|
Edisi VII Desember 2007
Anda pengunjung ke
sejak 1 Oktober 2007
Last modified 18 Desember, 2007
|
SOSOK Yuri O. Thamrin yang akrab dipanggil Pak Yuri, jauh dari kesan loyo. Senyum manis khasnya langsung menyambut siapa pun yang ditemuinya. Padahal tugasnya sebagai Direktur Asia Timur dan Pasifik (Astimpas), Deplu, sangatlah padat. ”Direktorat Astimpas mengurus 37 negara tetangga terdekat Indonesia. Dalam sebulan ada 2-3 event itu masih wajar. Di depan mata saya sekarang saja ada 5 Joint Commision dengan 5 negara berbeda. Semuanya perlu dipersiapkan” katanya menggambar-kan kesibukan yang sekarang dihadapi. Untuk mengatasi pekerjaan yang menumpuk, mantan Juru Bicara Deplu tahun 2004-2006 ini punya prinsip fleksibel membagi tugas. ”Sebagai atasan saya tidak boleh main menyuruh staf,” jelasnya. Yang unik, pekerjaan pun diibaratkan seperti bayi oleh pria lulusan terbaik Sekolah Staf dan Pimpinan Deplu tahun 2004 ini. ”Karena ada begitu banyak event yang harus kita urus, kadang beberapa ’bayi’ ini tampak rewel. Tapi mau bagaimana lagi.Tetap saja harus kita timang dan nina bobokkan, ya tho?” ujarnya sembari tersenyum. Ketika ditanya mengenai resepnya menjaga kebugaran, diplomat muda yang baru saja lulus fit and proper test DPR untuk menjadi Dubes RI di Moskow ini menjelaskan kegemarannya berolahraga renang dan treadmill. Ia mengaku bisa melakukan 10 kali putaran bolak-balik kolam renang Olympic size. ”Saya biasa renang Sabtu atau akhir pekan, itupun kalau ada waktu. Tidak jarang saya harus ngantor pada akhir pekan” imbuhnya. Disamping itu, pria yang pernah menjadi pembicara tamu di Princeton University ini sangat menggandrungi membaca. “Saya melahap bacaan apa saja. Jika bagi orang lain membaca itu melelahkan, bagi saya justru refreshing”, katanya. Saking cintanya dengan membaca, koleksi bukunya konon hampir mencapai 1000 buku. Menurutnya membaca itu sangat diperlukan. Baik sewaktu sekolah maupun untuk keperluan pekerjaan. “Dulu sewaktu kuliah S2 di Australian National University saya ditugaskan membaca 37 buku dalam seminggu. Alhasil hanya tidur 3 jam sehari”, akunya sambil terkekeh.
|