Pemerintah mencanangkan
tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Kontribusi sektor ini pada
PDB nasional lumayan besar yaitu 6,3%. Sebuah peluang untuk mengatasi
lesunya perekonomian akibat badai krisis.
PARNO termangu ketika
membaca spanduk besar bertuliskan Pameran
Produk Kreatif Indonesia 2009 didepan gedung
Jakarta Convention Centre. “Produk kreatif kuwi opoyo?”
pikir lelaki asli Wonogiri ini heran. Sebagai pegawai honorer pada
sebuah instansi pemerintah yang jarang membaca koran, Parno mungkin
tidak tahu pameran apa yang berlangsung dalam gedung megah itu. Dari
lobi luar, lobi tengah sampai ballroom terlihat penuh oleh
puluhan stand yang memamerkan aneka produk. Barang yang
dipromosikan itu disebut produk industri kreatif. Dilantai basement
berlangsung kegiatan konvensi berupa seminar dan Dialog dengan sejumlah
Duta Besar RI di sejumlah negara mengenai perkembangan industri kreatif.
Apa sih industri kreatif itu?
Definisi industri kreatif
Istilah industri kreatif
dikenal sejak tahun 1997 ketika pemerintah Inggris mengelompokkan
sejumlah jenis industri sebagai industri kreatif. Kemudian seorang
pengusaha Inggris bernama John Howkins dalam sebuah bukunya berjudul
Creative Economy, How People Make Money from Ideas pada tahun 2001
telah mempopulerkan jenis industri ini ke seantero dunia. Arti dari
industri kreatif itu sendiri adalah kegiatan pemanfaatan kreatifitas,
ketrampilan dan bakat individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan
peningkatan kesejahteraan bagi pelakunya. Singkatnya, semua kegiatan
menciptakan suatu produk berdasarkan gagasan orisinil dinamakan industri
kreatif.
Parno mengangguk paham
ketika membaca definisi industri kreatif pada brosur Pekan Produk
Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 di depan pintu masuk ruang pameran. “Ooo..
berarti dulu saya pelaku industri kreatif juga” gumamnya mengenang
pekerjaan dulu di kampung membuat dan menjual monyet-monyetan dari sabut
kelapa. Parno betul, namun ruang lingkup industri kreatif ternyata
sangat luas dan beragam. Bayangkan saja, semua jenis kegiatan penambahan
nilai berdasarkan ide asli atau kreatifitas, sangat susah untuk ditebak
karena kreatifitas manusia terus berkembang. Komoditi industri kreatif
ini pun berumur sangat pendek karena akan muncul ide baru untuk
memproduksi produk yang lain lagi.
Terdapat sekitar 15 sektor
industri kreatif diantaranya kerajinan, seni, arsitektur, fashion,
piranti lunak dan film. Industri kreatif terdapat disetiap negara dan
mempunyai karakteristik dan perkembangan yang berbeda antara satu negara
dengan lainnya. Di negara industri maju seperti Inggris misalnya,
industri kreatif didominasi oleh sektor berbasis informasi teknologi
seperti software komputer dan games. Sedangkan industri
kreatif di negara berkembang seperti Indonesia lebih banyak pada sektor
yang berbasis budaya seperti kerajinan dan fashion.
Industri kreatif di
Indonesia
“Kontribusi industri kreatif
dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 6,3 % pada tahun
2002-2008” ujar Menteri Perdagangan RI pada sidang pleno PPKI 2009 bulan
Juni lalu. Persentase sumbangan industri kreatif Indonesia pada PDB
ternyata tidak terpaut jauh dengan negara maju seperti Inggris yaitu
7,9%. Sejumlah negara maju lainnya seperti Australia dan Selandia Baru
bahkan di bawah Indonesia.
