HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VII Desember 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 18 Desember, 2007

 

 

SOROT EDISI VII 2007

Peluang ekspor ban ke Ethiopia

Oleh: Armin Rahmat & Garnijanto BW

 

Produk ban merupakan salah satu produk konsumsi yang saat ini mengalami perkembangan cukup baik di Ethiopia. Sebanyak 65% konsumsi ban kendaraan Ethiopia dikuasai oleh produk impor.

SEMAKIN meningkatnya proses pembangunan dan industrialisasi serta peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat Ethiopia khususnya dalam kepemilikan kendaraan bermotor telah menyebakan semakin meningkatnya kebutuhan terhadap ban kendaraan di negara tersebut.

Meskipun saat ini terdapat produsen ban kendaraan lokal (Matador Addis Tyre), namun sebagai negara net-importer, Ethiopia juga memiliki ketergantungan terhadap impor produk ban kendaraan. Tercatat 65%  konsumsi kebutuhan ban kendaraan diserap oleh produk impor. Hal ini terutama karena terdapat beragam produk impor dengan kualitas lebih baik disbanding produk buatan lokal.

 

PERKEMBANGAN PASAR

Berdasarkan data yang dimiliki KBRI Addis Ababa, dalam setahun terakhir, Ethiopia mengalami peningkatan kebutuhan produk ban kendaraan impor. Rata-rata 30% setiap tahunnya. Sebagai catatan, pada tahun 2006, nilai impor produk tersebut dari negara-negara eksportir adalah sebesar USD 61,9 juta atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar USD 48,9 juta.

Diperkirakan pada tahun 2007 ini, kebutuhan produk tersebut akan meningkat menjadi sekitar USD 75 juta. Negara-negara eksportir terbanyak produk ban kendaraan ke Ethiopia adalah RRC, India, Jerman, Mesir, Italia, UAE dan Indonesia.

Dilihat dari seluruh pasar produk ban kendaraan di Ethiopia, produk Indonesia pada tahun 2006 secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 7% yakni hanya sebesar USD 2,1 juta dibandingkan tahun 2005 yang mencapai USD 2,3 juta.

Porsi produk ban kendaraan asal Indonesia yang masuk ke Ethiopia tahun lalu hanya sebesar 3,23% dari total impor ban kendaraan secara keseluruhan. Kondisi ini tentunya merupakan salah satu tantangan bagi produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan masyarakat setempat yang terus meningkat.

Sebagai negara yang sedang berkembang, permintaan produk ban kendaraan di Ethiopia senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini terutama disebabkan pertumbuhan ekonomi Ethiopia yang dalam tiga tahun terakhir mengalami perkembangan pesat dengan rata-rata pertumbuhan di atas 7% pertahun.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut dalam perkembangannya telah menyebabkan semakin meningkatnya proses pembangunan setempat, termasuk peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat. Tingginya tingkat mobilitas dan semakin banyaknya masyarakat Ethiopia yang memiliki kendaraan bermotor yang membutuhkan ban kendaraan telah menyebabkan kebutuhan terhadap produk ban mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Berdasarkan data Ethiopian Custom Authority (ECA), impor total produk ban karet (pneumatic tyres of rubber) untuk berbagai keperluan, baik kendaraan bermotor, sepeda motor, industri, pesawat dan lorry/bus mengalami peningkatan yang cukup besar. Sejak tahun 2004 s/d 2006 terdapat peningkatan rata-rata 30%, dimana pada tahun 2006 nilai impornya meningkat dari USD 48,9 juta menjadi USD 61,9 juta.

 

NEGARA PESAING

Sebagai negara net-importer, Ethiopia menerima produk-produk ban kendaraan bermotor dari sejumlah Negara eksportir. Hingga saat ini tercatat 65% konsumsi ban kendaraan dikuasai oleh produk impor. Negara eksportir terbanyak ke Ethiopia adalah RRC, Jepang, India, Mesir dan Korea Selatan. RRC dalam 3 tahun terakhir merupakan pemasok terbesar dengan menguasai pangsa pasar impor rata-rata mencapai lebih dari 30%.

Hal ini disebabkan karena produk ban RRC relative lebih murah. Negara-negara pemasok lainnya hanya menguasai pangsa sekitar 5 - 10%. Jepang dan India merupakan Negara berikutnya setelah RRC. Sisanya, pemasok yang paling kecil adalah Mesir, Swiss dan Indonesia.

