|
Edisi VI Oktober 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 10 November, 2007
|
Bagaimana cara meningkatkan jumlah TKI formal di Timur Tengah yang kini hanya 26,6%? Memang, sejauh ini TKI kita di sana masih didominasi sektor rumah tangga. Ini semata-mata disebabkan tingkat manajemen pelaksana penempatan TKI masih konvensional dan berorientasi pada pasar kerja informal. Untuk itulah, melalui reformasi sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri, pemerintah mendorong upaya peningkatan pengiriman tenaga kerja yang memiliki keterampilan tinggi. Pelaksanaan penempatan TKI melalui program G to G telah dilaksanakan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea untuk sektor industri dan sektor jasa. Pada negara lain, penempatannya sedang dijajaki melalui program yang sama. TKI ke Timur Tengah selama tiga tahun (2003-2005) tercatat sebanyak 508.487 orang, 14,52% diantaranya bermasalah. Apa akar masalahnya? Ada dua akar permasalahan TKI di Timur Tengah. Pertama, TKI kurang siap dalam hal keterampilan, mental, bahasa, dan pengetahuan tentang adat istiadat dan budaya negara penempatan. Kedua, sebagian PJTKI tidak benar benar melatih calon TKI, sehingga banyak yang ditempatkan tanpa melalui prosedur pelatihan sesuai peraturan yang berlaku. Untuk itu, secara berkesinambungan dan preventif, Depnakertrans telah berusaha meningkatkan kualitas TKI melalui pelatihan-pelatihan. Selain itu, dibentuk tim penyelesaian masalah/satgas pada masing-masing provinsi di Arab Saudi. Selama ini, TKI terbebani oleh biaya penempatan sehingga gajinya terpaksa dipotong untuk kurun waktu tertentu. Bisakah beban tersebut dikurangi? Depnakertrans dalam mengatur pembiayaan penempatan TKI ke luar negeri telah ditentukan melalui struktur biaya (cost structure), di mana setiap negara penempatan berbeda besarnya. Namun biaya yang telah ditetapkan tersebut dapat dipilah, mana yang menjadi beban TKI dan mana yang menjadi beban perusahaan. Diharapkan dengan adanya cost structure tersebut tidak terjadi pemotongan gaji TKI. Bila TKI berpendidikan universitas D3, ataupun SMU ingin mengisi peluang kerja di Timur Tengah, apakah mereka masih perlu tambahan ketrampilan-ketrampilan tertentu? Penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri didasarkan pada permintaan tenaga kerja yang tertuang dalam job order/demand letter/employment order. Di dalam permintaan tersebut telah diterakan kualitas dan kuantitas tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lembaga penempatan yang merekrut calon TKI berdasarkan kualifikasi sesuai job order/demand letter tersebut. Apakah benar bahwa lapangan kerja sebagai piñata laksana rumah tangga adalah lowongan terbesar dan muda didapatkan di Timur Tengah Sementara ini memang permintaan tenaga kerja Indonesia dari Timur Tengah persentasenya lebih didominasi permintaan sektor pengguna perorangan. Permintaan sektor formal cukup banyak, namun dalam pelaksanaannya, setelah diseleksi, para calon TKI ternyata sangat sedikit yang memenuhi syarat jabatan pekerjaan. Sesuai persyaratan Negara setempat di kawasan Timur Tengah seorang penata laksana rumah tangga minimal berpendidikan apa? Negara penerima TKI di sektor penata laksana rumah tangga umumnya tidak mensyaratkan adanya pendidikan formal, tapi diutamakan yang mampu berkomunikasi dan bisa membaca dan menulis. Dalam rangka perlindungan kepada TKI, Pemerintah Indonesia telah menetapkan pendidikan formal calon TKI melalui Undang-Undang 39 Tahun 2004 adalah lulusan SLTP, namun setelah dilakukan pengujian melalui Mahkamah Konstitusi, diputuskan cukup berijazah SD. Negara mana saja pesaing Indonesia dalam penyediaan piñata laksana rumah tangga ini? Negara-negara pesaing dalam penempatan TKI ke luar negeri, antara lain, Filipina, Mesir, Thailand, India, Yordania, Pakistan, Turki, Bangladesh, dan Sri Lanka. Dasar pendidikan Negara pesaing? Lalu, bagaimana dengan wacana penghentian pengiriman tenaga kerja berpendidikan rendah ke Timur Tengah? Para tenaga kerja yang berasal dari negara pesaing tersebut rata-rata berpendidikan SMTA ke atas. Dampak resesi ekonomi yang melanda dunia, termasuk Indonesia, masih dirasakan sampai saat ini. Keterpurukan ekonomi itu berdampak pada sector lapangan pekerjaan yang semakin sulit dan banyaknya PHK di perusahaanperusahaan. Pengangguran tiap tahun bertambah termasuk dari PHK sementara kesempatan kerja di dalam negeri makin sulit didapat. Kesempatan dan peluang kerja di luar negeri terbuka untuk semua sektor lapangan pekerjaan dan jabatan. Pemerintah mendorong para pencari kerja untuk bekerja ke luar negeri yang diminati oleh pengguna dengan keunggulan kompetitif, di antaranya; rajin, tidak mudah mengeluh, tidak protes, loyal kepada pengguna, suka kebersihan, dan mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Bila begitu, bolehkah calon TKI kita mencari pekerjaan sendiri ke luar negeri? Tidak ada masalah, selama memenuhi aturan hukum yang berlaku. Malah kepada mereka diberikan kemudahan, kecepatan dalam pelayanan dengan memperhatikan dokumen yang harus dipenuhi: demand letter, employment contract, visa kerja, dan dokumen kepesertaan program perlindungan TKI (asuransi, bukti pembayaran DP3TKI) Seberapa jauh Pemerintah Indones ia memperhat ikan sistem jaminan sosial bagi para TKI? Sistem social security di banyak negara sangat diperhatikan dan dipatuhi oleh setiap pekerja dan majikan. Hal ini sangat diperlukan untuk disosialisasikan kepada tenaga kerja Indonesia agar kelak mereka aman dalam bekerja di suatu negara. Upaya ini telah dilakukan melalui pembekalan akhir pemberangkatan (PAP) maupun melalui berbagai media eklektronik dan cetak. Selain itu perlu di informasikan pula bahwa TKI formal maupun informal wajib ikut serta dalam program asuransi TKI. Kiat penting yang harus diperhatikan sebelum beker ja di luar negeri sebagai TKI formal maupun informal?
Kepada pencari kerja
yang telah mendaftarkan diri di dinas yang membidangi ketenagakerjaan di
kabupaten atau kota, saya berharap agar mempersiapkan diri secara matang,
baik mental maupun fisik. Perhatikan dan ikuti anjuran para tenaga penyuluh
lapangan yang resmi dan jangan mendaftarkan diri melalui orang yang tidak
bertanggung jawab, yang akan mempersulit diri Anda untuk dapat pekerjaan ke
luar negeri. Bekali diri Anda dengan dokumen yang benar dan sah, karena Anda
bekerja di negara lain. Bagi mahasiswa dan pelajar yang nantinya
berkeinginan kerja ke luar negeri, bekali diri dengan keterampilan yang
diperlukan dan bahasa asing yang cukup.
|