HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id

 

Edisi VII Desember 2007

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 17 Desember, 2007

 

 

BURSA KERJA  EDISI VIII 2007

Memburu Dirham di Dubai

Oleh: Nuradi Noeri

Pembangunan Dubai yang tiada hentinya terutama sektor properti telah menciptakan puluhan ribu lowongan kerja. Kendala bahasa dan kurangnya ketrampilan lainnya merupakan hambatan utama bagi tenaga kerja Indonesia dalam memenangkan perburuan kesempatan kerja di emirat ini.

Suryadi, pengusaha asal Jogja yang baru dua hari menginjakkan kaki di Dubai untuk mengikuti sebuah pameran dagang, tengah menyantap makanan di sebuah restoran cepat saji di daerah Karama, Dubai. Suryadi merasa heran melihat orang-orang yang melayaninya di restoran itu. Pemesanan makanan dilayani oleh orang Filipina, yang membersihkan meja orang Srilanka, kasir orang Bangladesh, manajer restoran orang India dan belakangan ia tahu bahwa juru masaknya orang Indonesia dan Cina. Suryadi tidak menemukan satu orang pun warga asli Dubai bekerja di restoran itu. Emirat Dubai yang dipadati oleh sekitar 1,4 juta orang itu memang sebagian besar dihuni oleh pendatang asing. Menurut data Departemen Statistik Dubai tahun 2006, 83% dari penduduk Dubai adalah orang asing. Mengapa begitu banyak pendatang asing tinggal di Dubai?

Emirat Dubai adalah salah satu dari tujuh emirat yang tergabung dalam Negara Persatuan Emirat Arab (PEA). Sejak ditemukannya ladang minyak di Dubai pada tahun 1966, pembangunan infrastruktur  dan sektor lainnya mulai dipacu. Pembangunan yang menelan biaya puluhan  milyar dolar AS tersebut tak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja lokal yang ada. Negara terdekat yang mempunyai tenaga kerja berlimpah adalah India. Maka mulailah didatangkan ribuan tenaga kerja dari India, Pakistan dan negara sekitar lainnya. Sampai hari ini, empat puluh tahun setelah  ditemukan ladang minyak itu, mesin pembangunan Dubai belum berhenti. Populasi pendatang dari berbagai negara terutama India makin membengkak sehingga jauh melebihi jumlah penduduk pribumi. Pendatang asing ternyata tidak hanya mengisi lowongan pekerjaan kasar, namun juga terlibat berbagai kegiatan ekonomi mulai dari tingkat skill rendah sampai tingkat manajerial dan profesional.

 

PELUANGKERJA

Yana Rudiyana, Pelaksana Fungsi Ekonomi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Dubai mengungkapkan bahwa saat ini, pasar kerja Dubai dipenuhi oleh pekerja dari berbagai negara, terutama India kemudian negara-negara Arab sekitar PEA, Asia Selatan lainnya, Filipina, Indonesia, Cina, Rusia, Afrika, dan Eropa Timur. Mungkin Dubai adalah salah satu wilayah di dunia yang paling multi etnis. Pemain lama yang mendominasi pasar kerja Dubai tentu saja India yang sebagian besar adalah pekerja di berbagai proyek konstruksi. Kita dengan mudah dapat menjumpai orang India diseluruh pelosok kota Dubai.

Pekerja asing lain yang juga telah merambah peluang kerja di Dubai adalah Filipina. Orang Filipina umumnya bekerja di hotel, supermarket, rumah sakit, restoran dan sektor lain yang membutuhkan skill tingkat menengah. Pembangunan Dubai yang luar biasa pesat telah menciptakan berbagai lowongan kerja. Sekitar 400 ratus ribu bangunan baru berupa hotel, apartemen, pusat perbelanjaan, restoran, sarana hiburan dalam berbagai proyek property yang tengah dibangun saat ini akan membutuhkan puluhan ribu pekerja baru.

“KJRI terkadang menerima permintaan tenaga kerja dari beberapa perusahaan local yang kami teruskan ke instansi terkait di Jakarta” papar Yana Rudiyana mengenai prospek lowongan kerja di Dubai. Proses rekruitmen tenaga kerja asal Indonesia biasanya dilakukan agen tenaga kerja lokal bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja Indonesia. Pekerja Indonesia umumnya disukai karena dikenal sebagai pekerja rajin dan penurut. Menurut catatan KJRI Dubai tahun 2006, terdapat sekitar 50 ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah kerja mereka (seluruh emirat PEA kecuali Abu Dhabi). Sebagian besar TKI bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan hanya sekitar 2.500 orang yang bekerja di sektor formal (hotel, rumah sakit, supermarket, restoran, transportasi dan lain lain).

