|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Menurut “Financial Times” tercatat satu di antara dua AC dan satu di antara tiga TV yang digunakan di dunia adalah buatan China. Bahkan tidak hanya produknya saja, komunitas China pun menyebar ke berbagai penjuru dunia serta menjadi pendatang yang sukses. Meskipun perkembangan industri di China saat ini banyak diwarnai oleh industri dengan skala besar dan teknologi tinggi, namun bukan berarti tidak ada ruang bagi pengembangan industri kecil dan menengah. Sebaliknya peluang bagi pelaku bisnis kecil dan menengah masih terbuka lebar. Hanya saja para pelaku bisnis kecil dan menengah ini harus mampu bermain cantik dan menggunakan pertimbanganpertimbangan yang matang. Indonesia merupakan salah satu Negara yang cukup berpotensi untuk merebut peluang itu. Meskipun saat ini baru berhasil mencapai USD 1,72 milyar dari total impor China yang bernilai USD 174,04 milyar, namun bukanlah hal yang tidak mungkin bagi Indonesia untuk dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya. Untuk itu, agaknya perlu bagi Indonesia mempersiapkan jurus-jurus jitunya dalam melakukan bisnis di China. Riset pasar adalah jurus inti yang tidak bias diabaikan. Riset pasar tersebut setidaknya mencakup pemilihan jenis produk, pemilihan wilayah-/region China mana yang cocok bagi produk tersebut, pengetahuan tentang pesaing bisnis, watak, budaya dan filosofi rakyat China, serta pemahaman terhadap aturan dan hukum yang berlaku di China. Barang-barang yang akan diekspor ke China harus memiliki kompetensi tinggi dan setidaknya memenuhi standar ISO 9000. Kemampuan untuk membidik wilayah target pemasaran yang tepat juga perlu diperhatikan mengingat wilayahwilayah di China memilik karakteristik dan kecenderungan yang sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pasar China lebih tepat untuk dipandang sebagai pasar yang sangat heterogen dan bukan sebagai pasar yang homogen. Informasi lebih lanjut mengenai produk dan wilayah pemasaran yang potensial di berbagai region di China bisa diperoleh melalui internet di www.mofcom.gov.cn. Selanjutnya, penelitian terhadap perkembangan produk yang sangat dinamis dan cepat juga penting untuk selalu dilakukan. Hal ini untuk menjaga produk tersebut selalu up to date. Orang China tidak mau ketinggalan dalam hal apapun. Mereka selalu melakukan penelitian serta pengembangan terhadap produk mereka. Selain itu perlu disadari bahwa pada dasarnya sebagian besar orang China adalah orang yang senang dipuji serta senang mendapatkan pelayanan nomor satu. Mereka sadar, untuk memperoleh semua itu diperlukan biaya yang tidak sedikit. Mereka benar-benar berusaha keras memajukan bisnis dengan jalan apa saja. Mereka sangat memperhitungkan segala sesuatu sebelum memutuskan. Dalam dunia bisnis, banyak digunakan strategi dari ajaran Sun Tze, seorang ahli strategi perang China yang menyatakan bahwa perencanaan adalah hal terpenting sebelum berperang. “Saya tidak tahu, apakah banyak orang yang menghormati orang China karena sifat-sifat baik mereka atau melecehkan mereka karena cacat cacat mereka yang mencolok.
