|
Edisi VII Desember 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 20 December, 2007
|
Generasi ketiga Mubarok-food mencoba berlari. Dengan manajemen mo-dern dan advertensi yang memadai, pangsa pasar domestik ingin diperluas dan mulai merambah pasar internasional. Mampukah UKM terbaik Jateng ini go international?
PERJALANAN dari ibukota Jawa Tengah, Semarang, menuju kota rokok Kudus yang berjarak 40 km, menyajikan pemandangan yang cukup mengiris kalbu. AC di mobil yang dipasang pada level maksimum seolah tidak mampu memenangkan pertarungan melawan terik dan lembabnya udara di luar. Masyarakat petani di sepanjang jalan pantai utara tampak miskin dan kekurangan. Bahkan, masih terlihat dengan jelas sisa-sisa banjir di dinding rumah penduduk yang sempat berkunjung pada musim hujan tahun lalu. Memasuki kota Kudus, lain lagi ceritanya. Seolah kota ini menjadi city upon a hill dalam konsep kebudayaan Amerika. Geliat ekonomi tercermin dari tata kota yang apik dan serasi. Aneka gedung dan rumah penduduk terawat dengan baik. Sepanjang jalan kota terjadi persaingan spanduk dan advertensi dua perusahaan besar: rokok dan jenang kudus. Diantara jenang Kudus yang paling terkenal saat ini adalah produk PT. Mubarokfood Cipta Delicia. Perusahaan ini memproduksi empat merek yang cukup dikenal oleh pasar: Mubarok, Viva, Mabrur dan Sinar Tiga-Tiga. Dengan menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000, perusahaan ini bisa dibilang telah menjadi market leader domestik. Pemasarannya hampir ada di semua kota di Jawa, Bali, Batam, Sumatra dan Sulawesi. Meskipun belum dalam volume besar, jenang Mubarok juga telah berusaha menembus pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Hongkong, Abu Dhabi dan Saudi Arabia.
Generasi kedua yang bekerja dengan motto “Kreatif, Innovatif, Amanah dan Visioner” ini segera memberi merek baru produknya: Sinar Tiga Tiga. Baru pada tahun 1975 dilakukan diversifikasi produk dengan menambah 3 produk baru: Viva, Mubarok dan Mabrur. Pada generasi ketiga yang dimulai tahun 1992, perusahaan mengembangkan sayapnya dengan menerapkan system manajemen modern dan didukung karyawan dari berbagai disiplin ilmu. Di bawah kepemimpinan H. Muhammad Hilmy, jenang Kudus dari PT Mubarokfood berhasil menjadi semacam ikon tambahan kota Kudus, bukan sekedar kota rokok. Menurut Hilmy, bahan baku jenang yang dibuatnya bukanlah hal yang istimewa, terdiri dari tepung beras ketan, gula pasir, gula kepala, santan, lemak nabati dan penyedap lainnya. Namun untuk memberikan mutu yang tinggi, perusahaan menerapkan pengawasan secara ketat melalui laboratorium. Selain itu, pengawasan produk diarahkan agar jenang yang dibuat memiliki karakteristik khas: tekstur elastis dan bercita rasa lezat. Oleh karenanya, produk Mubarok senantiasa mengacu pada prinsip-prinsip good manufacturing practices serta hazard analysis critical control points. Untuk memperluas pasar domestic maupun manca negara, PT. Mubarokfood tidak segan-segan untuk terus mengikuti berbagai pameran walau pasar dalam negeri masih menjadi target utama.Khusus untuk luar negeri, masih pilih-pilih. Negara tetangga dan Arab masih diprioritaskan. Meski begitu, pameran di Jepang juga dijalaninya pada pertengahan tahun ini. Tantangan yang dihadapi produk Mubarokfood adalah masalah daya tahan. Paling tidak harus mampu bertahan selama 6 bulan. ”Kami sedang mencari model pengawetan yang tepat untuk produk jenang. Kerjasama dengan pihak asing sedang dirintis,” ujar Hilmy. Selain itu, karena usahanya bersifat UKM, maka untuk melakukan ekspansi dan melakukan advertensi besar-besaran, dirasakan masih sulit. “Kehati-hatian dalam bisnis tetap kami kedepankan,” imbuhnya. Meskipun masih banyak batasan, rekor PT. Mubarokfood boleh diacungi jempol. UKM ini selain menyabet ISO 9001:2000, juga mengantongi penghargaan Bintang Food Safety Star Award, sertifikat jaminan mutu dari Agro Based Industry Quality Assurances serta menjadi snack wajib jamaah haji sejak tahun 2001. Selain itu, ”Jangan lupa, tahun ini Mubarokfood meraih penghargaan UKM terbaik di Jawa Tengah dan memenangi piala Upakarti dari Presiden RI,” ujar Hilmy mengakhiri pembicaraan dengan AKSES.
|