|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Bagi sebagian orang, Australia digambarkan sebagai daerah pedalaman, luas, dan indah; sementara ada yang meng-gambarkan pantai berpasir yang asli; dan sebagian lagi mengang-gapnya sebagai kota kosmopolitan yang besar. Sejak datang dan menetap-nya orang-orang Eropa sekitar 200 tahun yang lalu, orang-orang dari berbagai bangsa telah menjadikan Australia sebagai rumah mereka. Lebih dari 100 kelompok etnik telah bergabung dengan penduduk Aborigin asli, yang membuat Australia sebagai salah satu negara dengan budaya paling beragam di dunia. Australia adalah satu-satunya bangsa yang menempati seluruh benua. Bila melihat ukurannya, penduduk Australia hanya sedikit. Oleh karena itu, tingkat kepadatan penduduknya sangat rendah. Negara Koala ini juga merupakan salah satu tujuan wisata terdekat bagi orang-orang Asia, khususnya Indonesia untuk merasakan suasana Eropa/Barat. Australia ini adalah benua yang terletak di paling selatan belahan bumi dan yang terkecil pula. Akan tetapi, benua ini memiliki sejuta pesona dan kekuatan yang membuat negara ini menjadi salah satu negara maju di dunia. Image apa yang kira-kira langsung pop-up di pikiran masyarakat Indonesia jika mendengar nama Australia ini? Beberapa pikiran yang mungkin muncul adalah: teman tapi ngga’ mesranya Indonesia, Sydney Opera House, Kanguru dan hal-hal umum lainnya. Lalu, bagaimana dengan peluang bisnis pengusaha Indonesia di Australia? Jawabannya kembali kepada niat dan semangat berusaha kita. Ada banyak cara untuk kita mengembangkan sayap usaha ke Australia, diantaranya dengan mengetahui gambaran umum perekonomiannya dan gaya hidup masyarakatnya. Hal ini penting karena langsung menyangkut pada target utama kita yakni konsumen Australia. Ekonomi Australia memiliki salah satu sistem perekonomian yang terkuat di dunia, sangat kompetitif, terbuka dan penuh tantangan. Sekadar informasi, negara yang terletak di kawasan Oceania ini menganut paham kapitalis liberal dalam sistem perekonomiannya. Tahukah Anda apa yang menjadi pendukung utama kemajuan perekonomian Australia ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah UKM. Australia sadar akan betapa vitalnya keberadaan UKM ini. Tercatat terjadi peningkatan 58% jumlah tenaga kerja dalam kurun waktu 6 tahun dan 30% peningkatan hasil produksi Australia.Sebanyak 1, 2 juta UKM di Australia mempekerjakan 3,3 juta orang. Peningkatan munculnya UKM ini adalah 3,5% setiap tahun. Masyarakat Pecinta Makan
Dengan perekonomian yang kuat Australia mempunyai standar kehidupan yang tinggi. Pendapatan penduduknya yang setaraf negara maju mempengaruhi pola makan dan kesehatan masyarakat. Apa yang dilakukan di negara lain, dilakukan pula oleh Australia. Citarasa Vietnam, India, Fiji, Italia, dari manapun asalnya, pasti ada ekspatriat dan penduduk lokal yang suka memasaknya dan menikmati hidangannya. Berkat ukuran negeri ini yang sangat luas, iklim pun sangat bervariasi dari utara ke selatan. Ini berarti, sepanjang tahun selalu ada berbagai variasi musim buah dan sayuran, ditambah dengan hidangan laut Australia yang terkenal itu. Wisata boga dan festival makanan bermunculan di mana-mana. Di Melbourne misalnya, memiliki festival makanan dan anggur yang berlangsung sebulan penuh dalam bulan Maret. Ada pula festival panen di wilayah anggur, serta berbagai masyarakat mengadakan acara tahunan, seperti Gourmet Weekend di Clare Valley (South Australia). Masyarakat Australia pada umumnya dalam merayakan Natal yang jatuh di pertengahan musim panas tidak mengadakan santap malam panggangan tradisional ala Eropa. Mereka justru menggantinya dengan ‘barbie’ (barbekyu), penuh dengan hidangan laut dan steak berkualitas. Berbagai kelompok etnik memiliki perayaan masing-masing. Masyarakat India menyajikan kue-kue manis yang nikmat saat Diwali; Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek) tahunan masyarakat Cina menghadirkan pesta makan yang lezat dan berlimpah; sedangkan masyarakat Muslim di Australia menandai akhir bulan Ramadhan dengan festival Idul Fitri (di sini disebut sebagai Eid al-Fitr).