Persaingan yang kompetitif memang terjadi akibat harga yang cukup murah dan banyaknya pilihan merk lainnya. Saat ini tercatat banyak produk-produk merk kendaraan terbaru dari negara-negara pengekspor ban (yang sama) dan beredar di Ethiopia, seperti Jepang (Toyota dsb), India (Tata Group), Korea Selatan (Hyundai dsb), Jerman (Mercedez Benz)dan RRC (QQ).

Hingga tahun 2006, urutan pemasok utama ban kendaraan kategori Motor Cars adalah India, RRC, Indonesia, Jepang, UAE, Korea Selatan, Switzerland, Rusia dan Jerman. Untuk kategori lorry/bus adalah RRC, Jepang, India, Mesir, Switzerland, Korea Selatan, Jerman, Rusia, Indonesia dan UAE.

Sedangkan untuk kategori motorcycle urutan pemasok utama adalah Italia, Jepang, UAE, Thailand, RRC, Switzerland dan India. Dari tahun 2004 hingga 2006 berdasarkan catatan ECA, Indonesia tidak tercatat memasok ban katagori ini. Untuk kategori bicycle urutan pemasok utama adalah RRC, UAE. India tercatat hanya memasok hingga tahun 2005. Sedangkan untuk kebutuhan kategori agriculture or forestry vehicles tercatat pemasok utama adalah Rusia, Jepang, RRC, Israel, Polandia dan Belarus.

Negara-negara Inggris, Finlandia, Iceland, India dan UAE tercatat memasok hingga tahun 2005. Disamping produk impor, juga terdapat produk ban lokal sebagai salah satu pesaing produk ban Indonesia yaitu matador-Addis Tyre (MAT). Produk ini cukup murah dan menguasai kebutuhan pasar sebesar 35%. MAT merupakan perusahaan joint venture antara produsen Slovakia (Matador Group) dan Addis Tyre Share Company (ATC). ATC telah berdiri sejak 34 tahun lalu dan melakukan joint venture sejak bulan Juli 2004 dengan Matador Group.

Produksi MAT mencapai 50.000 ban kendaraan (termasuk inner tube) setiap tahunnya yang terdiri dari jenis passenger tyres (from 12” to 15”), light truck tyres (14” to 16”) and heavy truck tyres (20”).

 

PRODUK INDONESIA

Produk Indonesia yang masuk ke pasar Ethiopia dari tahun 2004 hingga 2006 adalah untuk kategori New pneumatic tyres, of rubber of a kind used on motor cars dan New pneumatic tyres, of rubber of a kind used on busses or lorries. Total nilai ekspor ke Ethiopia untuk kedua produk ini pada tahun 2004 adalah US$ 35,21 juta dan pada tahun 2006 adalah US$ 61,85 juta.

Berdasarkan catatan dan pengamatan lapangan yang dilakukan KBRI Addis Ababa, sampai sejauh ini baru terdapat dua jenis produk ban karet asal Indonesia, yaitu produksi PT Bridgestone Tire Indonesia dengan merk Bridgestone dan produksi PT Elang Perdana Tyre Industry merk Accelera dan Millenium. Produk ban asal Indonesia pada umumnya cukup dikenal masyarakat setempat khususnya di kota Addis Ababa dengan kualitas yang lebih baik namun dari segi harga relatif lebih mahal disbanding produk lokal, RRC dan India. Ban kendaraan asal Indonesia umumnya diimpor dan dipasarkan secara langsung oleh para buyer Ethiopia secara tradisional.

Pihak KBRI Addis Ababa selama ini berusaha untuk tetap bekerja sama secara aktif dengan para importir ban Indonesia di Ethiopia dalam memperkenalkan dan mempromosikan ban kendaraan asal Indonesia. Partisipasi tersebut antara lain melalui keikutsertaan pada Pameran Dagang terbesar Ethiopia yakni Addis Ababa Chamber of Commerce International Trade Fair (ACITIF) selama dua tahun terakhir yang diselenggarakan setiap bulan Februari.

Masyarakat setempat umumnya mengakui kualitas produk ban kendaraan asal Indonesia cukup memadai. Kini siapa akan menyusul mengekspor ban kendaraan Indonesia ke Ethiopia? Silahkan melakukan penetrasi ke benua Afrika melalui ban kendaraan.