEC telah mengadakan pertemuan 28 kali. Apa saja yang telah
dibahas dalam pertemuan sebanyak itu? “Sejumlah upaya untuk meningkatkan
perkembangan UKM telah dibahas oleh pakar2 UKM dari Ekonomi anggota APEC”
jelas Ibnu Hadi. Program yang dirancang terutama untuk mengatasi
kelemahan yang dimiliki UKM. Fokus utama terletak pada pengembangan
kemampuan sumber daya manusia. Mulai dari pengetahuan mengenai iklim
bisnis, kemampuan manajerial, manajemen periklanan, kemampuan inovasi,
pemanfaatan teknologi, pendanaan sampai manajemen untuk mempertahankan
kewirausahaan. Sebagian program tersebut diwujudkan dalam bentuk
pelatihan dan seminar. Untuk tahun 2009, rencana kerja Kelompok Kerja
UKM APEC adalah mempermudah akses pasar internasional untuk UKM dan
mengatasi hambatan perdagangan. Untuk menghadapi dampak krisis global,
sejumlah seminar dan simposium telah diselenggarakan di beberapa Ekonomi
anggota APEC.
Lantas, apa
manfaat yang dapat dipetik oleh UKM Indonesia? Banyak manfaat yang dapat
digunakan oleh UKM kita.
Perkembangan UKM di setiap Ekonomi anggota APEC tidaklah sama,
kesenjangan ini justru menciptakan kerjasama untuk tukar pengalaman dan
alih teknologi serta kerjasama teknik lainnya.
APEC telah mengadakan
sejumlah workshop yang dilaksanakan oleh UKM APEC Indonesia termasuk
pelatihan. Dalam bulan Oktober 2009 ini akan diadakan sebuah workshop
dan pelatihan mengenai pendirian trading house untuk memperkuat jaringan
internasional UKM di Yogyakarta.
Itulah
sedikit gambaran bagaimana kerasnya upaya APEC untuk memikirkan kemajuan
sektor UKM. Mungkin banyak yang belum tahu mengenai kegiatan pelatihan
dan seminar UKM APEC karena frekuensi kegiatannya memang tidak banyak.
Paling tidak forum besar ini membicarakan usaha kecil, supaya cepat
besar...
Anggota APEC
Australia
Brunei Darussalam
Kanada
Chile
RRC
Hong Kong
Indonesia
Jepang
Korea Selatan
Malaysia
Meksiko
Selandia Baru
Papua Nugini
Peru
Filipina
Rusia
Singapura
Taiwan
Thailand
Amerika Serikat
Viet Nam
|