|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Katakanlah si Achmad Syafruddin, pedagang kecil yang berjualan sembako di salah satu pasar tradisional di Makasar. “Dengan modal yang dimiliki setelah di PHK tahun 1997 akibat krisis ekonomi, dia mencoba banting stir. Namun ketika ingin mengembangkan usahanya dia mengalami kesulitan, walau sudah mencoba meminjam di berbagai bank”, ungkapnya ketika ditemui AKSES. “Sekarang saya sudah bisa tersenyum berkat menjadi anggota koperasi Simpan Pinjam Multi Niaga dan memperoleh bantuan yang diinginkan dengan proses dan prosedur yang mudah dan cepat”, ujar Achmad lagi. Cerita tersebut adalah sekelumit potret yang sering dihadapi oleh sebagian besar pengusaha kecil dan menengah di Sulawesi Selatan pada masa lalu, ketika ingin memperoleh modal usaha untuk pertama kali melakukan bisnis atau mengembangkan usahanya agar lebih luas. “
Dituturkannya lebih lanjut, “diawal berdirinya KSP Multi Niaga ini anggotanya hanya dari kalangan keluarga dan memiliki 4 karyawan yang juga dari kalangan keluarga. Seiring berjalannya waktu dan berbekal pengalaman yang diperolehnya ketika bekerja di Bank Niaga, H. Mubyl Handaling mengelola KSP Multi Niaga secara professional seperti layaknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR), sehingga dalam waktu singkat berkembang pesat dan memiliki 9 kantor cabang. Saat usianya baru dua tahun (1997) KSP Multi Niaga mendapat penghargaan sebagai Koperasi Terbaik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan Koperasi Terbaik Kedua tingkat Nasional.” “Pada tahun 2001 KSP Multi Niagadinobatkan sebagai koperasi berprestasi dan pada tahun yang sama statusnya meningkat menjadi Koperasi Primer Nasional. Dengan statusnya tersebut memungkinkan KSP Multi Niaga melebarkan sayapnya ke luar Provinsi Sulawesi Selatan yaitu ke Kalimantan dan ke Provinsi-provinsi lainnya di Sulawesi, sehingga pada Desember 2004 telah memiliki 22 kantor cabang dengan jumlah anggota sebanyak 19 ribu orang lebih dan karyawan 600 orang. Modal yang dipinjamkan kepada UKM ini berkisar 10 juta sampai 25 juta rupiah dan mereka mengembalikan setiap harinya antara 5 ribu sampai 10 ribu rupiah per harinya”, kata H. Natsirmenerangkan. Usahanya terus berkembang, sejak Februari 2005 merambah ke Pulau Jawa dan saat ini memiliki 25 kantor cabang termasuk di Jakarta, Bekasi dan Depok dan asetnya telah mencapai 50 milyar rupiah”, ujar H. Natsir Muhammad. Diantara jaringan kantor tersebut terdapat dua kantor unit khusus untuk pegawai negeri dan unit khusus syariah. Dituturkan pula rencana perluasan jaringan kantor cabang yang akan merambah wilayah Jawa Barat, Pulau Bali dan Nusa Tenggara. “Kiat yang diterapkan mengapa KSP Multi Niaga ini berkembang pesat dalam waktu yang relatif singkat, tidak lain karena para pengelola secara bersama memegang teguh prinsip transparansi dan akuntabilitas. Inovasi produk yang dilaksanakan sejalan dengan membangun kepercayaan publik yang ditunjang aplikasi manajemen perbankan dan profesionalisme sumber daya manusia. Dengan adanya rasa kebersamaan dan dilakukan secara bersama, membuat KSP Multi Niaga seperti sekarang ” tambah Badaruddin.
Atas segala
usaha dan jerih payahnya membantu para usaha kecil dan menengah di Kawasan
Timur Indonesia yang dampaknya sangat dirasakan dan dapat meningkatkan
pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan rakyat, H. Mubyl Handaling, Presiden
Direktur KSP Multi Niaga pada tanggal 21 Desember 2006 yang lalu memperoleh
Tanda Penghagaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pada
acara Malam Ajang Apresiasi Bagi Entrepreneur UKM yang diselenggarakan
Majalah SWA. Selamat dan Sukses!
|