HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi XI APRIL 2009

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 02 May, 2009

 

 

 

 

Tips menghadapi resesi

Oleh: Sunarti Ichwanto

Kuatir terkena dampak resesi? Anda dapat menyingkirkan ketakutan anda karena ada kebiasaan kita seharí-hari yang dapat diterapkan untuk menepiskan luka resesi,  hingga tidak terasa sama sekali. Ada 7 cara ampuh:

 No. 1: Milki dana cadangan

Kebiasaan menyimpan dana cadangan tunai akan sangat bermanfaat tidak hanya dalam masa krisis dimana banyak orang kehilangan pekerjaan namun sangat menolong pada saat darurat. Dana cadangan yang cukup dapat menopang biaya hidup bila kita kehilangan pekerjaan atau kurangnya pemasukan sementara mencari sumber penghasilan baru.

 No. 2: Hidup dalam batas penghasilan sendiri

Jika terbiasa hidup dalam batas penghasilan sendiri maka jeratan hutang akan dapat dihindari.

 No. 3: Miliki lebih dari 1 sumber penghasilan

Jika ada dua sumber keuangan dalam keluarga, biasakan menggunakan satu sumber penghasilan untuk keperluan sehari-hari. Sehingga ketika badai krisis datang kebiasaan menabung anda akan terhenti sementara, tetapi belanja keperluan sehari-hari tetap berjalan normal.

 No. 4: Miliki pola-pikir investasi jangka panjang

Pasar selalu berputar dan dalam jangka panjang, kita akan mempunyai kesempatan untuk menjual investasi yang dimiliki dengan harga yang tinggi. Nyatanya, jika anda membeli barang bernilai investasi ketika pasar turun, anda berterimakasih pada diri sendiri suatu saat nanti. Tidak semua dana  anda perlukan bersamaan seketika  ketika anda memasuki masa pensiun.

 No. 5: Jujur terhadap toleransi resiko

Orang pada usia tertentu seyogyanya memiliki alokasi dana dengan cara tertentu pula. Tetapi jika anda tidak bisa tidur ketika nilai investasi anda turun 15%, dan terus turun pada tahun-tahun berikutnya,  saatnya anda mengganti alokasi aset anda. Investasi seharusnya memberikan rasa keamanan keuangan anda, bukan rasa ‘panik’. Jangan menyesali apapun ketika pasar turun, tunggu hingga pasar membaik dan memberikan peluang untuk anda berdagang kembali.

 No. 6:  Diversifikasi investasi.

Jika anda tidak memiliki semua dana dalam satu keranjang, kerugian aset anda harus dikurangi agar secara emosional tidak begitu sulit untuk melaju dipasar yang tengah menurun. Jika anda telah memiliki rumah dan tabungan, berarti anda sudah siap untuk ‘start’. Cobalah untuk membuat portfolio investasi yang tidak berhubungan erat  dengan investasi anda, jadi yang satu meningkat nilainya, yang lain menurun.

 No. 7: Jagalah nilai kredit anda tetap tinggi.

Bayar tagihan tepat waktu; tetap gunakan kartu kredit terlama. Mempertahankan perbandingan hutang anda dengan pemasukan terendah yang ada, akan membantu mempertahankan nilai kredit atau pemasukan tetap tinggi.

 Bagian terbaik dari cerita tersebut adalah kebiasaan-kebiasaan itu tidak saja memberikan kenyamanan selama masa resesi,  tetapi tetapa memberikan ‘ketenangan’ apapun yang terjadi di pasar.  Hanya jika anda menerapkan strategi keuangan ini, maka tidak ada dampak yang signifikan pada situasi keuangan anda.

 Disarikan dari tulisan Amy Fountinelle pada Investopedia.