|
Edisi XI APRIL 2009
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 02 May, 2009
|
Tips menghadapi resesi Oleh: Sunarti Ichwanto
No. 1: Milki dana cadangan Kebiasaan menyimpan dana cadangan tunai akan sangat bermanfaat tidak hanya dalam masa krisis dimana banyak orang kehilangan pekerjaan namun sangat menolong pada saat darurat. Dana cadangan yang cukup dapat menopang biaya hidup bila kita kehilangan pekerjaan atau kurangnya pemasukan sementara mencari sumber penghasilan baru. No. 2: Hidup dalam batas penghasilan sendiri Jika terbiasa hidup dalam batas penghasilan sendiri maka jeratan hutang akan dapat dihindari. No. 3: Miliki lebih dari 1 sumber penghasilan Jika ada dua sumber keuangan dalam keluarga, biasakan menggunakan satu sumber penghasilan untuk keperluan sehari-hari. Sehingga ketika badai krisis datang kebiasaan menabung anda akan terhenti sementara, tetapi belanja keperluan sehari-hari tetap berjalan normal. No. 4: Miliki pola-pikir investasi jangka panjang Pasar selalu berputar dan dalam jangka panjang, kita akan mempunyai kesempatan untuk menjual investasi yang dimiliki dengan harga yang tinggi. Nyatanya, jika anda membeli barang bernilai investasi ketika pasar turun, anda berterimakasih pada diri sendiri suatu saat nanti. Tidak semua dana anda perlukan bersamaan seketika ketika anda memasuki masa pensiun. No. 5: Jujur terhadap toleransi resiko Orang pada usia tertentu seyogyanya memiliki alokasi dana dengan cara tertentu pula. Tetapi jika anda tidak bisa tidur ketika nilai investasi anda turun 15%, dan terus turun pada tahun-tahun berikutnya, saatnya anda mengganti alokasi aset anda. Investasi seharusnya memberikan rasa keamanan keuangan anda, bukan rasa ‘panik’. Jangan menyesali apapun ketika pasar turun, tunggu hingga pasar membaik dan memberikan peluang untuk anda berdagang kembali. No. 6: Diversifikasi investasi. Jika anda tidak memiliki semua dana dalam satu keranjang, kerugian aset anda harus dikurangi agar secara emosional tidak begitu sulit untuk melaju dipasar yang tengah menurun. Jika anda telah memiliki rumah dan tabungan, berarti anda sudah siap untuk ‘start’. Cobalah untuk membuat portfolio investasi yang tidak berhubungan erat dengan investasi anda, jadi yang satu meningkat nilainya, yang lain menurun. No. 7: Jagalah nilai kredit anda tetap tinggi. Bayar tagihan tepat waktu; tetap gunakan kartu kredit terlama. Mempertahankan perbandingan hutang anda dengan pemasukan terendah yang ada, akan membantu mempertahankan nilai kredit atau pemasukan tetap tinggi. Bagian terbaik dari cerita tersebut adalah kebiasaan-kebiasaan itu tidak saja memberikan kenyamanan selama masa resesi, tetapi tetapa memberikan ‘ketenangan’ apapun yang terjadi di pasar. Hanya jika anda menerapkan strategi keuangan ini, maka tidak ada dampak yang signifikan pada situasi keuangan anda. Disarikan dari tulisan Amy Fountinelle pada Investopedia.
|