Industri mereka mengungguli milik siapapun di muka bumi ini. Mereka rajin, sabar, dan menyenangkan tapi disisi lain mereka terlihat lentur dan rewel”, demikian pernah diungkapkan oleh Sir James Brooke, yang diambil dari Lord of the Rim, Sepak Terjang Bisnis Para Taipan karya Streling Seagrave. Sebagian rakyat China cenderung untuk selalu menjadi proaktif, fokus pada tujuan akhir, mendahulukan yang utama, senantiasa berpikir menang-menang, berusaha mengerti dulu baru dimengerti, mewujudkan sinergi, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan merupakan strategi- strategi utama dalam rangka pengembangan diri tersebut. Oleh karena itu, pemilihan rekan kerja yang tepat adalah hal selanjutnya yang perlu mendapat perhatian. Terkadang pemilihan partner bisnis yang tepat lebih penting dari harga atau produk itu sendiri. Pemilihan partner juga perlu didukung dengan guanxi (hubungan) yang baik dengan pemasok, distributor, maupun pemerintah setempat. Perlu juga dilakukan negosiasi yang keras dan tidak gampang menyerah. Buat semuanya menjadi jelas, buat semuanya menjadi sopan, dan buat semuanya menjadi kreatif serta menyenangkan tapi bersiaplah untuk mengatakan tidak. Dalam melakukan bisnis dengan orang China juga harus mampu menahan diri dan jangan mengeluarkan semua harapan. Ganda kan waktu, budget serta semua modal untuk perang yang sesungguhnya. Jangan sampai kehabisan peluru pada babak awal. Di samping itu jangan terpaku pa da hitam dan putih. Bersiaplah untuk bertransaksi dengan segala masalah yang abu-abu, karena bisnis adalah seni yang memadukan antara teori ekonomi dengan intuisi yang terkadang tidak dapat diterima logika. Intinya bisnis adalah fleksibel. Seperti halnya politik, dalam bisnis tidak ada musuh abadi atau teman sejati, yang ada hanyalah kepentingan. Namun demikian anda tidak perlu begitu cemas tentang bagaimana cara memperoleh partner yang baik di China. Saat ini telah banyak forum dan instansi di China, baik pemerintah maupun non pemerintah yang siap membantu anda memberikan informasi dan mengidentifikasi partner-partner yang prospektif untuk berbisnis di China. Bahkan beberapa organisasi pemerintah China tidak jarang menyelenggarakan seminar gratis untuk umum yang mengenalkan anda tentang pasar lokal China. Pada prinsipnya untuk membangun sebuah partnership yang bisa diandalkan, anda bisa memulainya dengan menjalin persahabatan dengan berusaha menyatukan persepsi, saling memahami bahwa kita sama-sama berusaha mencapai satu tujuan yaitu keuntungan bagi kedua pihak. Dari sini akan terlahir kepercayaan dan saling pengertian dalam sebuah kemitraan. Tips yang lebih penting adalah hormati kebudayaan China dan etika bisnis mereka.Tetapi bukan berarti anda harus kehilangan arah dari identitas dan tujuan bisnis anda sendiri. Layaknya air yang dapat berubah bentuk sesuai dengan tempatnya, namun sejatinya air tetaplah air. Bila ingin membuat deal dengan orang China penting diingat bahwa bahasa hukum yang biasanya digunakan adalah bahasa China. Anda perlu berhati-hati dan jangan menandatangani kontrak sebelum anda benar-benar memahami isinya. Di samping itu perlu dibuat strategi untuk mengantisipasi beberapa kendala dan hambatan, antara lain masalah perbedaan bahasa, birokrasi, kuota produk, pengontrolan terhadap kualitas produk yang dapat berpengaruh pada masalah distribusi barang. Untuk itu, apabila dirasa perlu bisa anda bisa menggunakan jasa perkenalan, penterjemah, konsultan bisnis maupun praktisi hukum yang cakap dan berpengalaman, yang dapat menjembatani hubungan baik anda dengan orang-orang penting dan berpengaruh dalam proses bisnis.
Sebagai
perhitungan tambahan perlu dipertimbangkan kondisi geografis, perubahan
musim di China serta analisa perbankan yang up to date terhadap perkembangan
ekonomi China. Dan yang terakhir, yakinlah ahwa bila kita sudah dapat
menjalankan bisnis yang baik di daerah sendiri, maka kita juga akan dapat
menjalankan bisnis kita di China dengan baik pula.
|