Ekspor
adalah sektor yang paling menderita dalam turbulensi ekonomi
dunia kali ini. Angka ekspor berbagai negara termasuk
Indonesia menunjukkan trend menurun sejak awal tahun 2009.
Namun demikian upaya promosi tak boleh berhenti dan perlu
ditingkatkan. Mengikuti pameran baik di dalam maupun di
diluar negeri harus menjadi agenda utama bagi dunia usaha
Indonesia. Walaupun berkurang, peluang tetap ada. Foto:
Anita Handayani, pemilik Lamops Craft Works dalam pameran
INACRAFT 2009 di JCC Senayan Jakarta.
Selandia
Baru berpendu-duk sekitar 4,5 juta orang namun ada
penduduk lain yang jumlahnya 8 kali lipat jumlah manusia
yaitu domba. Produk Indonesia sudah banyak dikenal di
negeri domba ini dan masih banyak peluang lain yang
dapat dimanfaatkan. Ikuti laporan khusus dari Selandia
Baru. >>>
Dengan
cadangan devisa yang penuh sesak akibat tingginya harga
minyak bumi tahun lalu, Arab Saudi seolah tak berge-ming
diterjang badai kri-sis. Permintaan akan pro-duk
Indonesia yang diterima Perwakilan RI di negeri gurun
itu pun terus mengalir seperti biasanya
>>>
Apresiasi
Bau rendang di
lautan Pasifik
Berkat
kerja keras dan doa yang tak pernah putus kepada Yang
Maha Kuasa, akhirnya Ceuk Yayah berhasil memba-ngun
sebuah restoran In-donesia di negara yang terkenal
dengan biaya hidup yang tinggi, Kaledonia Baru, negara
kecil di tengah lautan Pasifik
>>>
Hukum
Ekspor, siapa takut?
Walaupun
dunia tengah di-gulung badai krisis, upaya promosi
jangan pernah di-tinggalkan untuk mencari peluang ekspor.
Artikel ini perlu dibaca untuk mema-hami prosedur ekspor
secara sederhana. Ternya-ta tidak sulit untuk melakukan
ekspor bila semua kelengkapannya dipenuhi
>>>
Sorot
Negeri atap langit
Karena
letaknya yang tinggi yaitu di lereng pegunungan
Himalaya, Nepal dijuluki sebagai negeri atap langit.
Negara ini mengimpor sebagian besar kebutu-han konsumsi
dalam negeri seperti kertas, ban mobil, buah-buahan,
minyak goreng, tekstil, makanan kaleng dll
>>>
Kiat
Tips menghadapi
resesi
Kuatir
terkena dampak resesi? Anda dapat me-nyingkirkan
ketakutan anda karena ada ke-biasaan
kita seharí-hari yang dapat diterapkan untuk menepiskan
luka resesi, hingga tidak terasa sama sekali.
Simak sejumlah cara ampuh untuk meng-hadapi krisis
>>>