HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

FIGUR EDISI I 2006

Diplomasi batik Mandela

Oleh: Staff AKSES

 

NELSON Mandela pertama kali mengenakan batik saat konfe-rensi APEC di Bogor pada 1994. Tak seorang pun menyangka tokoh kharismatis ini bakal terus lengket dengan busana tradi-sonal Indonesia tersebut. Mantan Presiden Soeharto pun sempat dibikin terhenyak ketika menerima Nelson pada kunjungan kenegaraan pada 1997.

Saat itu , Mandela yang ketika itu menjabat Presiden Afrika Selatan sudah “menyalahi” kelaziman protokoler dalam hal berbusana. Ia muncul di Istana Negara dengan kemeja batik lengan panjang bermotif burung merak, yang dikancingkan sampai ke leher. Adapun tuan rumah mantan Presdien Soeharto mengenakan pakaian sipil lengkap: jas biru tua, berdasi dan berpeci hitam. Penampilan Mandela sontak mengembuskan suasana hangat. Tak hanya bertemu dengan pejabat Indonesia Mandela berbatik ria. Ia sering mengenakannya saat menghadfiri forum –forum Internasional. 

Nelson, kini 90 tahun mengaku dekat dengan Indonesia. Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 1993 itu mengatakan tak melupakan bantuan Indonesia atas perjuangannya. Indonesia dulu memang mendukung upaya-upaya menghapus sistem apartheid di Afrika Selatan. Di balik wajahnya yang serius dan pidatonya yang berat-berat, ternyata Nelson Mandela dalam satu dua kesempatan tak segan melemparkan joke. “Semua pengalaman ini terjadi di Eropa,” kata Mandela dengan mimik wajah serius.

Dalam sebuah acara, katanya, beberapa orang wanita datang merubungi dan menyalami dengan antusias, dan berkata, “Wah senang rasanya bisa bertemu dengan Anda.” Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan Mandela. “Akan tetapi setelah beberapa meter, salah seorang dari wanita itu kembali kepada saya dan bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, sebenarnya siapakah Anda?” Seluruh wartawan tertawa gerr.

Kejadian lain, menurut Mandela, dialaminya pada saat ia diwawancarai secara khusus oleh seorang wartawati Eropa. “Rupanya dia tidak senang dengan saya,” kata Mandela dengan wajah dibuat sedih, “wanita itu berkata, Tuan Nelson Mandela, saya pikir Anda adalah seorang lelaki tua yang bodoh.” Lalu apa jawaban Mandela? Sambil tersenyum bijak ia berkata, “Nona, bisakah Anda mengatakannya dengan lebih diplomatis?” Mendengar humor itu, wartawati Eropa itu pun tersenyum kecut.