HomeTentang kamiDari redaksi Surat pembaca   Kritik dan saran
aksesdeplu.com resmi online 1 Desember 2007                                                               AKSES majalah triwulan Ditjen ASPASAF Deplu untuk UKM Indonesia                                                 AKSES mengalirkan info peluang usaha di luar negeri dengan bahasa populer                                                              AKSES perdana terbit tanggal 2 Mei 2006                                                      AKSES menerima tulisan tentang peluang bisnis di luar negeri. Kirim artikel Anda dengan foto terkait ke akses@deplu.go.id                                               Redaksi AKSES mengharapkan bantuan teman2 di Pewakilan untuk mengirimkan tulisan re berbagai kegiatan promosi di negara akreditasi masing2 guna dimuat di rubrik berita terkini, kirimkan artikel tsb ke akses@deplu.go.id

 

Edisi X NOPEMBER 2008

Laporan utama

Wawancara

Info Pasar

Kontak usaha

Bursa kerja

Kiat-kiat

Renungan

Hukum

S o r o t

Jalan-jalan

F i g u r

Apresiasi

Siapa mengapa

Agenda

Alamat Perwakilan RI

 

 

 

Departemen Luar Negeri

Daftar Usaha Kecil & Menengah

Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN)

Indonesian Trade Promotion Center

Kementerian Koperasi & UKM

UKM Online

 

 

 

Anda pengunjung ke

provided by hit-counter-download.com

sejak 1 Oktober 2007

 

 

Last modified 13 November, 2008

 

 

 

Indahnya Menyusuri Cheonggyecheon

Oleh : Theodora P Elfani

Cheonggyecheon, nama ini sulit diucapkan bagi lidah kita. AKSES pun harus berlatih berkali-kali mengucap-kannya sehingga lidah tidak terselip. Pada saat berkunjung ke Seoul beberapa waktu lalu, AKSES berkesempatan mengunjungi wilayah ini yang sesungguhnya hanyalah sebuah sungai kecil. Namun tempat ini kini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Seoul sebagai tempat rekreasi yang menarik. Tidak hanya sungai, terdapat pula sebuah museum mengenai riwayat sungai Cheonggye-cheon. Sungai ini ternyata menyimpan sejarah panjang selama 600 tahun yang lalu.

Di Cheonggyecheon Museum pengun-jung disuguhi dengan film pendek mengenai restorasi sungai, yang sekarang terkenal di jantung kota Seoul. Ternyata  begitu panjang sejarah yang dimiliki sungai tersebut, lengkap dengan segala lika-likunya. Film itupun memperlihatkan kekonsistenan dan ketegasan pemimpin saat itu dalam memperjuangkan kembalinya sungai itu ke fungsi yang semula.

Sungai itu dibangun kembali dalam jangka waktu 2 tahun 3 bulan! Sebuah rentang waktu yang sulit dibayangkan, mengingat bahwa sebelum sungai itu ada seperti sekarang, diatasnya telah terbangun jalan kota yang juga ditumpangi oleh jalan layang serta pusat bisnis yang akhirnya tumbuh dengan subur di kanan dan kirinya. Bahwa untuk membongkar struktur termasuk dengan merelokasi beberapa pusat bisnis serta para pedagang dengan berbagai implikasi sosial, bukanlah hal yang mudah. Namun hal itu ternyata terjadi juga dan hasilnya adalah sungai di tengah kota Seoul, yang memberikan nuansa kota yang peduli pada alam dan memberikan suasana istimewa kepada para masyarakat Seoul.

Sejarah

Nama asli dari Cheonggyecheon berasal dari nama Gaecheon yang berarti sungai yang terbuka,  memanjang 10,92 km dari barat ke timur, dan juga membelah kota Seoul. Sungai ini telah ada sejak Jaman Dinasti Joseon yang kemudian pembangunan dan penggunaannya dilanjutkan sampai masa Kaisar Taejong dan Kaisar Sejong. Sejak masa Kaisar Kaisar Yeongjo, Cheonggyecheon menjadi bentuk yang dikenal sekarang ini.

Dulu, Cheonggyecheon merupakan sebuah sungai yang memberi dukungan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya dan akhirnya ditutup pada tahun 1958-1977 karena sungai tersebut telah tercemar dan meluap bilamana terjadi hujan besar yang disebabkan karena padatnya populasi di daerah sekitar sungai tersebut. Setelah itu dibangun pula jalan bebas hambatan yang melintas di atas jalan raya tersebut yang disebut Cheonggye Street. Wilayah tersebut ditunjang dengan infrastruktur yang memadai sehingga akhirnya berkembang sebagai pusat bisnis dan perdagangan yang dinamis di Seoul serta menjadi sarana modernisasi dan industrialisasi.

 Namun, pada hasil uji materi dan evaluasi terhadap kerangka bangunan jalan tersebut ditemukan berbagai kerusakan yang dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan dan kehidupan manusia di sekitarnya. Maka walikota Seoul saat itu yakni Lee Myung-bak (yang saat ini menjadi Presiden Korsel) mempunyai program yang salah satunya adalah mengembalikan Cheonggyecheon menjadi sebuah sungai sesuai dengan masa lalu sekaligus melestarikan peninggalan sejarah yang terukir di sisi-sisi sungai yang terkubur oleh fondasi beton jalan raya. Selain itu visi ke depan adalah membangun Seoul menjadi kota ekologi yang dekat dengan alam serta mendekatkan kehidupan masyarakat dengan alam sekitar.

Restorasi Cheonggyecheon

Pada bulan Juli 2003 dimulailah pekerjaan konstruksi pertama kali untuk mengembalikan sungai bersejarah itu. Pembangunan dilakukan secara bertahap mulai dari menghancurkan jalan layang Cheonggye, jalan raya kota serta menguruk tanah sebagai tempat aliran air. Setelah melalui perjuangan dan berbagai tahap dalam restorasi Cheonggyecheon, pada Oktober 2005 jadilah sebuah sungai yang membelah kota Seoul. Sungai ini menambah pemandangan baru dan segar di tengah-tengah kepadatan dan polusi kota besar metropolitan semacam Seoul. Sungai ini juga menjadi arena rekreasi melepas penat karena dapat menikmati bunyi air yang mengucur dan mengalir di sungai ini, sehingga dapat menikmati alam. Konsep back to nature diterapkan dalam restorasi sungai ini.

Di kanan dan kiri sungai ini dibuatlah jalan setapak sehingga memungkinkan masyarakat berjalan-jalan di sepanjang sungai yang indah ini. Selain itu pula ditanami dengan bunga dan tanaman-tanaman yang menambah segar suasana serta menghilangkan penat. Sementara itu di atas sungai tersebut, dibangunlah sekitar 22 jembatan dengan berbagai desain yang menarik, terlebih daerah sekitar sungai tersebut merupakan pusat keramaian dan tempat tujuan wisata.

Ada hal yang dapat dipelajari dari cerita ini adalah kegigihan dan kekonsistenan pemimpin untuk mewujudkan suatu visi yang diyakini akan memberikan warna baru bagi kehidupan warga kotanya. Dengan mempertimbangkan dari segala sisi, maka proyek pembangunan Cheonggyecheon dapat dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk dengan penyelesaian implikasi sosial di sekitarnya.

Foto: www.googgle.com