|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Kekuatan ekonomi Australia cukup diperhitungkan dalam bisnis global. Padahal, yang menjadi kekuatan utama perekonomian negeri kanguru itu justru small business (usaha kecil dan menengah -- UKM). Yang cukup menarik, negeri ini malah sangat terkenal dengan produk pertanian dan peternakannya selain pariwisata. Namun, seberapa jauh kanguru ini mempengaruhi kehidupan bisnis di Australia?
Boleh dikatakan bahwa Kangguru yang memang sudah menjadi maskot ''tetangga Eropa'' di timur Indonesia itu mempunyai sifat khas sangat memproteksi anaknya, bahkan telah mengilhami dunia kedokteran dengan metode ''kangguru'' dalam hal pemeliharaan anak yang baru dilahirkan. Sifat seperti itu pula yang melekat dalam penataan negeri dengan penduduk sekitar 20 juta jiwa itu. Proteksi ketat itu, paling tidak terlihat ketika seseorang akan masuk ke negeri tetangga yang berada dibawah pimpinan PM. John Howard itu. Segala jenis flora dan fauna dan produk olahan yang dibawa seseorang baik warga negara Austalia maupun orang asing akan mendapatkan pemeriksaan sangat ketat di pintu masuk bandara. Ini tentunya menjadi suatu peringatan bagi semua pihak untuk tidak membawa apalagi menyelundupkan produk jenis itu, meski hanya berupa barang remeh seperti biji-bijian ke negara tersebut. “Pengalaman ini pula yang pernah menimpa seorang tokoh Australia yang harus membayar denda ribuan dolar gara-gara membawa tiga biji kentang mentah di pesawat saat kembali dari luar negeri”. Seperti yang diungkapkan oleh Barbara seorang instruktur di Bali, sebelum keberangkatannya ke Australia. Jelaslah bawa proteksi ketat itu tidak lain adalah untuk melindungi tanaman dan hewan Australia agar tidak terjangkit pelbagai macam penyakit yang datang dari luar. Itu pula kelihatannya Australia menjadi terkenal akan produk pertanian dan peternakannya.
Penggarap sektor pertanian di Australia, kebanyakan dari UKM. Kenyataan ini diakui konsultan UKM Australia Greg Hayes. “Kebanyakan UKM Australia telah berumur atau beroperasi lebih dari 50 tahun dan khusus untuk di sektor pertanian usianya lebih dari 57 tahun. 'Hampir 98 persen bisnis di Australia dijalankan oleh small business (UKM-red), dan small business ini menyumbang hampir 40 persen GDP Australia,'' jelasnya sembari menambahkan, UKM ini mempekerjakan rata-rata 10 orang. Menurut peneliti UKM Emma Alberici, “kebanyakan UKM di Australia diawali dari usaha rumah tangga dengan modal awal dari uang sendiri ataupun uang keluarga. Meskipun berawal dari usaha rumah tangga, kebanyakan usaha besar Australia justru menapak dari UKM. Yang jelas, sebagian besar saham-saham UKM di Australia kini dipasarkan di bursa.”
Masyarakat Australia, menurut mereka, “sangat percaya terhadap pasar bursa.
Kepercayaan ini berkat adanya transparansi dan penegakan hukum secara baik
di negeri tersebut”. Dituturkannya lagi, ''investor sangat memerlukan itu.
Investor akan tertarik dan mau menanamkan modalnya kalau ada kepercayaan
terhadap pemerintah. Kuncinya, pemerintahan harus bersih dan transparan
diimbangi dengan penegakan hukum secara baik,'' jelas mereka.
Bagaimana
dengan trend pasar bebas? Baik Greg Hayes maupun Emma Alberici berpendapat
sama. Pasar bebas merupakan peluang besar bagi UKM Australia. Dibukanya
pasar bebas memberi kesempatan dan peluang UKM memasarkan produknya maupun
menjalin hubungan bisnis secara internasional. Itu bisa dimaklumi, UKM di
Australia memiliki sumber daya manusia, penerapan teknologi dan informasi
sangat kuat. Bahkan, sektor pertanian yang kuat dan maju ini juga dikelola
dan dikembangkan sebagai objek wisata penarik devisa.
|