HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com akan resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VI Oktober 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

Daftar UKM

 

 

Departemen Luar Negeri

 

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 10 November, 2007

 

 

LAPORAN UTAMA EDISI V 2007

Peluang dagang di masyarakat pecinta makan

Oleh: Nadia Said

 

 

Bagi sebagian orang, Australia digambarkan sebagai daerah pedalaman, luas, dan indah; sementara ada yang meng-gambarkan pantai berpasir yang asli; dan sebagian lagi mengang-gapnya sebagai kota kosmopolitan yang besar.

Sejak datang dan menetap-nya orang-orang Eropa sekitar 200 tahun yang lalu, orang-orang dari berbagai bangsa telah menjadikan Australia sebagai rumah mereka. Lebih dari 100 kelompok etnik telah bergabung dengan penduduk Aborigin asli, yang membuat Australia sebagai salah satu negara dengan budaya paling beragam di dunia.

Australia adalah satu-satunya bangsa yang menempati seluruh benua. Bila melihat ukurannya, penduduk Australia hanya sedikit. Oleh karena itu, tingkat kepadatan penduduknya sangat rendah. Negara Koala ini juga merupakan salah satu tujuan wisata terdekat bagi orang-orang Asia, khususnya Indonesia untuk merasakan suasana Eropa/Barat. Australia ini adalah benua yang terletak di paling selatan belahan bumi dan yang terkecil pula. Akan tetapi, benua ini memiliki sejuta pesona dan kekuatan yang membuat negara ini menjadi salah satu negara maju di dunia.

Image apa yang kira-kira langsung pop-up di pikiran masyarakat Indonesia jika mendengar nama Australia ini? Beberapa pikiran yang mungkin muncul adalah: teman tapi ngga’ mesranya Indonesia, Sydney Opera House, Kanguru dan hal-hal umum lainnya. Lalu, bagaimana dengan peluang bisnis pengusaha Indonesia di Australia? Jawabannya kembali kepada niat dan semangat berusaha kita.

Ada banyak cara untuk kita mengembangkan sayap usaha ke Australia, diantaranya dengan mengetahui gambaran umum perekonomiannya dan gaya hidup masyarakatnya. Hal ini penting karena langsung menyangkut pada target utama kita yakni konsumen Australia.

 Ekonomi

Australia memiliki salah satu sistem perekonomian yang terkuat di dunia, sangat kompetitif, terbuka dan penuh tantangan. Sekadar informasi, negara yang terletak di kawasan Oceania ini menganut paham kapitalis liberal dalam sistem perekonomiannya.

Tahukah Anda apa yang menjadi pendukung utama kemajuan perekonomian Australia ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah UKM. Australia sadar akan betapa vitalnya keberadaan UKM ini.

Tercatat terjadi peningkatan 58% jumlah tenaga kerja dalam kurun waktu 6 tahun dan 30% peningkatan hasil produksi Australia.Sebanyak 1, 2 juta UKM di Australia mempekerjakan 3,3 juta orang. Peningkatan munculnya UKM ini adalah 3,5% setiap tahun.

Masyarakat Pecinta Makan

Dengan perekonomian yang kuat Australia mempunyai standar kehidupan yang tinggi. Pendapatan penduduknya yang setaraf negara maju mempengaruhi pola makan dan kesehatan masyarakat. Apa yang dilakukan di negara lain, dilakukan pula oleh Australia. Citarasa Vietnam, India, Fiji, Italia, dari manapun asalnya, pasti ada ekspatriat dan penduduk lokal yang suka memasaknya dan menikmati hidangannya. Berkat ukuran negeri ini yang sangat luas, iklim pun sangat bervariasi dari utara ke selatan. Ini berarti, sepanjang tahun selalu ada berbagai variasi musim buah dan sayuran, ditambah dengan hidangan laut Australia yang terkenal itu.

Wisata boga dan festival makanan bermunculan di mana-mana. Di Melbourne misalnya, memiliki festival makanan dan anggur yang berlangsung sebulan penuh dalam bulan Maret. Ada pula festival panen di wilayah anggur, serta berbagai masyarakat mengadakan acara tahunan, seperti Gourmet Weekend di Clare Valley (South Australia). Masyarakat Australia pada umumnya dalam merayakan Natal yang jatuh di pertengahan musim panas tidak mengadakan santap malam panggangan tradisional ala Eropa. Mereka justru menggantinya dengan ‘barbie’ (barbekyu), penuh dengan hidangan laut dan steak berkualitas.