Keunikan lain di restoran yang juga dapat menghemat biaya makan adalah ‘BYO’ (Bring Your Own) atau ‘bawa sendiri’. Jika suatu restoran mengatakan mereka BYO, itu berarti Anda boleh membawa minuman beralkohol sendiri. Jika tempat tersebut juga menjual minuman beralkohol, BYO biasanya terbatas untuk satu botol anggur saja (tidak boleh bir atau cask) dan biaya bawa minuman ini (corkage charge) biasanya ditambahkan dalam bon Anda. Peluang Dagang Australia adalah salah satu tempat paling dinamis di dunia untuk soal santap menyantap, berkat pengaruh kuliner internasional dan masyarakat pecinta makan yang siap mendukung semua tawaran baru. Peluang apa yang bisa kita cermati dari ini? Dari sifat umum konsumen Australia ini, pengusaha Indonesia dapat menawarkan produk-produk domestik Indonesia seperti bahan makanan, bumbu masakan, dan lain sebagainya. Pasar untuk produk-produk ini masih terbuka lebar. Bagi Indonesia ini sangat menguntungkan karena negeri ini kaya dengan beragam rempah-rempah. Hingga kini ekspor Indonesia ke Australia masih didominasi bahan mentah seperti minyak bumi dan emas non moneter. Padahal, sesungguhnya potensi potensi pangsa pasar Australia untuk barang jadi Indonesia masih sangat besar. Seperti kita tahu, eskpor barang jadi punya nilai tambah tinggi daripada bahan mentah. Indonesia sebagai salah satu bangsa Asia yang letaknya sangat berdekatan dengan Australia, sangat berpeluang untuk menawarkan kekayaan cita rasa masakan nusantara kepada mereka. Restoran dengan cita rasa Indonesia di Australia memang tidak sebanyak restoran negara Asia lainnya seperti Cina dan Vietnam. Konsumen utama restoran khas Indonesia tentu saja WNI yang ada di Australia. Inilah yang perlu digarap secara maksimal disamping mempromosikan masakan Indonesia seperti rendang, gudeg dan sebagainya pada orang Australia. Sekedar informasi, menurut catatan Departemen Pendidikan Australia jumlah mahasiswa yang belajar di Australia untuk tahun 2005 sebesar 18.102 orang dan menempati urutan 7 terbesar dari semua negara. Dari jumlah mahasiswa Indonesia sebanyak ini saja sudah merupakan pangsa pasar yang menggiurkan untuk membuka restoran Indonesia.
Nah, untuk
urusan promosi bisa dilakukan antara lain melalui media massa. Australia
memiliki enam negara bagian dan hampir di setiap negara bagian tersebut
terdapat kumpulan masyarakat Indonesia. Beberapa di antaranya seperti di New
South Wales memiliki tabloid khusus untuk masyarakat Indonesia yang bisa
dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Siapa tahu beragam masakan khas
Indonesia yang terkenal akan kelezatannya dan kaya akan cita rasa itu tidak
hanya dinikmati mahasiswa ataupun WNI di sana yang kangen Indonesia tapi
juga seluruh orang Australia. Rasanya ini bukan impian kosong di tengah hari
bolong, kan? Selamat berdagang.
|