HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XI APRIL 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 26 April, 2009

 

 

 

 

Cabe rawit dari padang pasir

Oleh : Sunarti Ichwanto

Kuwait dan Bahrain adalah dua diantara raja-raja minyak di Timur Tengah. Kemampuan finansial mereka yang besar menjadikan pasar negeri gurun ini potensial bagi berbagai produk impor termasuk Indonesia.

Kuwait yang luasnya lebih sempit dibanding Propinsi Bangka Belitung, dengan penduduk 2,6 juta, mempunyai pendapat per kapita USD 39.300. Sedangkan Bahrain, negara kepulauan dengan pantainya sepanjang 161 km, luasnya lebih kecil dibanding Jakarta, dan hanya dihuni tidak lebih dari setengah juta orang, mempunyai pendapat per kapita USD 20.500. Tidak mengherankan bila nilai mata uang setempat juga kuat, satu dolar Amerika Serikat (AS) sama dengan 0,3 Dinar Kuwait atau 0,7 Dinar Bahrain.  

Kucuran minyak dan hasil olahannya menyumbang 95% devisa negara bagi Kuwait dan 60% bagi Bahrain. Rakyatnya berkecukupan dan mampu memenuhi segala kebutuhan dengan daya beli sangat tinggi. Hampir seluruh bahan kebutuhan dari mesin, kendaraan, hingga kebutuhan rumah tangga dipenuhi oleh produk impor.

Sekalipun mitra dagang utama Kuwait dan Bahrain adalah Jepang, Korea Selatan, AS, Singapura, Jerman, Inggris, Saudi Arabia, Italia, Perancis, dan China, bukan berarti produk-produk Indonesia tidak dikenal. Barang-barang dari Indonesia yang diminati adalah dari suku cadang kendaraan bermotor, kertas, semen, plywood, karet, mebel, keramik, elektronik, arang, bahan bangunan, garmen, tekstil, bahan makanan, peralatan dapur hingga alat-alat rumah tangga. Sayangnya, barang-barang tersebut diperoleh dari negara ketiga, seperti Persatuan Emirat Arab.

Krisis ekonomi dunia juga singgah di negeri-negeri gurun ini. Namun para pengamat ekonomi di kawasan menyatakan bahwa dampak krisis global di negeri-negeri minyak ini hanya berpengaruh pada sektor perbankan, investasi, dan real estate. Selebihnya aman, karena cadangan devisanya yang sangat mapan. Mudah-mudahan ramalan ini benar mengingat dampak krisis ekonomi belum sepenuhnya terasa di seluruh dunia.

Kalangan usaha Kuwait dan Bahrain selalu mengungkapkan keinginannya untuk memperluas hubungan dagang dengan Indonesia. Kedua negara ini seperti halnya Persatuan Emirat Arab, menerapkan sistim perdagangan terbuka. Tidaklah aneh bila negara-negara ini dibanjiri oleh produk impor dari berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.  Produk Indonesia di Kuwait dan Bahrain mempunyai citra yang positif, bermutu, dan harga yang bersaing. Saatnya Indonesia merengkuh peluang dan menembus pasar kedua negara ini, kecil kecil cabe rawit....