|
Edisi XII OKTOBER 2009
Statistik kunjungan
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 24 December, 2009
|
Pameran dagang di Windhoek, Namibia
China International Foodstuff Guangzhou Exposition 2010 The Organization Committee of the 6th China International Foodstuff (Guangzhou) Exposition mengundang pengusaha makanan dan minuman serta pihak-pihak terkait di Indonesia untuk turut serta dalam The 6th China International Foodstuff (Guangzhou) Exposition (CIFE) yang akan digelar pada 13-15 Mei 2010 di China Import and Export Fair (Pazhou) Complex, Guangzhou, RRT. Perhelatan ini didukung Kementerian Perdagangan RRT dan The China Chamber of Commerce of Import and Export of Foodstuff, Native Produce and Animal By-Products (CFNA).CIFE adalah pameran makanan dan minuman yang digelar setiap tahun. Pameran ini bertujuan memerkenalkan dan menyebarkan informasi mengenai konsep dan produk makanan-minuman baru ke seluruh RRT. Pun pameran ini menjadi media yang membantu perusahaan makanan-minuman lokal dan asing untuk mempromosikan produk makanan-minuman berkualitas mereka ke pasar RRT dan dunia. Pada CIFE ke-5 yang baru saja berlalu di tahun ini, area pameran mencapai 11.000 meter persegi. Sebanyak 535 perusahaan makanan dan minuman dari dalam negeri maupun luar negeri berpartisipasi meramaikan pameran. Tercatat sekitar 45.000 pengunjung hadir. Di antara mereka terdapat 12.000 pembeli profesional. Kali ini pameran akan dibagi ke dalam sejumlah area: Overseas Pavillion & Domestic Region Pavillion, Wine and Spirit, Drink Area, Grain and Oil & Accessories Materials, Snack Food, Green and Organic Food, and Machinery and Packaging Area. Peminat pameran bisa menghubungi The Organization Committee, ATTN Ms. Cathy Ho, Tel. (0086) 2087517298, Fax. (0086) 2087517368, Ponsel (0086) 13512740205, Skype: CathyHo509, dan email cathy.ho.cife@gmail.com. Peminat bisa juga menghubungi ATTN Ms. Tiffany Tan, Tel. (0086) 2085518102, atau di nomor Fax. (0086) 2087517368, atau email xtingfuya@gmail.com. Situs yang dapat dikunjungi adalah www.fuyaexpo.com dan www.cifexpo.com. (Sumber: KJRI Guangzhou)
PAMERAN EKSPOR IMPOR DI KAMBOJA Indonesia akan berpartisipasi dalam the 4th Cambodia Import-Export and One Province One Product Exhebition 2009 di Kamboja, pameran yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan Pemerintahan Kamboja akan digelar pada tanggal 15 – 18 Desember 2009 bertempat di Mondial Exhebition Centre, Phnom Phen. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan produk – produk yang dihasilkan oleh provinsi yang ada di Kamboja kepada dunia Internasional terutama produk Tekstil, Garmen, Perhiasan, Produk Pertanian dan Perikanan serta menginformasikan peluang – peluang investasi dan perdagangan di Kamboja. Kegiatan lain yang juga diadakan pada pameran kali ini adalah Forum on Business and Invesment, Trade Discussions dan Workshop on Trade Improvement and Exhebition. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi : Sdri. Dewi Petroliza atau Sdr. R. Eko Indiarto R. Kedutaan Besar Republik Indonesia, Phnom Penh No. 1, Street 466, Phnom Penh-Cambodia HP : +(855) 12813020/12813902 Telp. : (855-23) 217934, 216148 Fax. : (855-23) 217947, 217566 Email : ittp2009@yahoo.com Sumber : Departemen Luar Negeri/