 

MENCARI KERJA DIDUBAI

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam upaya mencari kerja sektor formal di emirat Dubai: - Perlunya penguasaan bahasa asing. Bahasa Inggris adalah bahasa asing yang digunakan dalam kegiatan bisnis seharihari,  namun demikian pencari kerja yang memiliki kemampuan bahasa tambahan seperti bahasa Arab, Hindi atau Urdu akan lebih diutamakan. Bahasa Arab akan terpakai bila berhubungan dengan pejabat dan instansi pemerintah setempat, namun demikian sebagian besar pejabat pemerintah PEA saat ini menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Menurut Yana Rudiyana, terdapat sejumlah kasus dimana jenis pekerjaan, gaji dan kondisi lainnya yang diperoleh ketika berada di Dubai berbeda dengan yang tercantum dalam kontrak kerja. Gaji biasanya diberikan setiap bulan dalam mata uang Dirham, PEA mematok nilai tukar dolar AS yaitu 1 US$ = 3,67 Dirham.

Pastikan bahwa Anda direkrut oleh agen resmi dan akan bekerja di perusahaan yang mempunyai reputasi baik. Hal ini dapat diselidiki melalui penyalur jasa tenaga kerja Indonesia di Jakarta atau sebaiknya langsung hubungi KJRI Dubai untuk mendapatkan informasi mengenai hal ini. - Kontrak kerja yang Anda setujui dan tanda tangani di kirim kembali ke Dubai untuk mendapatkan legalisasi dari KJRI Dubai. Tanpa adanya stempel legalisir dan tanda tangan pejabat berwenang di KJRI pada kontrak kerja maka visa masuk ke PEA tidak akan diterbitkan. Visa masuk PEA yang selanjutnya akan berubah menjadi visa residen akan diurus oleh pengguna / sponsor di Dubai. Anda akan mendapatkan copy visa yang dikirim melalui fax dari Dubai dan visa asli akan ditempelkan di paspor Anda setibanya di bandara Dubai.

Anda dapat mengkonsultasikan apa pun permasalahan yang dihadapi selama bekerja di Dubai kepada pejabat berwenang di KJRI yaitu Pelaksana Fungsi Konsuler atau Ekonomi. Manakala anda menghadapi permasalahan dengan pengguna, sponsor atau pihak manapun maka KJRI Dubai atau KBRI Abu Dhabi adalah satu-satunya kantor pemerintah Indonesia di PEA yang akan membantu Anda.

 

KEUNTUNGAN BEKERJA DIDUBAI

Masyarakat Dubai mempunyai rasa toleransi yang tinggi pada pemeluk agama selain Islam. Wanita asing tidak perlu mengenakan kerudung dan berbusana muslim. Pemerintah Dubai bahkan mendirikan kompleks gereja dan rumah ibadah agama lainnya yang sangat luas dan bagus di pinggiran kota Dubai. Hal ini memang merupakan bagian dari upaya pemerintah agar para ekspatriat merasa nyaman tinggal di negara Arab tersebut.

Namun demikian, tradisi Islam tetap harus dihormati. Bila Anda makan di depan umum  siang hari di bulan suci Ramadhan, maka polisi Dubai akan mendatangi Anda dan dengan sopan memperingati untuk makan ditempat tersembunyi guna menghargai orang yang sedang puasa.

Bila sakit, Anda dapat berobat ke rumah sakit manapun di Dubai karena standar sistim pelayanan kesehatan umumnya sudah cukup baik. Pemerintah Dubai berupaya untuk terus meningkat kualitas pelayanan kesehatan guna menyamai standar negaranegara maju. Perawat dan dokter yang berada di rumah sakit umumnya berasal dari Iran, India, Pakistan dan bahkan dari sejumlah negara Eropa barat. Standar tingkat kesehatan yang tinggi menyebabkan  tingkat harapan hidup penduduk PEA termasuk tinggi di dunia. Menurut laporan tahunan UNDP tahun 2005, tingkat harapan hidup PEA 75 tahun adalah tertinggi di kawasan Timur Tengah.

Hal lain adalah penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan sehari-hari, sedangkan bahasa Arab nyaris tidak terpakai kecuali ketika berkomunikasi dengan pejabat pemerintah atau polisi non lokal asal Yemen atau negara sekitar lainnya. Kenyamanan Dubai ditunjang oleh bagusnya sistim keamanan. “Tingkat kriminalitas di Dubai sangat rendah dibandingkan Negara sekitarnya” ujar Yana Rudiyana. Keamanan yang terjamin merupakan salah satu daya tarik Dubai bagi para ekspatriat untuk bekerja dan menanamkan modalnya.

Nah tunggu apa lagi, jika anda  berminat, segera buru dan raup Dirham di negeri kaya yang bergelimang minyak itu.