|
Edisi X NOPEMBER 2008
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 13 November, 2008
|
Indahnya Menyusuri Cheonggyecheon Oleh : Theodora P Elfani
Di Cheonggyecheon Museum pengun-jung disuguhi dengan film pendek mengenai restorasi sungai, yang sekarang terkenal di jantung kota Seoul. Ternyata begitu panjang sejarah yang dimiliki sungai tersebut, lengkap dengan segala lika-likunya. Film itupun memperlihatkan kekonsistenan dan ketegasan pemimpin saat itu dalam memperjuangkan kembalinya sungai itu ke fungsi yang semula. Sungai itu dibangun kembali dalam jangka waktu 2 tahun 3 bulan! Sebuah rentang waktu yang sulit dibayangkan, mengingat bahwa sebelum sungai itu ada seperti sekarang, diatasnya telah terbangun jalan kota yang juga ditumpangi oleh jalan layang serta pusat bisnis yang akhirnya tumbuh dengan subur di kanan dan kirinya. Bahwa untuk membongkar struktur termasuk dengan merelokasi beberapa pusat bisnis serta para pedagang dengan berbagai implikasi sosial, bukanlah hal yang mudah. Namun hal itu ternyata terjadi juga dan hasilnya adalah sungai di tengah kota Seoul, yang memberikan nuansa kota yang peduli pada alam dan memberikan suasana istimewa kepada para masyarakat Seoul. Sejarah Nama asli dari Cheonggyecheon berasal dari nama Gaecheon yang berarti sungai yang terbuka, memanjang 10,92 km dari barat ke timur, dan juga membelah kota Seoul. Sungai ini telah ada sejak Jaman Dinasti Joseon yang kemudian pembangunan dan penggunaannya dilanjutkan sampai masa Kaisar Taejong dan Kaisar Sejong. Sejak masa Kaisar Kaisar Yeongjo, Cheonggyecheon menjadi bentuk yang dikenal sekarang ini. Dulu, Cheonggyecheon merupakan sebuah sungai yang memberi dukungan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya dan akhirnya ditutup pada tahun 1958-1977 karena sungai tersebut telah tercemar dan meluap bilamana terjadi hujan besar yang disebabkan karena padatnya populasi di daerah sekitar sungai tersebut. Setelah itu dibangun pula jalan bebas hambatan yang melintas di atas jalan raya tersebut yang disebut Cheonggye Street. Wilayah tersebut ditunjang dengan infrastruktur yang memadai sehingga akhirnya berkembang sebagai pusat bisnis dan perdagangan yang dinamis di Seoul serta menjadi sarana modernisasi dan industrialisasi. Namun, pada hasil uji materi dan evaluasi terhadap kerangka bangunan jalan tersebut ditemukan berbagai kerusakan yang dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan dan kehidupan manusia di sekitarnya. Maka walikota Seoul saat itu yakni Lee Myung-bak (yang saat ini menjadi Presiden Korsel) mempunyai program yang salah satunya adalah mengembalikan Cheonggyecheon menjadi sebuah sungai sesuai dengan masa lalu sekaligus melestarikan peninggalan sejarah yang terukir di sisi-sisi sungai yang terkubur oleh fondasi beton jalan raya. Selain itu visi ke depan adalah membangun Seoul menjadi kota ekologi yang dekat dengan alam serta mendekatkan kehidupan masyarakat dengan alam sekitar. Restorasi Cheonggyecheon Pada bulan Juli 2003 dimulailah pekerjaan konstruksi pertama kali untuk mengembalikan sungai bersejarah itu. Pembangunan dilakukan secara bertahap mulai dari menghancurkan jalan layang Cheonggye, jalan raya kota serta menguruk tanah sebagai tempat aliran air. Setelah melalui perjuangan dan berbagai tahap dalam restorasi Cheonggyecheon, pada Oktober 2005 jadilah sebuah sungai yang membelah kota Seoul. Sungai ini menambah pemandangan baru dan segar di tengah-tengah kepadatan dan polusi kota besar metropolitan semacam Seoul. Sungai ini juga menjadi arena rekreasi melepas penat karena dapat menikmati bunyi air yang mengucur dan mengalir di sungai ini, sehingga dapat menikmati alam. Konsep back to nature diterapkan dalam restorasi sungai ini. Di kanan dan kiri sungai ini dibuatlah jalan setapak sehingga memungkinkan masyarakat berjalan-jalan di sepanjang sungai yang indah ini. Selain itu pula ditanami dengan bunga dan tanaman-tanaman yang menambah segar suasana serta menghilangkan penat. Sementara itu di atas sungai tersebut, dibangunlah sekitar 22 jembatan dengan berbagai desain yang menarik, terlebih daerah sekitar sungai tersebut merupakan pusat keramaian dan tempat tujuan wisata. Ada hal yang dapat dipelajari dari cerita ini adalah kegigihan dan kekonsistenan pemimpin untuk mewujudkan suatu visi yang diyakini akan memberikan warna baru bagi kehidupan warga kotanya. Dengan mempertimbangkan dari segala sisi, maka proyek pembangunan Cheonggyecheon dapat dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat, termasuk dengan penyelesaian implikasi sosial di sekitarnya. Foto: www.googgle.com
|