HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XII OKTOBER 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Statistik kunjungan

Free counter and web stats

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 04 October, 2009

 

 

 

 

Menyulap awang-awang menjadi uang

Oleh : Nuradi Noeri

Pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif. Kontribusi sektor ini pada PDB nasional lumayan besar yaitu 6,3%. Sebuah peluang untuk mengatasi lesunya perekonomian akibat badai krisis.

PARNO termangu ketika membaca spanduk besar bertuliskan Pameran Produk Kreatif Indonesia 2009 didepan gedung Jakarta Convention Centre. “Produk kreatif kuwi opoyo?” pikir lelaki asli Wonogiri ini heran. Sebagai pegawai honorer pada sebuah instansi pemerintah yang jarang membaca koran, Parno mungkin tidak tahu pameran apa yang berlangsung dalam gedung megah itu. Dari lobi luar, lobi tengah sampai ballroom terlihat penuh oleh puluhan stand yang memamerkan aneka produk. Barang yang dipromosikan itu disebut produk industri kreatif. Dilantai basement berlangsung kegiatan konvensi berupa seminar dan Dialog dengan sejumlah Duta Besar RI di sejumlah negara mengenai perkembangan industri kreatif. Apa sih industri kreatif itu?

 

Definisi industri kreatif

Istilah industri kreatif dikenal sejak tahun 1997 ketika pemerintah Inggris mengelompokkan sejumlah jenis industri sebagai industri kreatif.  Kemudian seorang pengusaha Inggris bernama John Howkins dalam sebuah bukunya berjudul Creative Economy, How People Make Money from Ideas pada tahun 2001 telah mempopulerkan jenis industri ini ke seantero dunia. Arti dari industri kreatif itu sendiri adalah kegiatan pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan dan bakat individu untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan peningkatan kesejahteraan bagi pelakunya. Singkatnya, semua kegiatan menciptakan suatu produk berdasarkan gagasan orisinil dinamakan industri kreatif.

Parno mengangguk paham ketika membaca definisi industri kreatif pada brosur Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) 2009 di depan pintu masuk ruang pameran. “Ooo.. berarti dulu saya pelaku industri kreatif juga” gumamnya mengenang pekerjaan dulu di kampung membuat dan menjual monyet-monyetan dari sabut kelapa. Parno betul, namun ruang lingkup industri kreatif ternyata sangat luas dan beragam. Bayangkan saja, semua jenis kegiatan penambahan nilai berdasarkan ide asli atau kreatifitas, sangat susah untuk ditebak karena kreatifitas manusia terus berkembang. Komoditi industri kreatif ini pun berumur sangat pendek karena akan muncul ide baru untuk memproduksi produk yang lain lagi.

Terdapat sekitar 15 sektor industri kreatif diantaranya  kerajinan, seni, arsitektur, fashion, piranti lunak dan film. Industri kreatif terdapat disetiap negara dan mempunyai karakteristik dan perkembangan yang berbeda antara satu negara dengan lainnya. Di negara industri maju seperti Inggris misalnya, industri kreatif didominasi oleh sektor berbasis informasi teknologi seperti software komputer dan games. Sedangkan industri kreatif di negara berkembang seperti Indonesia lebih banyak pada sektor yang berbasis budaya seperti kerajinan dan fashion.

 

Industri kreatif di Indonesia

“Kontribusi industri kreatif dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sekitar 6,3 % pada tahun 2002-2008” ujar Menteri Perdagangan RI pada sidang pleno PPKI 2009 bulan Juni lalu.  Persentase sumbangan industri kreatif Indonesia pada PDB ternyata tidak terpaut jauh dengan negara maju seperti Inggris yaitu 7,9%. Sejumlah negara maju lainnya seperti Australia dan Selandia Baru bahkan di bawah Indonesia.

Jumlah penyerapan tenaga kerja oleh industri ini pun cukup besar yaitu 5,4 juta dan mengalami perkembangan setiap tahunnya. Peluang kerja yang tercipta oleh industri kreatif ini dapat mengurangi pengangguran yang meningkat akibat hantaman badai krisis ekonomi dunia. Setelah mendapatkan sedikit pelatihan seseorang sudah dapat menjadi insan kreatif dan mencipta produk sesuai dengan kemampuannya. Apalagi bila dalam kurikulum pendidikan kita terdapat pelajaran mengenai kiat mengembangkan kreatifitas dengan porsi yang besar. Dengan bekal ilmu pengembangan kreatifitas yang cukup maka potensi budaya Indonesia yang sangat besar itu dapat tergali dan diwujudkan dalam produk kreatif dengan kualitas bersaing.