Jumlah penyerapan tenaga
kerja oleh industri ini pun cukup besar yaitu 5,4 juta dan mengalami
perkembangan setiap tahunnya. Peluang kerja yang tercipta oleh industri
kreatif ini dapat mengurangi pengangguran yang meningkat akibat hantaman
badai krisis ekonomi dunia. Setelah mendapatkan sedikit pelatihan
seseorang sudah dapat menjadi insan kreatif dan mencipta produk sesuai
dengan kemampuannya. Apalagi bila dalam kurikulum pendidikan kita
terdapat pelajaran mengenai kiat mengembangkan kreatifitas dengan porsi
yang besar. Dengan bekal ilmu pengembangan kreatifitas yang cukup maka
potensi budaya Indonesia yang sangat besar itu dapat tergali dan
diwujudkan dalam produk kreatif dengan kualitas bersaing.
Departemen Perdagangan RI
telah menetapkan 14 sektor industri kreatif Indonesia (lihat box) dimana
sektor fashion dan kerajinan menduduki tempat teratas dalam total
ekspor produk industri kreatif tahun 2008. Studi yang dilakukan
Departemen Perdagangan RI terhadap industri kreatif tahun 2007
menunjukkan bahwa produk unggulan sektor kerajinan adalah batik, mebel,
ukiran dan anyaman. Sedangkan daerah yang memiliki peran besar dalam
perkembangan industri kreatif antara lain adalah Bandung, Surabaya,
Denpasar, Solo, Malang dan Banyuwangi.
Berbasis TIK
Perkembangan industri
kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia
masih rendah. “Potensi sektor tradisional dapat ditingkatkan menggunakan
TIK melalui e-commerce” ungkap Menteri Perdagangan RI dalam
seminar PPKI 2009. Sektor industri kreatif memang dapat memanfaatkan TIK
untuk memacu perkembangannya. Dalam industri fashion, kerajinan atau
mebel misalnya, TIK berperan mulai proses kreatifitas itu sendiri,
proses disain, promosi sampai penjualan dan distribusi. Selain lebih
cepat dan praktis, penggunaan unsur TIK juga dapat menekan biaya
misalnya dalam kegiatan promosi melalui internet.
Sektor TIK juga dapat
membantu sektor industri kreatif lainnya seperti musik. Biasanya orang
membeli CD untuk memiliki sebuah koleksi lagu, namun saat ini lagu
kesayangan kita dapat dinikmati melalui ring tone telepon genggam.
Pemasaran musik melalui ring tone telepon genggam yang dimiliki
sekian puluh juta orang tentu saja sangat efektif.
Alunan lagu jawa melantun
dari telepon genggam Parno, sebuah SMS dari kantor memintanya segera
kembali. Parno melangkah cepat keluar gedung pameran JCC. Sebuah rencana
membulat di benaknya, pulang kampung dan mulai berkreasi memanfaatkan
sumber daya yang ada...
Sektor industri kreatif Indonesia
Periklanan:
kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara
lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, produksi
material iklan, promosi, dan lainnya
Arsitektur:
kegiatan yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi
produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota,
konservasi bangunan warisan,
Pasar seni dan barang antik:
kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan,
produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar
swalayan, dan internet.
Kerajinan:
kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk
kerajinan
Desain:
kegiatan yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior,
pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.
Desain Fesyen:
kegiatan yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas
kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode
dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta
distribusi produk fesyen.
Video, Film dan Fotografi:
kegiatan yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan
jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film.
Permainan interaktif:
kegiatan yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi
permainan komputer dan video
Musik:
kegiatan yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan
ritel rekaman suara, promosi musik, pertunjukan musik, dll.
Seni Pertunjukan:
kegiatan yang berkaitan dengan produksi pertunjukan seperti
balet, tarian tradisional, dll termasuk tur musik etnik, desain
dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dll
Penerbitan & Percetakan
: kegiatan yang terkait dengan dengan penulisan konten dan
penerbitan buku dan media cetak lainnya dan konten digital.
Layanan Komputer dan piranti lunak:
kegiatan yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi
termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak,
desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak dll
Televisi & radio:
kegiatan yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan
pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.
Riset dan Pengembangan:
kegiatan yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan
penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan
tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses
baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru
yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.