HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi IX JUNI 2008

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 20 September, 2008

 

 

 

International Travel Expo di Ho Chi Minh City

Tanggal 12 – 14 Sepember 2008 telah diadakan sebuah pameran pariwisata internasional di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Pameran ini diadakan oleh pemerintah Vietnam, Laos dan Kamboja.

Pameran yang bertema “Mesmerizing Charms of Cambodia, Laos, Vietnam: Three countries One destination” ini diikuti oleh 210 peserta dari 13 negara terutama ASEAN. Walaupun mempunyai tema utama mengenai promosi pariwisata namun dalam pameran ini juga diadakan pameran dagang, budaya dan investasi. Selama pameran juga diadakan temu usaha antara peserta dan pengunjung.

KJRI Ho Chi Minh City (HCMC) mengisi sebuah booth karena tidak ada perusahaan Indonesia yang hadir dalam pameran ini. Booth KJRI diisi dengan berbagai brosur tujuan wisata di Indonesia serta memberikan keterangan mengenai potensi pariwisata Indonesia kepada para pengunjung pameran. Stand KJRI juga dipenuhi oleh produk kerajinan tangan, lukisan, pakaian daerah serta alunan lagu-lagu daerah. Tercatat lebih dari 200 pengunjung datang ke stand KJRI dan mendapatkan brosur-brosur pariwisata Indonesia.

Menurut pengamatan KJRI HCMC, sudah waktunya bagi pengusaha Indonesia untuk mulai meilirik pasar Vietnam. Pertumbuhan ekonomi yang terus meninggi menjadikan negara ini semakin potensial untuk digarap. Sejumlah negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina nampak mulai berupaya mencari dan memanfaatkan pasar Vietnam. (Sumber KJRI HCMC)

 

 

Ongwediva Annual Trade Fair (OATF)

OATF adalah salah satu pameran tahunan yang terbesar di Namibia. Pameran itu diselelenggarakan oleh Ongwediva Town Council di kota Ongwediva, Namibia. Sebanyak 486 peserta dari negara tuan rumah dan sebelas negara lainnya ikut dalam pameran ini. Dalam pameran ini Indonesia diwakili oleh Kedutaan Besar RI di Windhoek.

Stand KBRI mempromosikan berbagai produk seperti produk makanan cepat saj, permen, makanan suplemen dan produk perwatan kulit bayi. Selain itu pengunjung juga dipersilahkan untuk mencicipi mi instan dan rokok kretek Indonesia.

Untuk mempromosikan budaya Indonesia, KBRI mendatangkan penari dari Institute Seni Indonesia Yogya untuk mementaskan tarian-tarian tradisional Indonesia. Pertunjukan itu diliput oleh media setempat serta mewawancarai para penari usai pertunjukan.

Nambia adalah salah satu negara di Afrika yang paling stabil. Walapun jumlah penduduknya sekitar 2 juta jiwa dengan pendapatan perkapita US$ 3.553 dan pertumbuhan ekonomi 4%, negara ini menjadi prospektif bagi negara-negara sekitar terutama di luar Afrika.

Nilai ekspor Indonesia ke Namibia pada tahun 2007 mencapai US$ 6,8 juta dan aktifitas perdagangan Indonesia dengan Namibia masih menunjukkan surplus bagi Indonesia.

Melihat potensi yang dimiliki Namibia ditambah Angola (sebagai negara akreditasi rangkapan KBRI Windhoek) dengan jumlah penduduk sebesar 13 juta jiwa yang memiliki pendapatan perkapita US$ 5.600 (2007) maka pasar ini cukup potensial untuk dimanfaatkan.

Produk Indonesia yang dapat masuk ke pasar Namibia adalah Indomie, sepatu olah raga, produk karet dan turunannya (ban mobil, kondom), semen, kertas foto kopi, ubin keramik, barang pecah balah, berbagai produk pembersih, minuman kesehatan, mainan anak2, alat2 pertanian, pompa air dan generator listrik. (Sumber: KBRI Windhoek)

 

 

Ramadhan nights di Doha

Qatar Foundation, sebuah yayasan yang didirikan oleh Emir Qatar yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, mengundang KBRI Doha untuk berpartisipasi dalam pameran Ramadhan Nights. Kegiatan ini ditujukan bagi negara-negara Muslim untuk memperkenalkan kebudayaan terutama makanan dan kerajinan tangan dalam bulan Ramadhan.

Selain Indonesia, sejumlah negara Islam lainnya ikut memeriahkan acara ini. Stand Indonesia memamerkan beberapa jenis produk kerajinan tangan dan mebel. Selain itu, sejumlah jenis makanan dan minuman khas Indonesia juga disajikan kepada pengunjung untuk dicicipi.

Untuk promosi seni dan budaya, KBRI Doha mendatang sebuah kelompok pencak silat dari Indonesia untuk mempertontonkan kebolehannya dalam pameran ini. Dalam pertunjukan seni, KBRI Doha menampilkan koloborasi angklung dan band.