Berbagai kelompok etnik memiliki perayaan masing-masing. Masyarakat India menyajikan kue-kue manis yang nikmat saat Diwali; Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek) tahunan masyarakat Cina menghadirkan pesta makan yang lezat dan berlimpah; sedangkan masyarakat Muslim di Australia menandai akhir bulan Ramadhan dengan festival Idul Fitri (di sini disebut sebagai Eid al-Fitr).

Umumnya, hidangan restoran di Australia berlangsung santai. Setiap meja yang Anda pesan merupakan hak Anda sepanjang malam, kecuali Anda informasikan lain. Tempat makan dengan harga bersaing adalah klub atau pub yang menawarkan ‘counter meal’ atau hidangan di konter. Di sini, Anda memesan di dapur, mengambil nomor dan menunggu sampai dipanggil. Lalu Anda mengambil makanan sendiri, yang berarti menghemat biaya restoran untuk staf, serta pada Anda dalam jumlah tagihan bon Anda.

Keunikan lain di restoran yang juga dapat menghemat biaya makan adalah ‘BYO’ (Bring Your Own) atau ‘bawa sendiri’. Jika suatu restoran mengatakan mereka BYO, itu berarti Anda boleh membawa minuman beralkohol sendiri. Jika tempat tersebut juga menjual minuman beralkohol, BYO biasanya terbatas untuk satu botol anggur saja (tidak boleh bir atau cask) dan biaya bawa minuman ini (corkage charge) biasanya ditambahkan dalam bon Anda.

Peluang Dagang

Australia adalah salah satu tempat paling dinamis di dunia untuk soal santap menyantap, berkat pengaruh kuliner internasional dan masyarakat pecinta makan yang siap mendukung semua tawaran baru. Peluang apa yang bisa kita cermati dari ini? Dari sifat umum konsumen Australia ini, pengusaha  Indonesia dapat menawarkan produk-produk domestik Indonesia seperti bahan makanan, bumbu masakan, dan lain sebagainya. Pasar untuk produk-produk ini masih terbuka lebar. Bagi Indonesia ini sangat menguntungkan karena negeri ini kaya dengan beragam rempah-rempah.  Hingga kini ekspor Indonesia ke Australia masih didominasi bahan mentah seperti minyak bumi dan emas non moneter. Padahal, sesungguhnya potensi potensi pangsa pasar Australia untuk barang jadi Indonesia masih sangat besar. Seperti kita tahu, eskpor barang jadi punya nilai tambah tinggi daripada bahan mentah.

Indonesia sebagai salah satu bangsa Asia yang letaknya sangat berdekatan dengan Australia, sangat berpeluang untuk menawarkan kekayaan cita rasa masakan nusantara kepada mereka. Restoran dengan cita rasa Indonesia di Australia memang tidak sebanyak restoran negara Asia lainnya seperti Cina dan Vietnam. Konsumen utama restoran khas Indonesia tentu saja WNI yang ada di Australia. Inilah yang perlu digarap secara maksimal disamping mempromosikan masakan Indonesia seperti rendang, gudeg dan sebagainya pada orang Australia. Sekedar informasi, menurut catatan Departemen Pendidikan Australia jumlah mahasiswa yang belajar di Australia untuk tahun 2005 sebesar 18.102 orang dan menempati urutan 7 terbesar dari semua negara. Dari jumlah mahasiswa Indonesia sebanyak ini saja sudah merupakan pangsa pasar yang menggiurkan untuk membuka restoran Indonesia.

Nah, untuk urusan promosi bisa dilakukan antara lain melalui media massa. Australia memiliki enam negara bagian dan hampir di setiap negara bagian tersebut terdapat kumpulan masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya seperti di New South Wales memiliki tabloid khusus untuk masyarakat Indonesia yang bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Siapa tahu beragam masakan khas Indonesia yang terkenal akan kelezatannya dan kaya akan cita rasa itu tidak hanya dinikmati mahasiswa ataupun WNI di sana yang kangen Indonesia tapi juga seluruh orang Australia. Rasanya ini bukan impian kosong di tengah hari bolong, kan? Selamat berdagang.