HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

LAPORAN UTAMA EDISI V 2007

Pengaruh kanguru pada kehidupan bisnis di Australia

Oleh: Djoko Harjanto

 

 

Kekuatan ekonomi Australia cukup diperhitungkan dalam bisnis global. Padahal, yang menjadi kekuatan utama perekonomian negeri kanguru itu justru small business (usaha kecil dan menengah -- UKM). Yang cukup menarik, negeri ini malah sangat terkenal dengan produk pertanian dan peternakannya selain pariwisata.  Namun, seberapa jauh kanguru ini mempengaruhi kehidupan bisnis di Australia?

 

BINATANG kanguru sungguh menakjubkan dengan tubuh besarnya, kangguru dapat menempuh jarak  delapan meter dalam satu detik. Sepintas, tampangnya mirip dengan rusa tetapi kaki belakangnya lebih besar dan lebih panjang dan yang menarik adalah induk kangguru selalu membawa anaknya yang masih bayi dalam sebuah kantong di perutnya.

Boleh dikatakan bahwa Kangguru  yang  memang sudah menjadi maskot ''tetangga Eropa'' di timur Indonesia itu mempunyai  sifat  khas   sangat memproteksi anaknya, bahkan telah mengilhami dunia kedokteran dengan metode ''kangguru'' dalam hal pemeliharaan anak yang baru dilahirkan. Sifat seperti itu pula yang melekat dalam penataan negeri dengan penduduk sekitar 20 juta jiwa itu.

Proteksi ketat itu, paling tidak terlihat ketika seseorang  akan masuk ke negeri tetangga yang berada dibawah pimpinan  PM. John Howard itu. Segala jenis flora dan fauna dan produk olahan yang dibawa seseorang baik warga negara Austalia maupun orang asing akan mendapatkan pemeriksaan sangat  ketat di pintu masuk bandara. Ini tentunya menjadi suatu peringatan bagi semua pihak untuk tidak membawa apalagi menyelundupkan produk jenis itu, meski hanya berupa barang remeh seperti biji-bijian ke negara tersebut. “Pengalaman ini pula yang pernah menimpa seorang tokoh Australia yang harus membayar denda ribuan dolar gara-gara membawa tiga biji kentang mentah di pesawat saat kembali dari luar negeri”. Seperti yang diungkapkan oleh Barbara seorang instruktur di Bali, sebelum keberangkatannya ke Australia.

Jelaslah bawa proteksi ketat itu  tidak lain adalah untuk melindungi tanaman dan hewan Australia agar tidak terjangkit pelbagai macam penyakit yang datang dari  luar. Itu pula kelihatannya  Australia menjadi terkenal akan produk pertanian dan peternakannya.

Penggarap sektor pertanian di Australia, kebanyakan dari UKM. Kenyataan ini diakui konsultan UKM Australia Greg Hayes. “Kebanyakan UKM Australia telah berumur atau beroperasi lebih dari 50 tahun dan khusus untuk di sektor pertanian usianya lebih dari 57 tahun. 'Hampir 98 persen bisnis di Australia dijalankan oleh small business (UKM-red), dan small business ini menyumbang hampir 40 persen GDP Australia,'' jelasnya sembari menambahkan, UKM ini mempekerjakan rata-rata 10 orang.

Menurut peneliti UKM Emma Alberici, “kebanyakan UKM di Australia diawali dari usaha rumah tangga dengan modal awal dari uang sendiri ataupun uang keluarga. Meskipun berawal dari usaha rumah tangga, kebanyakan usaha besar Australia justru menapak dari UKM. Yang jelas, sebagian besar saham-saham UKM di Australia kini dipasarkan di bursa.”

Masyarakat Australia, menurut mereka, “sangat percaya terhadap pasar bursa. Kepercayaan ini berkat adanya transparansi dan penegakan hukum secara baik di negeri tersebut”. Dituturkannya lagi, ''investor sangat memerlukan itu. Investor akan tertarik dan mau menanamkan modalnya kalau ada kepercayaan terhadap pemerintah. Kuncinya, pemerintahan harus bersih dan transparan diimbangi dengan penegakan hukum secara baik,'' jelas mereka.

Apakah ada kemudahan dari pemerintah terhadap UKM ini, misalnya ada bantuan kredit khusus bahkan subsidi? Baik Greg Hayes maupun Emma Alberici mengatakan, tidak ada sama sekali. Termasuk kucuran kredit dari perbankan, tidak ada istilah kredit UKM atau sejenisnya, semua diperlakukan sama dengan usaha lain. ''Bank tidak akan pernah mau mengucurkan kredit tanpa tahu track record  usaha yang akan dibiayainya,'' tegas Emma Alberici yang menulis buku “Pinguin Small Business”.

Bagaimana dengan trend pasar bebas? Baik Greg Hayes maupun Emma Alberici berpendapat sama. Pasar bebas merupakan peluang besar bagi UKM Australia. Dibukanya pasar bebas memberi kesempatan dan peluang UKM memasarkan produknya maupun menjalin hubungan bisnis secara internasional. Itu bisa dimaklumi, UKM di Australia memiliki sumber daya manusia, penerapan teknologi dan informasi sangat kuat. Bahkan, sektor pertanian yang kuat dan maju ini juga dikelola dan dikembangkan sebagai objek wisata penarik devisa.