HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi X SEPTEMBER 2008

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 29 December, 2008

 

 

 

Si cantik boneka Salma dari Ciamis

Oleh : Noviyanti Nurmala

 

Berawal dari hobi berkreasi dengan kain, Boneka Salma tercipta dari tangan dingin wanita asal Ciamis. Boneka dengan tinggi 30 cm ini sepintas mirip Barbie yang mengenakan busana muslim dan busana tradisional.

Kepopuleran boneka Barbie sudah menjamah seantero jagat. Rasanya hampir semua anak perempuan di dunia mengenal sosok boneka cantik asal Amerika Serikat ini. Tapi pernahkah Anda membayangkan boneka yang serupa tapi berbusana muslimah atau tradisional? Perkenalkan Salma, si cantik dari Ciamis.

Busana Muslim

Pada awal di bulan Juni tahun 2006 Sukmawati Suryaman memberanikan diri melempar Boneka Salma ke pasaran. ”Launching awal terdiri dari 10 model baju busana muslim. Bonekanya sendiri saya impor dari China” jelas ibu satu anak yang akrab disapa Sukma ini. Wanita jebolan S2 Teknik Elektro UGM ingin mengenalkan busana muslim kepada anak-anak sehingga terbiasa dari usia dini. ”Mulanya saya memang pada dasarnya suka mainan. Tapi saya ingin anak-anak memiliki mainan yang mendidik” imbuhnya.

Produk Boneka Salma tak hanya boneka saja. Sukmawati juga menyediakan baju ganti yang dijual terpisah, pin serta tas boneka. Bahan-bahan yang dipakai pun beragam, persis seperti pakaian jadi. Katun, batik, songket, satin dan tile adalah beberapa jenis bahan yang sering digunakannya.

Sejak dijual perdana pada tahun 2006  tak disangka tanggapan pembeli cukup memuaskan. Terbukti produksi awal Boneka Salma hingga kini mencapai 1000 pcs/bulan. Daerah distribusi Boneka Salma pun saat ini meliputi pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Irian, Bali dan juga beberapa negara asing. Untuk soal harga, Boneka Salma sudah tentu jauh lebih terjangkau dari boneka Barbie. Satu Boneka Salma dipatok dengan harga Rp 60.000 dan Rp 75.000 untuk koleksi baju daerah/baju pengantin. Sudah barang tentu semua boneka itu juga berbusana muslim.

Untuk memperluas pemasaran produknya Sukma mengikuti berbagai pameran. Mulai dari Inacraft 2007, Pekan Produk Budaya Indonesia 2007, Pekan Raya Jakarta 2007, Cooperative Fair 2007 (Bandung) hingga yang terbaru Cinta Produk Jawa Barat 2008 (Bandung).

Diliput oleh Reuters

Meski belum pernah mengikuti pameran di luar negeri Sukma optimis bisa menggaet pembeli asing. Pemasaran lewat jalur internet di www.bonekasalma.com mendatangkan pembeli dari hampir seluruh wilayah Indonesia dan beberapa negara luar. Tak kurang pembeli dari Jerman, Inggris, Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika hingga Bangladesh memesan boneka yang dijuluki ’Muslim Barbie Doll’ ini. Bahkan profil boneka Salma pernah dimuat di Reuters  pada tahun 2007 silam.

”Respon luar negeri lewat email maupun telepon lumayan banyak. Malah inbox email saya pernah penuh dengan permintaan dari pembeli asing” tuturnya sambil terkekeh. Rata-rata konsumen asing memesan 3-50 pcs Boneka Salma yang dikemas cantik dengan harga $7- $9. Awalnya Sukma tidak tahu sama sekali sistem pembayaran yang bisa dilakukan dari luar negeri. Namun secara bertahap ia mulai mengenal Western Union dan Moneygram. ”Dari saran buyer asing saat ini kami sedang aplikasi untuk Paypal yang lebih dikenal luas” ujarnya bersemangat.

Namun seperti usaha UKM lainnya, upaya Sukma untuk mengekspor boneka Salma dalam partai banyak menghadapi kendala teknis. ”Pengetahuan saya tentang prosedur ekspor yang benar masih kurang memadai. Selain itu saya juga belum menemukan forwarder yang murah” tuturnya menjelaskan.

Meski menemui kendala Sukma masih terus putar otak dalam memasarkan produknya. Tak puas hanya lewat internet, kini profile Boneka Salma terdapat dalam inflight catalogue Pesawat Garuda tujuan luar negeri. Ini merupakan hasil partisipasinya dalam program dari Kementrian Koperasi dan UKM. ”Alhamdulillah manfaatnya cukup banyak lewat program ini” ujarnya menutup pembicaraan dengan AKSES. Semoga saja usaha keras Sukma bisa membuat boneka Salma yang santun menandingi kepopuleran Barbie. Siapa tahu??