Pekan Promosi Budaya Indonesia di Korea Selatan Pada tanggal tanggal 21 September – 1 Oktober 2009, KBRI Seoul bekerja sama dengan MIZY Seoul Youth Center for Cultural Exchanges, lembaga di bawah Korean National Commissions for UNESCO dan dikoordinasikan oleh Seoul Metropolitan Government, telah menyelenggarakan Pekan Promosi Budaya Indonesia bertempat di MIZY Center, Seoul. Selama Pekan Promosi Budaya Indonesia tersebut, telah diselenggarakan serangkaian acara untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Korsel, yang terdiri dari Pameran Barang-barang Kerajinan dan kesenian Indonesia (a.l. seperangkat alat musik gamelan, angklung, patung-patung dari berbagai daerah, dan batik), Pameran Foto Indonesia, Ceramah oleh Duta Besar RI Seoul (28 September 2009), Pengenalan Musik Angklung dan Poco-poco (29 September 2009), Diskusi Mahasiswa Indonesia dan Korea, dan demonstrasi membuat Pisang Goreng (30 September 2009) bersama masyarakat dan pelajar Korea. Ceramah Duta Besar RI Seoul oleh sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Seoul dan sekitarnya. Dalam ceramah tersebut, Duta Besar RI Seoul menyampaikan perkembangan-perkembangan terbaru dalam hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan yang mendapat tanggapan antusias dari para peserta. Para mahasiswa tersebut menanyakan berbagai permasalahan seperti isu-isu yang dihadapi oleh TKI di Korsel, ideologi Indonesia dan pengaruh budaya Islam dari Timur Tengah terhadap budaya Islam di Indonesia, pandangan Indonesia terhadap perkembangan nuklir di Korea Utara dan hubungan kedua Korea, serta masalah biofuel dan multibudaya di Indonesia. Semua pertanyaan tersebut ditanggapi langsung oleh Duta Besar RI Seoul dengan memberikan paparan yang membuka wawasan para mahasiswa tersebut tentang hubungan Indonesia dan Korsel. Pengenalan musik Angklung dilakukan secara interaktif yang melibatkan para hadirin dan dipandu oleh salah satu instrukur Angklung dari Saung Angklung Udjo Bandung yang kebetulan sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Korsel. Para peserta tampak sangat antusias memainkan beberapa lagu Indonesia, Eropa, dan juga Korea. Bahkan mereka pun mengutarakan kekagumannya karena angklung juga dapat digunakan untuk memainkan lagu-lagu tradisional Korea. Pada sesi pengenalan tarian Poco-poco, para peserta juga sangat gembira ketika mengetahui bahwa tarian tersebut juga dapat ditarikan dengan diiringi lagu-lagu pop Korea. Forum Diskusi yang sekitar 50 mahasiswa Indonesia dan Korea telah berlangsung dengan sukses. Para mahasiswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi kelompok membicarakan berbagai topik pembahasan yang berkisar masalah perbedaan sudut pandang masyarakat Indonesia dan Korea terhadap berbagai masalah, misalnya karir, gender, agama, keluarga multibudaya, dan permasalahan kaum muda. Hasil diskusi tersebut kemudian disampaikan dalam sebuah diskusi pleno. Pisang Goreng sengaja dipilih sebagai makanan khas Indonesia yang diperkenalkan kepada para pelajar dan masyarakat di Korsel mengingat bahan-bahan dasarnya mudah diperoleh dan cara pembuatannya pun mudah sehingga dapat dipraktekkan di rumah mereka masing-masing. Semua peserta dengan antusias ikut mencoba mempraktekkan cara membuat pisang goreng dengan mengikuti panduan instruktur dari KBRI. Setelah demonstrasi selesai, para peserta diberi kesempatan untuk menikmati bersama hasil praktek mereka tersebut. Secara keseluruhan, program tersebut telah berlangsung dengan sukses dan meriah. Promosi budaya yang ditujukan kepada masyarakat Korsel tersebut telah mencakup segala lapisan, mulai dari pelajar dan mahasiswa, serta orang tua murid yang ikut datang untuk mengantarkan putra-putrinya dan akhirnya ikut terlibat dalam kegiatan promosi itu sendiri.
|