HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XI APRIL 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 30 April, 2009

 

 

 

 

Negeri Atap Langit

Oleh J. Subagja Made

 

Pada akhir bulan Oktober 2008 lalu, AKSES berkesempatan mengunjungi Khatmandu, ibukota negara Nepal. Dari udara nampak dengan cukup jelas keindahan alam Nepal yang diselimuti perbukitan dengan warna tumbuhan hijau.

Nepal adalah negeri  tidak berpantai  yang terletak di kaki pegunungan Himalaya. Negeri yang berpenduduk sekitar 25 juta orang ini baru saja pulih dari konflik politik selama hampir 20 tahun. Tahun 2008, rakyat Nepal memutuskan untuk mengakhiri bentuk kerajaan dan mengubahnya menjadi bentuk Republik demokrasi. Presiden Nepal Dr. Ram Baran Yadav yang terpilih pada 21 Juli 2008 berasal dari kelompok suku minoritas Madeshi. Sedangkan Perdana Menterinya, Pushpa Kamal Dahal,  atau ‘Prachanda’ yang terpilih pada 18 Agustus 2008 berasal dari kelompok pemberontak Maoist yang memenangkan pemilu inklusif pada tahun 2008. Setelah tercapai rekonsiliasi dan pemilihan umum, kondisi aman dan kondusif kini mulai berkembang di Nepal. Hal ini antara lain mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Nepal.

Karena letak geografisnya yang memiliki ketinggian di atas 2000 meter hingga 6000 meter, Nepal sering dijuluki negeri atap langit. Nepal, merupakan negeri yang sejak lama telah dikenal kalangan turis Eropa karena memiliki setidaknya 7 dari 11 akses pendakian ke puncak Everest di pegunungan Himalaya yang terkenal. Tidaklah mengherankan bila Nepal  dikunjungi oleh sekitar 1 juta turis manca negara setiap tahun.

Mengapa Nepal menarik bagi orang asing? Berdasar pengamatan penulis, ada beberapa faktor penarik wisman ke Nepal. Pertama, tentunya karena kondisi negara yang aman dan damai. Kedua, adalah karena kemudahan inter-koneksi (penerbangan) yang mudah dengan kota-kota besar dunia lainnya. Ketiga, adalah karena kemudahan pemberian visa. Keempat, karena promosi wisata Himalaya, di samping atraksi-atraksi wisata, seperti trekking, rafting di sungai-sungai Nepal, paragliding, dan lain-lain.  Kelima, banyaknya situs peninggalan kebudayaan tua Hindu dan Budha. Keenam, yang tak kalah pentingnya adalah kenyamanan atau rasa nyaman yang ditawarkan melalui budaya yang ramah terhadap orang asing. Masyarakat Nepal telah terbiasa dengan pluralisme dan karena itu orang asing tidak perlu terlalu khawatir dengan budaya setempat.

Seperti Bali atau Thailand, Nepal sangat mengandalkan industri wisata. Tampak nyata bahwa wisatawan asing senantiasa membawa banyak kemajuan penting bagi perekonomian suatu daerah. Seperti diketahui, wisatawan tidak hanya membutuhkan berbagai jasa seperti akomodasi, transportasi, dan rekreasi, tetapi juga jasa pos, telekomunikasi, internet, pengiriman uang, serta industri ikutannya, seperti souvenir, makanan, minuman, elektronik dan barang-barang lainnya. Meningkatnya kunjungan wisata berakibat tingginya kebutuhan Nepal akan berbagai impor barang-barang dari luar negeri, termasuk Indonesia, seperti, ban mobil, kertas, karet, elektronik, tekstil, garmen, toiletries, minyak goreng, makanan dalam kaleng, buah-buahan, dan lain sebagainya.

Banyak di antara barang-barang kebutuhan tersebut yang tidak dapat dipenuhi dari dalam negeri sehingga harus diimpor dari mancanegara, termasuk Indonesia. Keadaan ini merupakan peluang besar bagi perusahan-perusahaan UKM Indonesia. Pada tahun 2007 nilai barang-barang Indonesia yang diimpor oleh Nepal mencapai US$ 12 juta. Sayangnya, barang-barang tersebut sejauh ini masih lebih banyak diimpor melalui negara ketiga seperti India dan China. Selain bagi UKM, potensi Nepal juga terbuka bagi pengusaha-pengusaha Indonesia untuk investasi di bidang hydropower, perkebunan, industri tekstil dan aneka industri lainnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia sedang memproses pengangkatan seorang Konsul Kehormatan di Katmandhu. Dengan demikian, para usahawan Indonesia yang ingin menjajagi pasar Nepal diharapkan akan dapat difasilitasi oleh kantor Konsul Kehormatan RI di Kathmandu. Sebagai tambahan informasi, perjalanan ke Nepal dapat ditempuh melalui Singapura, lewat New Delhi, lalu ke Katmandhu. Alternatif lain adalah dengan menggunakan Malaysia Airlines. Penerbangan Nepal (Nepal Airlaines) kini tengah menjajagi kemungkinan kerjasama dengan Garuda Indonesia untuk memenuhi route Kathmandu-Kuala Lumpur dengan connecting Kuala Lumpur-Jakarta/Denpasar serta pembukaan GSA office Garuda di Kathmandu.  Dengan demikian Indonesia dapat juga memetik manfaat dari potensi Nepal sebagai tempat promosi memperkenalkan obyek-obyek wisata Indonesia. Perlu diketahui, Malaysia dan Thailand telah membuka Kedutaan di Kathmandu dan mereka masing-masing telah berhasil menarik sekitar  40-50.000 wisatawan dari Nepal setiap tahunnya

Selain pariwisata, ekonomi Nepal dihidupkan oleh kiriman uang (remittance) yang cukup besar dari para pekerja Nepal yang bekerja di wilayah Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia dan Malaysia. Orang-orang Nepal juga dikenal kompeten dan loyal menjadi penjaga keamanan. Masih ingat tentara Gurkha yang disewa Belanda ketika menjajah Indonesia? Sampai sekarang, banyak tenaga kerja Nepal direkrut dan dikontrak oleh perusahaan-perusahaan jasa keamanan di Brunei, Hongkong, Singapura dan di negara-negara Eropa dan Amerika.