Departemen Perdagangan RI telah menetapkan 14 sektor industri kreatif Indonesia (lihat box) dimana sektor fashion dan kerajinan menduduki tempat teratas dalam total ekspor produk industri kreatif tahun 2008. Studi yang dilakukan Departemen Perdagangan RI terhadap industri kreatif tahun 2007 menunjukkan bahwa produk unggulan sektor kerajinan adalah batik, mebel, ukiran dan anyaman. Sedangkan daerah yang memiliki peran besar dalam perkembangan industri kreatif antara lain adalah Bandung, Surabaya, Denpasar, Solo, Malang dan Banyuwangi.

 

Berbasis TIK

Perkembangan industri kreatif berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia masih rendah. “Potensi sektor tradisional dapat ditingkatkan menggunakan TIK melalui e-commerce” ungkap Menteri Perdagangan RI dalam seminar PPKI 2009. Sektor industri kreatif memang dapat memanfaatkan TIK untuk memacu perkembangannya. Dalam industri fashion, kerajinan atau mebel misalnya, TIK berperan mulai proses kreatifitas itu sendiri, proses disain, promosi sampai penjualan dan distribusi. Selain lebih cepat dan praktis, penggunaan unsur TIK juga dapat menekan biaya misalnya dalam kegiatan promosi melalui internet.

Sektor TIK juga dapat membantu sektor industri kreatif lainnya seperti musik. Biasanya orang membeli CD untuk memiliki sebuah koleksi lagu, namun saat ini lagu kesayangan kita dapat dinikmati melalui ring tone telepon genggam. Pemasaran musik melalui ring tone telepon genggam yang dimiliki sekian puluh juta orang tentu saja sangat efektif.

Alunan lagu jawa melantun dari telepon genggam Parno, sebuah SMS dari kantor memintanya segera kembali. Parno melangkah cepat keluar gedung pameran JCC. Sebuah rencana membulat di benaknya, pulang kampung dan mulai berkreasi memanfaatkan sumber daya yang ada...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sektor industri kreatif Indonesia

  1. Periklanan: kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan produksi iklan, antara lain: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, produksi material iklan, promosi, dan lainnya

  2. Arsitektur: kegiatan yang berkaitan dengan cetak biru bangunan dan informasi produksi antara lain: arsitektur taman, perencanaan kota, konservasi bangunan warisan,

  3. Pasar seni dan barang antik: kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan perdagangan, pekerjaan, produk antik dan hiasan melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet.

  4. Kerajinan: kegiatan yang berkaitan dengan kreasi dan distribusi produk kerajinan

  5. Desain: kegiatan yang terkait dengan kreasi desain grafis, interior,  pengemasan, dan konsultasi identitas perusahaan.

  6. Desain Fesyen: kegiatan yang terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan desain aksesoris mode lainnya, produksi pakaian mode dan aksesorisnya, konsultansi lini produk fesyen, serta distribusi produk fesyen.

  7. Video, Film dan Fotografi: kegiatan yang terkait dengan kreasi produksi Video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video,film.

  8. Permainan interaktif: kegiatan yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video

  9. Musik: kegiatan yang berkaitan dengan kreasi, produksi, distribusi, dan ritel rekaman suara,  promosi musik, pertunjukan musik, dll.

  10. Seni Pertunjukan: kegiatan yang berkaitan dengan produksi pertunjukan seperti balet, tarian tradisional, dll termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung dll

  11. Penerbitan & Percetakan : kegiatan yang terkait dengan dengan penulisan konten dan penerbitan buku dan media cetak lainnya dan konten digital.

  12. Layanan Komputer dan piranti lunak: kegiatan yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak dll

  13. Televisi & radio: kegiatan yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.

  14. Riset dan Pengembangan: kegiatan yang terkati dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.